Alma was sick, but she is OK now

Blue, Curhat, Almathea Valezka, Knowledge • July 2, 2008

alma-sakit.JPG

Minggu lalu merupakan minggu yang cukup berat untuk gue jalani.

Berawal dari jumat saat makan siang, gue mendapat telpon dari Sri, mba-nya Alma yang mengabarkan bahwa Alma demam sampai 39 derajat. Alma tiba-tiba bangun dari tidurnya muntah-muntah kemudian badannya panas. Gue ingat apa kata dokter saat setelah imunisasi campak, bahwa ‘efek dari vaksin bisa mengakibatkan panas disertai dengan keluarnya campak’.

Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasang suhu diatas setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah bila suhu >38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu puncak –> suhu demam stabil –> suhu mulai turun. (http://www.sehatgroup.web.id) – Common Problems in Peadiatric

Seketika gue langsung menginstruksikan Sri untuk mempersiapkan tempra drop sekaligus juga menyuruhnya untuk mengompres hangat kepala Alma dan banyak-banyak memberinya minum. Tidak lupa untuk terus mengukur suhu tubuhnya dengan thermometer. Saat itu gue gak langsung memutuskan untuk pulang, gue rasa selama ini cuma demam akibat reaksi dari vaksin dan Alma masih mau makan dan minum serta tidak rewel, there is nothing to worry about. Penanganannya masih bisa dilakukan dirumah, gak perlu panic dan buru-buru ke dokter.

Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut:
<102F (<38.3C) :
tidak perlu obat penurun panas, ekstra cairan (minum banyak)
>102F (38.3C) uncomfortable :
beri obat penurun panas, kompres hangat
>104F (>40C) :
beri obat penurun panas, kompres hangat hubungi dokter

Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)

Pulang dari makan siang, gue kembali menghubungi rumah dan menanyakan progress Alma, ternyata suhu tubuh sudah turun ke 37 derajat. Gue cukup lega mendengarnya. Alma masih mau makan, minum bahkan masih ceria untuk bermain. Gue pun meneruskan bekerja di kantor. Jam 5 kurang 15, Sri kembali menelpon dan mengabarkan bahwa suhu badan Alma kembali naik ke 39,5 derajat dan gue pun diminta untuk segera pulang. Langsung bebenah, catch taxi dan meluncur menuju Depok.

Sesampainya dirumah gue mendapati Alma yang sedang digendong oleh Mba-nya dengan kondisi bangun, normal, kepala masih tegak, masih tersenyum dan masih mau bermain. Hanya mukanya agak layu, kepalanya keringetan dan bibirnya merah. Namun sayang gue cukup kecewa melihatnya yang dibungkus sedemikian rupa; dipakaikan baju lengan panjang, celana panjang dan kaos kaki bahkan gue dengar Alma pun disuruh untuk selalu diselimuti ketika tidur. Sementara seharusnya jika anak demam lebih baik tidak memakai pakaian terlalu minim ataupun berlebihan, dianjurkan memakai pakaian yang tipis, juga tidak perlu berselimut, hal ini memungkinkan kelebihan panas untuk keluar dari tubuh anak. Well, gue tau ini atas perintah siapa, dan gue tau ini pasti terjadi. Gak perlu berdebatlah udah sering rasanya gue ‘berbicara’ tetapi selalu aja pihak ketiga ini yang merasa benar. Somehow orang yang udah punya anak dan berpengalaman sekalipun belum tentu lebih tau loh, lebih banyak mitosnya dari pada benernya, apalagi jaman orang tua kita dulu. Makanya kita harus banyak browsing dan baca artikel mengenai penanganan bayi dan penyakitnya.

So langsung saat itu juga baju Alma gue ganti dengan kaos tipis lengan pendek, kaos kaki juga dilepas, palingan celana panjangnya aja yang tetap dipakai. Gue juga kecewa mendengar penanganan Alma yang tidak tepat saat dia demam. Pernah gak sih denger anak demam tapi malah disuruh pake minyak telon??? Hmmmppph… dia terinfeksi virus (penyebab demam), dia bukan sakit perut or masuk angin!!

Gak berapa lama Mas Hendi pulang. Kita masih kekeh untuk gak membawa Alma ke dokter. So far penanganan yang kami lakukan sudah benar. Muntahnya sih gak berlangsung tapi sedihnya suhu badannya naik turun gak menentu. Tahapan yang kami lakukan sudah sesuai dengan yang ada di The Baby book; memberikan obat penurun panas, membiarkan panas keluar dari tubuhnya dengan mengenakan pakaian yang tipis, menjaga agar suhu tetap dingin, yaitu dengan menyalakan AC / kipas angin, memberikan cairan ekstra (oralit) dan memberinya makan.

Keesokkan harinya (sabtu) kondisi Alma semakin membaik bahkan sempet menunjukkan suhu normal, 36,7 walopun lebih banyak stay di angka 37, 9 derajat. Dia berperilaku seperti biasa, merangkak, berdiri, manjat, dan tetap ceria. Masih mau makan, minum dan bermain. Memang ada sedikit keluar bintik-bintik merah di wajah dan badannya, entah itu campaknya atau bukan, susah diidentifikasi.

Menjelang magrib kondisi Alma kembali drop, dari 37 kembali naik ke 38,8 bahkan menjelang malam gue sempet khawatir karena temperature menunjukkan angka 39,7 derajat. Angka tertinggi dalam 2 hari itu. Oh god, gue cuma takut Alma step. Gue pribadi masih berusaha tenang. Toh gue punya dokter pribadi dirumah, Dr. William Sears dalam bukunya The Baby Book. Semua sudah jelas disana: apakah itu demam, cara mengukur temperatur (sampai info memilih thermometer dan kiat pengukuran temperatur), saat tepat menghubungi dokter, tahap-tahap untuk menurunkan demam, memilih obat yang terbaik dan masih banyak lagi info yang berguna didalamnya. Makanya gue gak henti-hentinya deh merekomendasikan buku ini kepada para new momies, sampe gue akhirnya berkesimpulan bahwa buku ini merupakan hadiah yang tepat untuk diberikan kepada teman yang baru melahirkan

Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter :

v Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh > 38C
v Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh > 38.3C
v Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh > 40C

Saat untuk merasa lebih cemas saat anak demam:
• Kondisi anak tampak memburuk selam berjam-jam atau hari
• Semakin lesu, mengantuk dan kurang responsive
• Pucat atau warna kulit keabu-abuan
• Suram, ekspresi wajah gelisah
• Anak tampak tidak membaik ketika demam berkurang
• Tangisannya tidak dapat dihibur ataurengekan dan tangisannya semakin lemah
• Sama sekali tidak mau minum atau sudah dehidrasi; gelisah, muntah, diare
• Sesak napas
• Kejang; kaku kuduk leher, sakit kepala hebat

(Dikutip dari: The baby book dan American Academy of Pediatrics (AAP))

Perilaku anak adalah lebih penting dari pada temperaturnya. “Ia memiliki temperature 40 C tetapi masih dapat bermain dengan gembira”, adalah bukan kondisi yang mengkhawatirkan, tetapi seorang anak yang hanya ingin berbaring meskipun temperaturnya hanya 38,9C perlu dikhawatirkan. – THE BABY BOOK.

Namun yang namanya orang tua, apalagi baru pertama kali melihat anak sendiri sakit bukanlah hal yang menyenangkan. Tetap dalam hati ini ada keinginan kuat untuk menemui dokter, apalagi ada pihak yang sempet membuat gue kesal dan panic dengan mengemukakan issue jika Alma kemungkinan terserang “demam berdarah”. At that time gue gak butuh kesimpulan ‘asal bunyi’ yang keluar dari mulut siapapun. Identifikasi penyakit yang salah akan mengakibatkan penanganan yang salah.

Malam itu, kami pun banyak bertanya pada dokter kenalan dan sodara, hampir semua mengatakan dengan kondisi Alma yang masih mau makan minum dan gak lemes tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Juga tidak perlu dibawa ke dokter. Terus berikan minum yang banyak dan kompres kepala. Alma sendiri, setiap menunjukkan suhu yang tinggi selalu dalam keadaan tidur dan gak rewel . Akhirnya kami urung pergi ke RS. Sampai tengah malam suhu Alma paling turun sampai ke 38,7 dan setiap kali dia bangun maunya main dan ngoceh-ngoceh seperti biasa. Sama sekali tidak terlihat seperti anak yang sakit. Good girl!

Keponakan gue sendiri juga sedang terserang demam saat itu, bahkan lebih dari 4 hari yang setelah diambil darahnya dia terkena infeksi bakteri yang mungkin saja saat itu dialami oleh Alma. Gejala yang ditunjukkan kurang lebih sama. Atau mungkin juga panas dalam. Kakak menyarankan untuk membeli teh chrysanthemum yang ternyata setelah di cek tidak diperbolehkan untuk bayi 9 bulan. Kemudian kakak juga menyarankan membeli pir singo korea yang katanya bisa meredakan panas dalam. Gue turuti aja deh, entah ini panas dalam ato demam biasa toh pir kan buah jadi gak berbahaya untuk dikonsumsi.

Hari minggu, Alma menujukkan kondisi yang benar-benar sehat seharian itu. Dia terlihat sangat ceria tidak seperti anak sakit. Gue pun berkesimpulan Alma sudah sembuh dari sakitnya. Temperaturnya sudah normal antara 36,5 dan 36,7 walaupun sesekali menunjukkan akan 37,1. Sampai waktu tidur malamnya everthing was fine and normal. Alma sudah bisa ditidurkan kembali di box boboknya setelah 2 hari kemaren selalu dibaringkan di sebelah gue, gak tega ngebiarin dia bobok sendirian.

Jam 3 pagi Alma terbangun seperti biasa untuk menetek. Beberap menit setelahnya dia tertidur kembali disebelah gue kemudian dia gelisah dan terbangun dengan sedikit batuk dan betapa kagetnya gue karena tiba-tiba mulutnya mengeluarkan muntah dan muncrat yang cukup banyak. Semua susu yang dihisapnya keluar sampe beleberan ke seprai dan baju gue. Sedih rasanya melihat dia muntah sambil menangis, gue tau dia pasti sangat menderita. Saat itu Alma langsung gue berikan air putih sebagai penenang dan mengantisipasi kekurangan cairan, kemudian dia kembali tertidur. Gak berapa lama Alma kembali terbangun dan kembali muntah air betubi-tubi. Oh god, what happen with you baby??

Esoknya (senin), jam 6 pagi Alma kembali muntah-muntah. Masih kebayang di kepala gue mimic mukanya yang sedang muntah sambil menangis, dia pasti kesakitan, namun setelahnya dia kembali tenang dan ceria. Alma masih bermain dan ngoceh-ngoceh masih mampu merangkak dan berdiri. Hari itu gue dan mas Hendi putuskan untuk tidak masuk kantor dan membawa Alma untuk periksa ke dokter. Demamnya sudah sembuh tapi gue curiga ada sesuatu yang gak beres dengan pencernaannya. Lagi-lagi gue sempet kesel karena gue merasa secara tidak langsung sudah dipersalahkan oleh pihak ketiga dengan memberikan Alma menu yang disinyalir membuatnya muntah. Heran deh kok bisa-bisanya ngambil kesimpulan terlalu cepat. This is my baby I know what she is suffering from, gue percaya intuisi seorang ibu tidak pernah salah.

“Sebaiknya di 5 tahun pertama kehidupan anak yang berhak mengurus dan mendidik serta mengatur anak hanyalah orang tua, ayah dan ibu saja, kalo bisa campur tangan nenek, mertua, sodara or apapun namanya dihindari KECUALI kalau mereka satu visi sama kita. Usia golden age itu adalah masa dimana anak-anak menyerap semua informasi demi bekal hidupnya ke depan. Jadi kalau sampai ada orang yang gak 1 visi ama kita sebaiknya jauh-jauh lah dari orang itu” – Psikologi UI

Hmmm… We must get out and live alone in our own house.

Jam 9 pagi kami berangkat menuju RS Bunda. Hari itu ada 2 dokter anak yang praktek dari pagi sampai sore dan kebetulan 1 dokter anak direkomendasikan cukup bagus karena memang dokter inilah yang akan kami jadikan dokter keduanya Alma. Alma sengaja gak gue kasi makan, dia hanya diberikan minum yang banyak. Selama dalam perjalanan sampai di rumah sakit kondisi Alma sangat normal. Dia tidak muntah walopun sudah minum susu, Alma tidak lemes bahkan titah-titah selama di RS. Begitu giliran masuk, dokter langsung memeriksakan Alma, dan seperti biasa my baby ini emang gak bisa dipegang sama orang lain, dia mah maunya bebas makanya dia jejeritan nangis gak suka di kekang. Weleh!

“minggu lalu dia abis imunisasi campak dok, apa ada pengaruh ya sama demamnya”

Dokterpun mengiyakan. Imunisasi campak emang bisa mengakibatkan demam walopun tidak terjadi pada semua bayi. Dokter juga mengatakan bahwa Alma sedang tumbuh giginya jadi bisa juga menjadi penyebab demam. Untuk muntah dokter mengatakan kemungkinan infeksi bakteri , tidak ada hubungannya dengan imunisasi campak.

“sekarang lagi musim nih bu penyakit begini, jangan kaget ya kalo nanti juga diikuti dengan diare

Jreng! Udah demam, muntah trus bakal diare pula, oh poor my baby pasti dia bakal lemes dan kurus nantinya.

Muntah dan diare sebenarnya adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan pada manusia. Diare dan muntah adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan racun, virus/kuman yang masuk ke tubuh kita, ibarat tubuh untuk memberitahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh kita. Yang perlu dilakukan ada mencari penyebabnya, biasanya 80% penyebabnya pada anak terutama bayi adalah karena virus yang dikenal dengan ROTAVIRUS. Sebenernya tidak perlu diberikan obat anti muntah, karena obat-obat tersebut hanya akan mengurangi/menghentikan diare atau muntah tapi tidak mengobati penyakitnya namun dokter meresepkan 4 buah obat untuk Alma. 1 cairan elektrolit khusus bayi (kalo oralit katanya gak spesifik buat bayi walopun boleh diberikan), 1 puyer untuk mencegah muntah, 1 kapsul untuk pencernaan dan 1 obat tetes untuk penenang. Banyak banget ya obatnya untuk anak usia 9 bulan. Yah apa boleh buat lah ini kan udah atas petunjuk dokter, yang penting adalah Alma sama sekali tidak diberikan antibiotic. Dokter mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kondisi Alma, yang penting jangan sampe dia kekurangan cairan.

Pulang dari RS, kami menyempatkan jalan ke fatmawati untuk mengurus balik nama dan perpanjangan pajak mobil. Mas Hendi insist untuk langsung terus jalan dari RS tanpa nge-drop Alma dulu dirumah, gue pun setuju toh selama dalam mobil gue rasa gak ada masalah bahkan sampe di tempat tujuan dan duduk diruang tunggupun Alma masih terlihat ceria dan seneng titah-titah.

Kelar urusan, jam 1 siang kami langsung cabut pulang. Ternyata dalam perjalanan pulang inilah Alma kembali muntah, semua susu yang diminumnya keluar. Baju Sri dan jok mobil penuh dengan muntahan dan Alma pun terlihat mulai lemas. Buru-buru tebus obat, dan beri Alma makan karena sejak pagi sampai jam 2 siang Alma belum makan nasi, agak susah sih makannya, musti sedkit-sedikit tapi sering, minum susu yang dicampur obat juga ditolak terus tapi untungnya sebagian sempet masuk ke mulutnya kemudian Alma pun tertidur pulas. Emang ada 1 obat harus diminum 15 menit sebelum makan yang efeknya tidur sebagai penenang agar makanan yang masuk tidak langsung dimuntahkan.

Bangun tidur Alma kembali muntah dan terlihat sangat lemas, kepalanya selalu disenderkan ke bahu yang menggendongnya bahkan sampe malampun dia berusaha untk merangkak selalu terjatuh dan menyender terus ke bantal. Sedih banget deh liatnya. Pengen rasanya mindahin penyakitnya ke badan gue, tapi apa daya gue gak punya power untuk hal itu, Tapi walau begitupun Alma tetap tersenyum dan mau bermain, gue gak henti-henti semalaman memberinya ASI dan berdoa untuk kesembuhan Alma. Gue percaya bahwa ASI adalah obat alamiah yang bisa menyembuhkan penyakitnya. Gak henti-hentinya juga gue berikan pedialit agar dia gak dehidrasi. Untung aja Alma gak diare.

Malamnya Alma tidur dengan tenang sampai pagi suhu tubuhnya juga masih normal. Muntah-muntah pun sudah berhenti. Paginya (selasa) gue putuskan untuk berangkat ke kantor dan ketika gue berdandan gue mendapati dia terbangun dan sudah berdiri di box nya. Alhamdulillah Alma udah kuat sekarang, seperti biasa kalo gue dandan pasti deh dia selalu ngeliatin dengan seksama, moga-moga ntar pinter dandan juga ya nak, ntar bunda ajarin deh, heheheh…

Kemarin pas dikantor gue cek , Alma cuma 1X muntah itupun karena abis minum obat. Mungkin dia bosen kali ya minum obat terus. Makannya juga katanya udah mau, minum susunya banyak, suhunya normal. Alma is getting better bahkan dia sudah sembuh sekarang, walopun pas bangun malam dia suka rewel. Semoga penyakitnya gak kambuh lagi. Barusan gue abis telp lagi kerumah katanya Alma lagi maen-maen, kondisi badannya sudah fit.

Sekarang malah bunda nih yang sakit, flu dan pilek. Arrrrghhh..musti jauh-jauh dari Alma deh biar gak ketularan.


Recent love from: knox


Me and Make-Up

Cosmetics, It's Me • June 25, 2008

make-up.jpg

Pic make-up dari sini

Salah satu yang suka gue sukai dari training yang gue ikuti minggu lalu adalah at the end of session kita diberikan kiat-kiat how to improve our performance and skill melalui grooming dan make up training. Sebenernya sih ini bukan hal yang baru buat gue, apalagi make up, waaaaah itu mah bagaikan makan tanpa sambel (yoi, gue gak bisa makan kalo gak pake sambel), kalo sehari-hari gak pake make-up rasanya gak PD deh, walopun gue gak jelek-jelek banget jugalah *ehem* tapi buat gue make-up itu penting dalam menunjang penampilan sehari-hari. Makanya gue cukup dikenal dengan dengan julukan ’si wajah dandan’, malah kalo secara sengaja gue gak ber-makeup selalu disangka lagi sakit karena pucet.

Dan dari serangkaian step yang diajarkan kemaren, praktis gak ada satu hal baru pun yang gue dapetin dari si beautician, semuanya udah sesuai sama apa yang gue lakuin dalam ber make-up, mulai dari membersihkan muka sampe ke tahap memoles muka. Yah secara selain karena gue cukup berbakat dalam hal merias diri (gak pernah kursus loh padahal), gue juga kan dulu sering bikin beauty class dan ngasi training make-up untuk umum dan perusahaan-perusahaan waktu masih aktif di Oriflame, makanya si beautician sampe memuji gue karena sudah sangat luwes dalam memoles muka:

*Udah tau kalo apply pelembab tuh kudu dibagi empat dulu di muka baru dipoles, beda dengan foundation yang boleh langsung disapukan diwajah dengan cara menepuk-nepuk ringan bukan di geser-geser, sama halnya dengan bedak, supaya lebih nempel dan tahan lama.

*Udah tau gimana cara bikin alis yang benar, termasuk bagian mana yang kudu tebal dan tipis. Bikin alis tuh gampil banget loh! Tapi sebaiknya alisnya dirapihkan dulu atau dicukur supaya gak berantakan. Kalo udah expert gak perlu tuh deh ngukur-ngukur dimana puncaknya? dimana harus naik dan turun? sampe berapa panjang ekornya?

*Udah tau kalo eyeshadow itu enaknya mah ditepuk-tepuk pake tangan aja biar warnanya nempel dan menyatu abis itu baru deh dipakein blended brush.

*Udah tau kalo make blush on itu lebih baik dari atas ke bawah bukan dari bawah keatas (baru tau kan???).

*Udah tau pake mascara itu di sapu zigzag dulu baru abis itu disapu dari bawah ke atas. Kalo buat bulu mata bawah mascaranya kudu tegak lurus dan sapu-sapu aja bukan horizontal.

*Udah tau cara bikin shading dihidung biar keliatan mancung.

Pokoknya semuanya sama deh sama yang diajari si beautician mpe gue sendiri rasanya pengen maju ke depan mending ikutan ngajar aja deh, soalnya gak ada yang kudu diperbaiki dari skill ber-makeup gue. Hehhehe…

Mungkin orang berpikir dandan itu takes a lot of time banget ya. Banyak temen-temen yang tanya emangnya jam berapa sih gue bangun pagi mpe bisa dandan selengkap itu?? Hahhaha…Emang kalo belum biasa pasti akan lama dan ribet tapi buat gue karena udah lumayan luwes cuma butuh waktu 10-15 menit aja dan ini bukan make up standar loh, tapi make-up lengkap mulai dari pelembab, foundation, bedak, alis, eyeshadow, eye liner, mascara, blush on sampe lipstick. Eyeshadow juga bukan sekedar pulas aja tapi dipakein sudut or campuran beberapa warna. Gue emang kalo dandan gak ada bedanya sehari-hari sama ke pesta (hahaha emang dasar ratu dandan), semua step itu wajib buat gue, palingan kalo ke pesta tinggal dipertebal aja dan lebih “blinking”. Dan gue justru ogah didandanin di salon karena yang udah-udah selalu aja gak sesuai sama yang gue mau, jadi sekarang kalo mau foto or ke pesta, muka lebih baik digarap sendiri aja. Untuk warna sendiri gue gak punya specific color sih, pokoknya asal jangan merah menyala, gue suka warna-warna fresh kayak pink, peach dan orange tapi biasanya disesuain aja sama warna baju dan tempat, makanya eye shadow bejibun banget sampe warnanya ada yang belum kepake sampe sekarang.

Cukup bangga juga sih karena banyak yang tanya-tanya soal riasan gue, di toilet suka berpas-pasan dengan salah satu receptionist kantor pasti deh selalu ditanya gimana sih pake eyeshadow yang bener soalnya dia ngeliat gue kalo pake eyehadow kok nempel banget. Trus pernah suatu ketika sehabis dari sebuah bank untuk mengurus pembuatan account salah satu manager gue, si customer service saat menginfokan lewat telp bahwa kartunya sudah jadi, sempet ‘bermohon maaf ria’ sambil bilang “mba, jangan marah ya, mau tanya boleh gak? Mba pake bedak apa sih? Kok kayaknya nempel banget!”. Hahahah…gue mpe surprise ternyata ada orang yang meratiin riasan gue mpe segitunya. Padahal sih gue tuh seringnya pake bedak tabur doank loh (bukan two way cake), tapi kuncinya tuh ada di foundation. Namanya juga ‘foundation’, kalo dasarnya aja dah gak rapi udah pasti muka gak bakal mulus. Nah gue tuh selalu tebelin di foundation, untungnya foundation dari oriflame creamy banget tapi tetep ringan, bagus banget deh pokoknya (bukan promosi loh) jadi muka rasanya gak berat, dan gue gak pernah absen pake tiap hari.

Rasanya sejak gue di bangku SMA deh gue mulai merasakan ketertarikan terhadap make-up, waktu itu sih masih belum terlalu berani ya takut nanti dibilang centil sama senior. Jadi palingan gue pake bedak dan lip gloss aja. Barulah sejak lulus SMA gue mulai ber-eksperimen dengan berbagi jenis make-up. Saat itu padahal anak kuliahan juga kebanyakan masih polos loh mukanya tapi gue dengan PD nya di hari pertama masuk kuliah setelah ospek udah berani memulas wajah gue dengan make-up. Sampe sekarang kalo mau keluar rumah minimal pake bedak, lipstick dan alis even itu cuma ke pasar tradisional. Hehhe…kadang sih kalo lagi kumat malesnya bisa gak dandan sama sekali trus suka juga males touch up terutama kalo abis sholat di kantor, tapi kalo lagi mood mpe kadang make-up sama tempat gak mecing!. mau ke rumah sakit aja dandannya mpe full gitu. Hihih..

Entah udah berapa banyak peralatan dandan yang gue punya sampe 1 lemari isi 3 rak loh, penuh banget sampe saking rajinnya belanja make-up, belum abis keburu expired walhasil kadang 1-2 bulan sebelum tanggalnya gue suka cuci ngudang ngasihin ke para sohib gue terutama yang masih disegel dan belum dipake. Duuuh sayang banget tuh dulu padahal gue sempet motoin make-up gue yang bertumpuk buat kenang-kenangan tapi taunya filenya ngilang bersama hardisk computer dirumah yang error, padahal gue dah tata sedemikian rupa, sekarang mah semua alat make upnya dah gue sortirin, banyak yang dibuangin karena mau make yang penting-penting aja biar gak pusing. Hehhehe…

ocha-crop.jpgGue punya long time dream pengen jadi ‘make-up artist’, udah expert merias diri sendiri tapi kalo merias orang lain kadang masih suka deg-degan takut beleberan. Pengen kursus buat dapetin sertifikatnya aja trus nanti pengennya sih buka salon or beauty house gitu deh, ato kalo gak buka studio foto bareng mas hendi, suami yang jadi fotografer gue yang jadi periasnya. Kayaknya ini lebih pas kali ya secara gue juga maniac foto, dan juga maniac dandan. Hehehhe…kudu dimasukkin ke dalam dream book nih kayaknya.

Nah pas training kemaren ternyata para peserta diberikan voucher gratis senilai Rp. 250.000 buat belanja make up di Loreal, Centro Plaza semanggi. Waaah seneng banget donk, langsung deh hari sabtunya abis imunisasi Alma, kita jalan ke Pelangi soalnya due datenya sampe 30 Juni dan gue males nunda-nunda, sekalian ajalah pas lagi keluar di sempetin mampir, apalagi hari itu mas hendi emang janjian ketemuan sama temennya.

Pas banget ada beberapa alat make-up gue yang lagi abis. Biasanya sih gue pake produk oriflame, lebih murah tapi gak kalah dengan body shop tapi dari pada keluar duit lagi ya dialihkan aja dulu ke loreal. Gue pilihlah eye make up remover, ini salah satu yang wajib punya secara gue tiap hari pasti riasan mata. Lipstick juga dah mo abis, kebetulan dapet yang warnanya mirip dengan favorit gue di Oriflame. Blush on, pengen cari warna yang lebih cerah, trus satu lagi karena sisa voucher cuma sekitaran 30 ribuan jadi gue pilih whitening facial foam aja. Mana dapet gratis clutch lagi, wah bener-bener beruntung deh gue. Heheh…

Padahal pengen banget milih mascara dan bedaknya, 2 benda itu juga udah mo abis soalnya tapi karena harganya diatas 140 rban, kayaknya vouchernya gak cukup nih buat dapetin yang lainnya (kenapa sih vouchernya gak dikasi 500 ribu aja? Hihihi maruk.com). So dari pada dapet 2 mending dapet 4 kan? Mayan lah.

Centro plangi hari itu rame banget. Dimana-mana lagi discount. Duuh untung deh gue jalan gak sendirian, ada Alma yang bisa bikin gue ngerem belanja. Gue berusaha untuk gak ‘mleng’ dan mampir ke bagian baju, apalagi sepatu, bisa-bisa kalap ntar. Dalam 1 bulan ini aja gue kan udah beli beberapa baju dan sandal sekitaran 500 ribuan. Entah kenapa keinginan untuk belanja fashion setiap bulan tuh susah banget di-rem nya. Namanya juga cewe, kalo punya duit mah semua juga dibeli kali…hihihi. Akhirnya kemaren yah jebol juga sih pendirian. Beli jeans lee cooper cuma 120 ribu bow! Harga aslinya 286 ribu padahal. Malah ada yang harganya cuma 90 ribu, sayang sih size gue lagi abis. Mungkin kalo pake size sebelum melahirkan gue masih bisa pake nomor 25, tapi berhubung kemaren jeans yang gue pilih bahannya stretch dan gue emang masih gendut jadi size yang pas ternyata nomor 28.

Mas hendi juga minta beliin kemeja buat kerja. Selama ini emang dia tuh paling jarang banget belanja baju or sepatu. Beli baju terakhir dah lama banget deh dan dia bukan tipe yang suka beli barang-barang mahal. Kemaren aja kemeja cuma 119 ribu dia bilang mahal, dia maunya yang dibawah 100 ribu aja. Yah gue mah seneng-seneng aja ya. hehehehe… tapikarena kemejanya emang bagus gue relain deh ambil 2, abisan selama ini gue mulu yang belanja, kasian dia gak pernah dijatahin ‘shopping’ ;)

*Keterangan foto:
Photograph by: My husband
Make up by: My self
Hair by: Salon :D

Foto diambil waktu jaman pacaran dulu (2005)





Developing The New You

It's Me

Kamis dan Jumat lalu akhirnya gue berkesempatan untuk menghadiri external training yang dibayarkan oleh kantor yaitu Excellent Secretary Program yang juga mencakup mobile office secretary yaitu how to Use IT tools effectively in this mobile edge, apalagi kebetulan di kantor kami antara Microsoft Outlook dengan mobile phone/PDA si manager sudah synchronize sehingga kami sebagai sekretaris tetap bisa update dengan kegiatan si bos dan berkomunikasi melaui email dimanapun si bos berada. Training ini merupakan kombinasi antara skill dan personality. Kebetulan salah satu rekan mengajak untuk ikutan bareng dan setelah gue liat-liat topic nya not bad lah, so akhirnya gue putuskan untuk join dan di –acc sama si bos.

Setelah lebih dari 3 tahun gue bekerja di perusahaan ini, rasanya baru kali ini lah gue mengajukan training untuk menunjang pekerjaan gue. Sebenernya sih anytime pengen ikutan training gak ada masalah dengan si bos, tinggal ngajuin pasti disetujui, cuma selama ini gue agak males nyari-nyari training apa yang sekiranya menarik untuk gue ikuti. Kalo cuma sekedar computer skill training rasanya kok ya basi amat gitu, gue kan gak gatek2 amat, bisa dibilang skill computer gue lumayan advance lah, so far dengan learning by doing aja hampir semua tools yang ada di Microsoft office bisa gue praktekin palingan kalo ada yang ribet dikit tinggal panggil heldpdesk, kelar deh masalah. Hehehe…

Ternyata lumayan banyak hal yang gue dapet dari training tersebut, terutama pada topic Build an excellent interpersonal skill dan Developing the new YOU, bikin kita termotivasi terutama pada saat si trainer mengungkapkan fakta-fakta bahwa begitu banyak orang cacat di dunia ini yang berhasil dan menciptakan karya yang luar biasa.

Berapa kilometer paling jauh orang sanggup berenang??
 Benoit Lacomte, bertolak dari Tanjung Kod, Massachusset menuju pantai Quiberon, Perancis.
 Dia berenang 8 jam istirahat 2 jam, siang-malam, dari tanggal 16/7/98 sampai 28/9/98
 Menempuh jarak 5600 km !!!
 Selama 74 hari

Mampukah orang buta bermain ski?
 Janet Gray, juara dunia ski air tuna netra
 KEVIN ALDERTON tuna netra, pemecah rekor ski luncur, 101 mil/jam

Mampukanh orang buta mencapai puncak Himalaya?
 ERIK WEIHENMAYER tunanetra pertama yang mencapai puncak EVEREST Himalaya (8850 m dpl)

Adakah orang yang memiliki gelar doctor lebih dari 3 kali? Berapa? Siapa?
ADA : Buckminster Fuller (12/7/1895 - 1/7/1983)
PEMEGANG 47 GELAR DOKTOR

Sanggupkah orang yang lumpuh dari pinggang ke bawah (paraplegic) berenang sejauh 21 mil di lautan ?
 JASON POPULY, penderita paraplegic pertama yang berhasil menyeberangi selat Catalina, 21 mil, dari pelabuhan Longbeach LA ke pulau Catalina.

And so on…and so on… masih banyak lagi fakta-fakta yang menakjubkan, terutama I was really…really…really… amaze begitu melihat rekaman video yang menampilkan seorang ibu yang tidak memiliki kedua tangan namun sangat telaten dan terampil mengurus bayinya, memandikannya, memakaikan bahkan mengancingkan bajunya, mengangkat bayinya dari dalam box hanya dengan menggunakan kedua kakinya. Can you imagine that??

So kenapa kita yang diberikan tubuh sempurna gak bisa memanfaatkan energy dan potensi yang kita punya dengan maksimal? Yeah..yourself know the answer.

Gue juga belajar bahwa dalam hidup ini kita harus berani menvisualisasikan impian. Kalo mau punya mobil mewah, rumah besar or jalan-jalan keluar negeri cobalah untuk terus di-visualisasikan di otak kita ternyata hal tersebut bukan mustahil menjadi kenyataan. Hmmm…Emang sih it sounds crazy yah, masa mo punya mobil Mercy trus pura-pura nyalain mobil, ngunci pintunya pake remote “nit-nit” dan seolah-olah itu mobil parkir di halaman rumah kita, yang ada ntar kita disangka orgil kaleeee. Hehhehe…

Pernah saat dibangku kuliah, seorang dosen gue menganjurkan hal yang sama. Beliau bercerita bahwa dulu beliau bercita-cita ke negeri belanda. Saking pengennya beliau pergi kesana, di tembok belakang tempat tidurnya di tempel-lah poster negeri belanda yang sangat indah dan asri. Setiap hari beliau tak pernah absen berkhayal sambil berdoa serta mematut-matut diri di depan poster tersebut seolah-olah beliau sedang berada disana dan it works…beberapa tahun kemudian cita-cita tersebut tercapai. Well, katanya emang ada keterikatan antara visualisasi dan impian yang ingin kita raih, semakin sering di ‘khayalkan’ maka hal tersebut bisa terjadi di depan mata. “IF YOU DARE TO DREAM IT, YOU CAN ACHIEVE IT” (WALT DISNEY).

Let’s dreams of today determine the opportunities of tomorrow. Kita mau jadi apa? Penumpang atau pengemudi? Penerima atau pemberi? Yang ditolong atau yang menolong? Yang dihibur atau yang menghibur? Kita mau berbuat apa? Membangun sekolah? Membangun rumah ibadah? Main ski di Alaska setiap musim dingin? Berlibur kemanapun anak-anak mau selama liburan sekolah? Punya tambak udah 100 hektar? Well, untuk itulah kita perlu membuat our “DREAM BOOK”.

So far gue pribadi gak pernah punya keinginan or cita-cita yang ‘muluk’, gak punya khayalan, abisan kalo mengkayal yang enak-enak takut kecewa kalo gak tercapai. Hidup gue rasanya datar aja, melakukan sesuatu sesuai arus, apa yang didapet ya itu aja deh yang dijalani. Pasrah banget ya…mungkin gak bagus juga ya jadi orang yang ‘nrimo’ kayak gini, jadinya gak pernah berusaha dengan maksimal, padahal kalo ditanya mah gue pengen banget keliling eropa, pengen banget punya rumah mewah, pengen banget punya perusahaan sendiri tapi lagi-lagi tuh semuanya kembali ke uang, dan untuk mendapatkan uang butuh usaha yang gigih nah untuk membangkitkan usahanya inilah yang suka kepentok dengan kata “gak mampu” ataupun “males” *sigh*.

Maka untuk itu kita perlu yang namanya PLAN. Hidup ini harus punya rencana. Apa target kita dalam 5 – 10 tahun kedepan? Gue pribadi kalo ditanya begini suka masih mikir jawabnya. Harusnya mah ini udah diluar kepala ya. Tapi yang pasti sih someday (belum bisa diukur kapan), gue pengen banget jadi FTM, gue pengen kalo anak gue ditanya oleh teman or gurunya? Hey kid, who is your hero? I want her/him to answer: Bunda, is my hero. NOT superman or Naruto. And therefore I need time and money to cover this.

Hayo menurut kalian ada gak sih orang yang berencana masuk penjara? Pasti gak ada kan? Tapi kenapa coba penjara penuh??? IF YOU FAIL TO PLAN means YOU ARE PLAN TO FAIL.

Di training ini gue juga belajar untuk berani menjadi a positive thinker. Whatever you do, wherever you are, jadilah orang yang selalu berpikir positif. Kalo boleh menilai diri sendiri, gue merasa bahwa semakin hari gue merasa memiliki pribadi yang semakin membaik (Alhamdulillah). Gak suka menilai orang dari luarnya aja, gak suka men-judge orang jelek bahkan sekalipun orang yang dibenci dikantor pun gue masih tetep bisa berhubungan nice dan dekat, masih mau berkomunikasi dan berteman dengan orang yang pernah menyakiti hati gue. Melayani permintaan orang lain dengan ramah. Berusaha untuk gak ketus dan sombong. Kalo dulu pas bayar ongkos angkot trus suka marah-marah karena gak diberi kembalian (hehehe yeah that’s me, kesel kan kalo deket aja di charge sama), sekarang gue berusaha untuk lebih wise, gak itung-itungan dan berusaha untuk ‘memberi lebih’ kepada orang lain.

Apa sih buah dari berpikir positif itu?
 PERCAYA DIRI MENINGKAT
 LEBIH PRODUKTIF
 MENAMBAH KAWAN
 MEMPERLUAS HATI
 MENYEHATKAN BADAN

Well yeah, gue gak mau panjang lebar deh, setelah ini gue berusaha untuk membuat rencana dalam hidup gue, memiliki target dan cita-cita. Mau bikin matriks hidup: akan menjadi apa? Akan berbuat apa? Akan memiliki/member apa? Akan dikenang sebagai apa? untuk diri sendiri, untuk pasangan, untuk anak-anak, untuk kerabat, untuk masyarakat. Ah kudu mikir dulu nih kayaknya. Hehhe…





Bulan Kesembilan: Gerakan Yang Beragam

Almathea Valezka • June 23, 2008

Dari merangkak, lalu menarik diri keatas, kemudian memanjat

Perhatikanlah bayi yang merangkak menuju tempat tidur atau sofa. Ia mencengkeram seprai dan tempat tidur atau kain untuk menarik tubuh mereka ke atas sejauh ia bisa, sebuah kecakapan yang dinamakan ‘mendaki’. Secara sederhana, kecakapan ini adalah gerakan keatas, bukan ke depan, suatu contoh tentang cara yang dilakukan bayi untuk memperluas kecakapannya. Karena sistem saraf bayi berkembang dari kepala sampai kaki, lengannya lebih kuat dan lebih terkoordinasi daripada kakinya.

Sekarang dimulailah kesenangan. Setelah bayi dapat merangkak dan berdiri sambil berpegangan, inilah dia si pemanjat. Bayi suka memanjat melewati tumpukan bantal dan khususnya permainan menaiki ayah yang terbaring di lantai. Kemudian bayi menemukan aktifitas utama dari memanjat. Anda akan memergoki ia mendongak ke atas tangga. Bayi anda mungkin akan memanjat anak tangga itu pada akhir tahun pertama, khususnya bila disemangati oleh pemanduk sorak yangterdiri dari orang tua dan saudara kandung.

Dikutip dari The Baby Book karya William Sears, MD

alma-titah.JPGKemaren Alma tepat berusia 9 bulan (22 September 2007 - 22 Juni 2008). Horeeee…3 bulan lagi artinya akan merayakan ulang tahun yang pertamanya. Duuuuh my baby gak terasa sudah besar kau nak, makin lucu, pinter and ngegemesin. So far perkembangannya sangat normal dan sesuai dengan umurnya. Dan The Baby Book yang selalu menjadi acuan gue selama ini gak pernah sedikitpun meleset dari kondisi Alma setiap bulannya. Seperti halnya quote yang gue ambil di bulan ini, ya saat itulah yang sedang dialami Alma. Sebagai perkembangan dari kemampuan geraknya, saat ini Alma lagi suka banget mendaki dan memanjat! Alma udah pinter naik turun tempat tidur, udah bisa mengangkat kakinya dengan reflek ke lantai yang lebih tinggi, bisa manjatin anak tangga (tapi belum bisa turun sendiri karena masih bahaya), bahkan kalo dia pegangan ke lemari untuk membantunya berdiri, setelahnya kakinya langsung diangkat seolah dia ingin memanjati tuh lemari. Aneh kan? tembok aja kadang suka mau dipanjantin sama dia, eleeeeuh…jangan sampe ni anak ntar jadi pemanjat tebing deh. Hihihi…Kalo dulu untuk membantunya berdiri dia harus punya pegangan yang bisa digenggamnya, sekarang dia udah mulai pinter berdiri pegangan tembok hanya dengan meraba lewat telapak tangannya. Alma juga sering berdiri dengan berpegangan anggota tubuh ayah, bunda or mbaknya bahkan kadang idung bunda aja dijadiin pegangan sama dia. Dan sekarang ini dia Alma udah lancar banget mengkombinasikan antara merangkak, duduk, berdiri lama dengan seimbang bahkan udah bisa menekukkan kakinya dari bediri untuk kembali duduk ke lantai. Pokoknya bulan kesembilan ini bulan yang seru banget deh, baby kita udah pinter banget dan tambah lucu tingkah dan polahnya.

Menguasai Dunia Kata-Kata

Yang paling menakjubkan dari serangkaian perkembangannya adalah perkembangan bahasa. Gue pernah baca di The Baby Book bahwa ‘bahasa itu adalah ditangkap bukan diajarkan’ jadi sering-seringlah mengajak bayi kita berbicara. Nah saat ini ocehan Alma sudah semakin beragam, sudah bisa mengeja kata-kata sedikit demi sedikit, udah bisa merespon pertanyaan (seperti yang gue ulas di postingan sebelumnya), dan Alma juga sering merespon perkataan dengan jawaban “he-eh” seperti:

“Alma mau mam?”
“he-eh”

Alma mau bobo”
“he-eh”

Pertanyaan sederhana dan sudah akrab akan memicu tanggapan yang dapat dimengerti. Belum ada kata-kata ‘ya’ atau ‘tidak’, namun bahasa tubuh banyi jelas sekali. Kecuali tentunya, dia tidak mengetahui sendiri apa yang dia inginkan.

Apabila anda merasa bahwa bayi benar-benar mendengarkan hal yang anda katakan, pertahankan ketertarikannya. Contoh bila anda menunjuk seekor burung di langit dan mengucapkan “burung”, dan anda memperhatikan bahwa bayi juga melihat ke langit dan mengucapkan sesuatu yang terdengar seperti “burung” maka untuk menyatakan betapa benarnya bayi memahami suara ini, katakan dengan senyuman “ya itu adalah burung”. Pernyataan ini adalah awal dari kecakapan mental yang berkembang dengan lebih baik pada tahapan selanjutnya - kemampuan bayi untuk membuat dirinya mengerti dan merasa bahwa kata-katanya dimengerti - THE BABY BOOK.

Hal ini sudah terjadi pada Alma, beberapa hari yang lalu mbak nya Alma mengucapkan “Tuh kereta lewat tuh…” saat suara kereta terdengar sampai kerumah kami dengan jelas. Gak berapa lama body language Alma terlihat mencari dari mana arah datangnya suara kereta dengan bergumam “eta”. Seketika gue pun langsung meresponnya dengan “Iya itu kereta, pinter deh Alma”.

Tangan Yang Dominan

Kutipan ini gue baca di The Baby Book pada ulasan berbulan-bulan yang lalu:

“Walau bayi mungkin tidak menunjukkan tangan dominannya selama beberapa bulan kemudian, terkadang antara usia enam hingga sembilan bulan, anda bisa mendapat isyarat yang menunjukkan tangan sebelah mana yang akan menjadi tangan dominan. Letakan mainan tepat di depan bayi, dan perhatikanlah tangan yang akan dia pakai terus menerus untuk memegang mainan itu. Sekarang, taruhlah mainan itu pada sisi kiri. Bila bayi tidak kidal, ia akan meraih mainan dengan tangan kanan, dan tangan kirinya bersiaga untuk membantu. Sekarang, coba latihan yang sama dengan mainan di sebelah kanan bayi untuk melihat tangan mana yang akan terus menerus memegang permainan. Lebih dari tiga bulan berikutnya, kebanyakan bayi akan menampakkan tangan yang dominan”.

Sejak membaca kutipan tersebut gue menyadari bahwa tangan Alma lebih dominan Kidal. Jika dia disodorkan mainan ke tangannya maka tangan yang lebih sering menyambut mainan tersebut adalah tangan kiri. Dan ini terjadi berulang-ulang, bahkan setelah setiap kali kami mengajarkannya untuk menggunakan tangan yang baik (tangan yang kanan). Kalo maenannya gak diberikan karena dia tidak mau menggunakan tangan yang baik, maka hasilnya Alma akan protes kemudian menangis.

Beberapa hari ini bahkan ada 1 hal yang mungkin bisa menguatkan anggapan tersebut yaitu Alma sudah bisa melambaikan tangannya untuk dadah tapiiiii….dengan tangannya yang KIRI. Selama ini setiap kali kami mengajarkannya untuk dadah ketika berangkat kantor di pagi hari, Mbaknya Alma selalu membantu Alma melambaikan tangannya yang sebelah kanan. Namun ketika dia sudah bisa melakukan “dadah” seorang diri justru tangannya yang kiri lah yang digunakannya. Apakah ini memang pertanda bahwa Alma akan menjadi kidal ya? well…let see dalam 3 bulan kedepan.

Tukang Tiru

Pada suatu hari gue sempet sedikit panik mendengar Alma yang tiba-tiba sering sekali batuk di sela-sela permainannya. Selama ini Alma belum pernah sakit batuk dan hal ini lumayan mengganggu kuping gue. Ternyata setelah gue selidiki, batuk tersebut hanyalah tiruan. Bayi memang pintar meniru tapi gue gak nyangka ternyata sampe batuk pun bisa dia tiru juga. Hahahha…hal ini diperkuat dengan kilasan perkembangan bayi 9-12 bulan yang gue baca di The Baby Book yaitu: Membuat suara-suara tiruan: batuk dan menjetikkan lidah. Naaaahh karena dirumah, eyang kakung sering banget batuk jadi mungkin Alma jadi ikutan niru-niruin. Malah dia nih suka banget niruin napas orang yang ngik-ngik gitu bunyinya terutama kalo dia lagi ketawa gemes. Ya ampuuun…bikin kaget aja nih anak.

Imunisasi Campak

periksa.JPG

Anyway, sabtu kemaren kami membawa Alma untuk imunisasi terakhir di tahun pertamanya yaitu imunisasi campak. Ah akhirnya dompet bisa istirahat juga dari dari imunisasi at least mpe umur 15 bulan dan 18 bulan, hehhe…Selama menunggu ibu dokter dan suster menyiapkan jarum dan vaksin, Alma duduk di tempat tidur pemeriksaan dan merampas pulpen ibu dokter yang sedang dipegang, merampas map folder hasil pemeriksaan USG kepalanya yang sedang dibaca oleh ibu dokter, wah pokoknya nih anak bikin ibu dokter terkekeh-kekeh dengan ulahnya, apalagi setelah pulpennya diambil langsung di tarok di atas kepalanya seolah dia ingin mengajak bermain. Duuuh bocaaah…Dokter bilang kemungkinan demam dan keluarnya bintik-bintik campak bisa terjadi setelah imunisasi ini, temen juga ada yang bilang 3 minggu kemudian anaknya baru keluar campaknya, yah semoga Alma gak sampe demam deh ya.

Dibawah ini data perkembangan Alma di bulan kesembilan:

BB: 8,3 kg (naik 300 gram)
Panjang: 72 cm (tidak ada kenaikan)
Lingkar kepala: 43 cm (naik 0,5 cm)

Untuk berat badan kemungkinan karena Alma sempet terserang diare ringan jadi naiknya hanya 300 gram, tapi sih diarenya juga gak parah dan gak sampe 3 hari trus pupnya gak yang sering banget-bangetlah jadi gue rasa faktor keaktifan Alma lebih mempengaruhi dalam hal ini. Pokoknya nih anak gak pernah diem sedetikpun, merangkak kesana kemari, ngoceh, teriak-teriak kecuali kalo di gendong baru dia gak berkutik, abisan kalo gak gitu kita sendiri yang capek nurutin kemauan dia. Sementara tinggi badan setelah gue ukur lagi sendiri emang gak ada kenaikan, tapi itupun setelah di cek pada grafik perkembangan Alma, dia udah berada diatas standar. Kalo lingkar kepala yang dukur sama suster malah 42 cm dibawah bulan lalu ya gak mungkin lah, masa sih jadi turun, so gue coba lagi ukur sendiri ternyata 43 cm kok. Ini pun gue udah gak worry lagi karena hasil USG kepala Alma beberapa minggu lalu memperlihatkan hasil yang bagus.

Perkembangan Tingkah Laku:

1. Merangkak sudah sangat lancar, duduk sendiri sudah fasih ditambah sering mendaki, memanjat, berdiri sendiri pada perabotan tanpa dibantu, kian hari kian seimbang dan bisa kembali lagi duduk sendiri dari posisi berdiri

2. Suka banget turun naek tempat tidur, mendaki tangga dirumah eyang yang kebetulan lantainya turun naik.

3. Jalan dengan dititah semakin lancar, sekarang udah bisa dititah hanya dengan memegang tangannya

4. Kalo ada yang menyanyi ataupun di setel-in musik dan lagu badannya langsung digoyangkan dan kepalanya suka ajeb-ajeb

5. Kalo gak males, udah bisa tepuk tangan terutama kalo diajak bermaik pok ame-ame

6. Kalo gak males, udah bisa megang botol susu sendiri, tapi jarang banget, maunya di suapin terus.

7. Udah bisa melambaikan tangannya untuk dadah disertai dengan ucapan “aaa…aaa…aaa…” atau “tda…tdah..”

8. Suka banget bermain cilukba (persis dengan yang ditulis di buku bahwa pada tahap ini bayi sangat menyukai permainan cilukba). Sekarang kalo maen cilukba dia yang langsung menyikirkan tangan ataupun benda yang menutupi wajah kita abis itu dia langsung tertawa senang.

9. Suka meniru. Yaitu isyarat tangan dan ekspresi wajah, misal menaruh tangan diatas kepala dan tepuk tangan, suka meniru suara misalnya batuk dan suara lidah ataupun gerak bibir, suka meniru kata-kata yang didengarnya.

10. Udah bisa mencari benda ataupun maenan yang hilang dari penglihatannya, misalnya jika maenannya diumpetin dibawah
selimut ataupun bantal dia langsung mencarinya (kalo dibuku hal ini harusnya terjadi pada saat mendekati akhir tahun pertama)

kuda.JPG

Selama ulang bulan, Alma ;)





Campur Sari

Life, Almathea Valezka, It's Me • June 18, 2008

Aaaaah…udah lama banget nih gak update blog. Pokoknya kalo gue absen nulis itu artinya di kantor gue lagi sibukkk…buk…buk…banggets! Hmmppphhh…Kebetulan aja nih hari ini si bos lagi on business trip selama 3 hari jadi bisa ‘meleng’ dikit dari kerjaan deh, walopun PR bertumpuk banget, gue sempetin buat nulis walopun secuil (yakin cuma secuil??). Apalagi 2 hari besok ini gue bakal attend training di luar kantor, sok pasti gak bakalan sempet buat nge-blog.

A couple of stories in the last 2 weeks:

Almathea Valezka – The prettiest baby on earth

img_0599.JPGSeperti biasa, my baby nan cantik ini selalu jadi topic nomor wahid untuk di bahas. Almathea Valezka ini emang gak bisa dilarang ternyata, kalo udah punya kemauan harus dituruti, kalo dilarang dia bakal protes keras, dengan nada suara rengekan yang khas. Kadang gue sampe hampir (tapi belum sampe) baby blues nih ngadapein polah anak gue yang super heboh ini, jangan-jangan hiperaktif kah dia? Bayangin tiap pagi buta dia bangun, mimik ASI bentar abis itu gak mau bobok lagi, maunya maeeeen terus, merangkak, berdiri, jumpalitan, manjat, grasak grusuk. Sehari-hari juga dia kayak gitu, guling-gulingan dari ujung keujung, narik-narik kipas angin mpe mo menghantam badannya, ngacak-ngacak isi lemari, narik-narik kabel TV, etc…etc…pokoknya banyak polahnya yang bisa membahayakan dirinya dan gue baca di buku memang bayi memiliki temperamen seperti itu. Pokoke kalo baru beberapa jam aja ‘megang’ Alma gue dah langsung tepar dah, maklum deh kite bukan anak muda lagi kek jaman masih perawan dulu, sekarang udah emak-emak energi dah mulai berkurang. Ihik!

Duuuh perasaan kalo denger curhatan mommy laen baby nya gak gini-gini amat deh, kalem dan penurut. Untung gue masih termasuk ibu yang penyabar ya *walopun kadang dalem ati geram juga seeeh, maaf ya naaaak, hihi*. Tapi disisi laen gue sebenernya lega sih artinya baby gue termasuk anak sehat dan aktif. Bayangin kalo gue punya baby yang sehari-hari banyakan diem, bengong, perkembangan telat etc…etc…mungkin gue harus waspada yah.

Sekarang ini box boboknya udah diturunin mpe POL. Kalo kemaren bawahnya masih diganjel bantal sekarang bantalnya disingkirin deh! Soalnya Alma udah pinter berdiri sendiri di boxnya. Bangun tidur tiba-tiba dia udah berdiri dan teriak-teriak. Alamak bahaya ini, mpe kepalanya bisa nunduk ke luar batas box. Sekarang lebih aman lah kalo dia berdiri cuma kepalanya aja nongol sedikit.

box2.JPGbox1.JPG

box3.JPGbox4.JPG

Alma merangkaknya juga udah lancar dan lumayan cepet gerakannya, udah bisa berdiri sendiri dengan pegangan ke perabotan dan sesekali bergeser dengan merambat. Udah bisa bukain tangan orang yang maen cilukba abis itu dia langsung tertawa tergelak-gelak karena berhasil. Udah bisa mencari maenan yang diumpetin dibawah bantal, udah bisa merespon kata-kata, malah sekarang ini yang paling sering diucapkannya adalah : Taaaa’ adaaaa…. Nana? Ata’!

“Almaaa…pesawat mana?” (setiap ada pesawat lewat Alma pasti mendongakkan kepalanya ke langit)
“taaaa’ adaaaa….?” (gak ada)

“Tuh kereta lewat tuh” (rumah eyang deket rel kereta)
“Nana?” (mana?)

“Cicak mana cicak, ada gak cicak?” (Alma suka banget meratiin cicak yang berlarian di dinding)
“Ata’!” (ada)

Seneng banget ngeliat perkembangan bahasanya yang semakin hari semakin beragam, dia suka sekali meniru kita saat berbicara, apalagi bagi kita yang jadi guru bahasanya ini seolah mendapat respon dari pertanyaan yang diberikan. Paling gak, dia udah mulai mengerti apa yang ditanyakan dan jawabannya direspon dengan baik.

Seminggu yang lalu Alma sempet terserang diare ringan. Gue sempet kaget karena hari itu dalam rentang waktu 2 jam dia udah 5X pup, mana pagi-pagi buta pula, wah repot banget deh!. Begitu di cek ke mbak-nya ternyata hari sebelumnya dia juga pup 5X dalam 1 hari artinya dalam 24 jam itu dia kemungkinan pup sebanyak 10X, walopun yang beberapa kalinya cuma ‘cepirit’ doank gitu, sedikit aja kayak sisa-sisa tapi tetep aja ini bukan hal yang biasa terjadi. Tapi Alma tetep ceria dan gak berentinya merangkak kesana kemari, gak lemes, gak lunglai, sampe-sampe mau bersihin pup nya aja musti pake ‘tipu muslihat’ dulu saking nih anak bener-bener deh polaaaaaah nyaaaa…gak mau diem sedetik pun!

So demi mengantisipasi kekurangan cairan, gue langsung minumin oralit aja, utung aja dirumah ada persediaan. Gue sempet banyak tanya ke temen-temen yang lebih senior punya anak, sebaiknya apa yang harus gue berikan pada bayi yang mengalami diare, ada yang bilang kasi lacto-b, kaopectate etc. Paginya guepun titip adek gue untuk beli beberapa obat tersebut termasuk tempra drop kalo-kalo Alma mengalami panas, tapi begitu browsing di kantor gue mendapati informasi bahwa diare adalah mekanisme pertahanan tubuh karena diare membuang semua virus dan bakteri yang mengganggu sistem pencernaan kita. Begitu juga dengan muntah. Makanya kalau penyakitnya belum keluar semua, kemudian diare di-STOP, atau muntah di-STOP (dengan obat), bisa-bisa si kuman muter-muter aja di saluran cerna, berkembang biak lebih banyak, dan bisa mengakibatkan penyakit bertambah berat. PRINSIPNYA: cegah dehidrasi. Pada dasarnya diare merupakan penyakit yang sembuh sendiri (self limiting disease), so tindakan gue udah sangat benar dengan memberikan Alma oralit. Jadi obat yang udah dibeli akhirnya pun gak gue pakai, simpen aja dirumah untuk jaga-jaga. Begitu sharing sama temen sekantor bahkan ada temen yang anaknya kena diare sampe 7 hari didiamkan aja, yang penting adalah dia tidak kekurangan cairan, karena kalau dikasih antibiotika malah bisa memperparah diare. Berhubung tidak ada bakteri jahat yang harus dibunuh (kan akibat virus, bukan bakteri), jadinya si antibiotika membunuh bakteri baik. Makanya ada yang namanya antibiotic-associated-diarrhea.

Untungnya diare Alma termasuk kategori ringan, sehingga gak perlu dibawa ke dokter (apalagi gue bukan tipe yang apa-apa langsung ke dokter, sebagai ibu kita ini dijuluki dr. ibu loh karena bisa menangani penyakit anak sendiri). Alma gak kekurangan cairan, pup-nya gak berdarah, gak muntah, gak demam, kalo nangis masih ada air matanya, aktifitas dan polahnya juga gak ada perubahan. Dan hari berikutnya pupnya perlahan-perlahan normal, hanya aja karena pantat dan kemaluannya lembab terus akibatnya jadi muncul ruam merah dan iritasi sehingga pada saat bersihin pantatnya dia sempet nangis keras, mungkin perih kali ya…poor my baby…

Pengalaman temen-temen, pada saat bayinya mulai merangkak udah pasti akan terserang diare, karena kan tangannya menjangkau segala macem di lantai yang belum tentu bersih, abis itu biasanya suka end up di mulut, jadilah tuh bakteri dan virus ngendon di badannya. Padahal Alma tuh bukan tipe bayi yang suka masukin segala rupa ke mulutnya loh… analisa gue sih bisa juga Alma kena diare karena sebelumnya dia makan pudding jelly coklat yang terlalu kental, mungkin gak kuat kali ya lambungnya. 2 minggu sebelumnya Alma makan agar-agar biasa dan fine-fine aja, trus kemudian gue bikinin jelly coklat juga masih biasa aja tapi minggu berikut sisa jelly coklatnya gue bikin kentel karena kata mbak-nya yang kemaren terlalu lembek bikin Alma nagih, katanya udah dikasi 2 minta lagi walhasil sekali nyemil jelly dia bisa makan 3 potong. Nah sejak makan jelly yang agak padat itu lah dia mulai terserang diare…makanya pup nya sempet warna coklat tua dan berbentuk jelly gitu…hehehe jadi merasa bersalah nih…but she is ok now, moga-moga BB nya gak turun deh ya…

Oh iya, secara gak sengaja waktu ke Giant minggu lalu mo beli kebutuhan Alma, pas mampir ke bagian peralatan bayi ditawarin ikutan Lomba Foto Balita Huki sama SPG nya. Syaratnya cuma beli produk Huki minimal 25 ribu berhak mengirimkan 1 foto baby 0-5 tahun. Secara produk Huki banyakan botol dan dot doank dan Alma udah kebayakan botol jadi gak ada pilihan akhirnya beli aja lah 2 tempat botol-botol susu gak penting gitu deh, yang penting bisa ikutan lomba. Hahhaha…obsesi emaknya ini mah. Lah kan Alma udah punya foto studio, harus dimanfaatkan donk hasilnya… Kemaren di koran kompas juga ada informasi lomba foto ibu dan anak dari Lactamil, pen ikutan juga aaaah..tapi kudu bikin foto lagi donk yang berdua Alma…hhmm…kali ini yang murce-murce aja kali yeee… trus ada juga Joyful Moment Photo Contest (lomba foto momen bahagia ibu saat hamil dan menyusui) dari Prenagen, mo ikutan juga aaah… Hahahah…hadiahnya 15 juta loh kalo juara!

ASI dan Berat badan

ASI so far masih terus keluar, tapi kuantitasnya udah semakin berkurang. Sedih sih, biasanya jam 10 udah kenceng banget dan membengkak sekarang so-so aja. Dah gitu kalo pas mompa biasanya bisa 2X produksi (2X produksi = udah abis trus tiba-tiba keluar lagi deras) sekarang 1X produksi aja keluarnya gak sebanyak dulu. Padahal gue gak ngurangin asupan makanan loh…mungkin emang dah saatnya yah. Abisan Alma juga nete’ nya kan cuma malem aja, kalo wiken pun harusnya bisa ngasi full ASI suka gak kesampean karena Alma suka gak sabaran, baru juga ngucur tuh ASI tiba-tiba dia lepas, maunya bebas maen-maen, walhasil gue pompa aja dan ngasi lewat botol. Nih anak kayaknya bakal gampang disapih nantinya. Yah paling gak sampe 1 thn target gue masih bisa nete’in Alma deh.

Berat badan perlahan-lahan terus turun. Seneng banget udah banyak yang komentar “Ochaaa kok lo bisa kurus sih” or “Ciee yang dah kurusan”. Hahahha… padahal sih nih perut masih molor kemana-mana. Seminggu yang lalu udah 50 Kg (BB setelah melahirkan 65 kg). Artinya masih ada 5 kg lagi menuju BB awal = 45kg. Uhuy! Langsung ubek-ubek celana-celana lama dan HOREEE…size S pun udah muat. Ada sih yang masih kesempitan tapi at least most of my pants bisa dipake sekarang. Sayangnya ukuran baju masih M nih, soalnya mentok di dada, perut dan lengan. Emang kalo dah melahirkan tuh susah deh ngembaliin bentuk perut ke ukuran semula, tapi M not bad lah ya. Pengen BL gak jadi-jadi mulu nih, masih males aja bawaannya.

Rezeki dan Finansial

Alhamdulliah beberapa minggu lalu si bos memberikan kenaikan gaji XX %. Cukup surprise juga karena tadinya gue expect akan dapetin di bulan Juli setelah review performance dibulan ini. Itu juga gue pikir kudu ‘ngemis’ dulu secara terakhir dapet adjustment bulan Sept 06 and after that no one seems to care about my job. Yah beginilah kantor yang kalo naik gajinya sesuka atasannya. Untung aja bos baru gue nih orangnya sangat menghargai keberadaan gue disini. Diam-diam dia ngurus sendiri ‘change status’ gue dan tiba-tiba menyodorkan surat pemberitahuan kenaikan gaji. Voillaaa… ini dia yang gue tunggu-tunggu. Alhamdulillah… gaji sekre gak kalah sama gaji manager (Gaji manager di luar kantor gue loh ya, kalo manager di kantor gue mah dollar semua gajinya. Hahahha…). Kalo gue ngelamar ke perusahaan lainpun belum tentu ada yang bisa nge-gaji gue sejumlah ini, soale selama ini kalo gue ngetes kirim lamaran gue cantumin tuh expected salary pen tau aja gue dipanggil apa gak, ternyata gue gak pernah dipanggil, terlalu gede kali mintanya. Hahahha…Yah Alhamdulillah sampai saat ini masih diberikan rejeki yang cukup.

Alhamdullilah juga bulan ini cicilan mobil sudah lunas. 1 kewajiban hilang sudah dari daftar pembayaran bulanan. Yah walopun mobil kecil mungil gitu, tahun 2003 bukan mobil baru juga lah waktu dibeli, tapi selama 2 tahun ini selalu menemani kami kemanapun kami pergi. Gak pernah nyusahin, gak pernah mengalami kecelakaan or whatsoever, palingan cuma nyerempet or diserempet baret-baret kecil aja. Beberapa bulan yang lalu kami juga udah menggantikan 4 rodanya dengan yang baru. Yah secara ban yang lama kan udah berumur hampir 5 thn, ngeri juga lah kalo mau diterusin. Nah masalahnya asuransinya akan abis di bulan juli artinya harus diperpanjang, dan pajaknya juga abis di bulan ini kudu ganti plat juga. Dan secara laki gue tahun lalu gak melakukan kewajibannya maka pajak tahun lalu masih terutang dan numpuk di bulan ini jadi double. Ah kayaknya emang kudu gue yang turun tangan segala rupa urusan rumah tangga deh…susah ngandelin suami :P

Resolusi tahun ini

Ada 1 resolusi besar yang gue buat ditahun ini yang pengen banget gue realisasikan dan kayaknya emang harus direalisasikan sekarang juga supaya gak molor-molor terus! Saat ini masih dalam perencanaan doain ya semoga bisa tercapai.





Menu Bayi 6 bulan keatas

Foods, Almathea Valezka • June 4, 2008

Dibawah ini ada resep menu bayi kreasi sendiri maupun yang dapet dari buku or internet yang bisa ditiru: (untuk bayi diatas 6 bulan)

Puree Kentang - Brokoli - Keju

Tim Ayam

Bahan:
1 buah kentang ukuran sedang
1 buah brokoli ukuran sedang
20 gram keju, iris tipis atau parut
Air untuk merebus

Cara membuat:
1. Cuci bersih kentang, kupas dan potong-potong.
2. Potong-potong tangkai bagian atasnya, cuci sampai bersih.
3. Rebus kentang dan brokoli, selama kurang lebih 15 menit.
4. Pada saat masih panas, masukan keju, aduk.
5. Tunggu sampai agak dingin, blender sampai halus.
6. Untuk 3-4 porsi

Bubur Susu Ubi Jalar

Ubi

Bahan:
60 gr ubi putih/merah
26 gr tahu putih/sutra
50 ml susu formula/ASI

Cara membuat:
Rebus tahu dan kukus ubi sampai matang. Lumatkan ubi dan tahu kemudian campurkan susu formula/ASI, aduk rata. Kalau masih terlalu kasar bisa gunakan blender atau saringan kawat. Tuang dalam wadah dan berikan kepada bayi.

Bubur Susu Roti Gandum

Roti

Bahan:
2 lembar roti gandum, buang kulitnya, potong kecil-kecil
1/2 buah pisang ambon
100 ml susu formula/ASI
Keju parutan secukupnya

Cara membuat:
1. Masukkan pisang ke dalam blender dan haluskan sampai menjadi pure
2. Campur roti dengan susu formula aduk sampai roti lunak, sajikan dengan pure pisang kemudian tambahkan keju parut.

Puding Roti Apel

Apel

Bahan:
150 g (1 buah apel merah, cuci bersih)
79 g (1/2 lembar) roti tawar buang pinggirnya, potong kecil
50 ml susu formula

Cara membuat:
1. Potong Apel menjadi 4 bagian. Buang bagian tengah apel. Kukus dalam dandang panas selama 10-12 menit atau sampai lunak. Angkat
2. Kupas kulit apel
3. Masukkan daging apel ke dalam blender dan haluskan sampai menjadi pure
4. Campur roti dengan susu formula aduk sampai roti lunak, sajikan dengan pure apel

Tim Tahu Teri

Tim Tahu

Bahan:
40 g tepung beras merah
40 g tahu, lumatkan
30 g, wortel parut halus
20 g teri nasi tawar, sangrai, haluskan
500 ml air
20 g daun bayam
2 sdt minyak
1 sdt margarin

Cara Membuat:
1. Campur tepung beras, tahu, wortel, teri nasi, air dan margarin. Aduk rata. Masukkan adonan ke dalam mangkuk tahan panas
2. Tim/kukus dalam keadaan tertutup sampaing 1/2 matang, sambil sebentar-sebentar diaduk
3. Masukkan bayam dan tambahankan minya, aduk rata. Tim kembali sampai matang. Angkat
4. Haluskan dengan saringan khusus atau masukkan kedalam blender, haluskan

Makaroni Tim Ati Ayam

Makaroni Tim Bahan :
20 gr makaroni, cuci bersih
625 cc air
25 gr ati ayam
50 gr buncis
50 gr labu kuning
25 gr tomat
625 cc air / kaldu

Cara membuat :
1. Campur makaroni yg sudah dibersihkan dengan air/kaldu, ati ayam, buncis, labu kuning dan tomat. Rebus sambil terus diaduk hingga matang
2. Setelah matang angkat, tiriskan, kemudian haluskan dengan blender atau saringan kawat.

Nasi Tim Saring Daging Giling
*maaf gak ada gambarnya, gak sempet motoin :)

Bahan:
20 gr beras putih, cuci bersih
625 cc air / kaldu
25 gr daging giling
26 gr tempe, potong-potong
28 gr brokoli, potong-potong
1 kuning telur, direbus
27 gr tomat, iris kasar

Cara membuat:
Campur beras yang sudah dibersihkan, brokoli, tempe, daging giling, dan tomat. Rebus dengan air/kaldu dalam panci tim sampai matang. Angkat, tambahkan kuning telur. Setelah dingin, haluskan dengan blender atau saringan kawat. Tempatkan dalam wadah, siap diberikan pada bayi.

Selamat mencoba momies! ;)


Recent love from: bona


Keep growing baby!

Almathea Valezka • June 2, 2008

Yipiiiiiiiiiiiiiii….

5 hari yang lalu ternyata Alma udah bisa merangkak silang loh (merangkak silang = tangan kanan dan kaki kiri kedepan dan sebaliknya), badannya udah diangkat (gak nempel lagi ke lantai), kakinya kanan kiri udah melaju berirama dan gerakannya cukup cepat. Padahal tadinya gue expect merangkak silang tuh umur 9 bulan begitulah yang gue baca-baca di buku or artikel, taunya pas 8 bulan 5 hari dia udah lumayan lancar merangkaknya, cuma butuh waktu 2 minggu sejak dia merangkak ngesot (menjulur). Langsung deh dipakein lagi tuh knee protector biar gak lecet-lecet lututnya. Biar tetep mulus ya nak, hehehhe…

Malah dia sekarang lagi suka juga pegangan ke perabotan trus bisa ngangkat badannya untuk berdiri. Hebat! Tapi masih dijagain dari belakang karena belum cukup aman untuk dilepas, dan kalo udah suka sama satu perabotan pasti deh kalo dilarang langsung protes keras! Walhasil itu lemari suka diacak-acak sama dia. Aduuh bocaaah…

merambat-1.JPGmerambat-2.JPG

Merangkak menuju keranjang koran, pegangan trus nungging dulu, ngacak-ngacak isinya deh…

merambat-3.JPGmerambat-4.JPG

Siap-siap pegangan dan angkat badan untuk berdiri

Dan yang mengangetkan gue adalah Alma udah bisa berlari, lumayan cepat loh larinya (dengan dititah tentunya). Jadi ceritanya kemaren sore si mbak yang satunya megangin ketek Alma untuk dititah, dan mba yang satunya godain sambil kayak ‘nguber-nguber’ Alma gitu lohh…eh surprisingly si Alma langsung tertawa tergelak dan lari ketakutan tapi dengan muka senang dan kakinya setengah melayang gitu…

Alma juga udah bisa naik tangga, kakinya udah bisa diangkat tinggi kalo dia naik tangga. Padahal kita semua dirumah gak ada loh yang memaksakan kehendak supaya dia bisa ini-itu dengan cepat, pokoknya semuanya kemauan Alma, malah kalo gak diturutin dia suka marah! Olalala…

Bentar lagi merambat trus jalan deh…when you are ready my darling!


Recent love from: maminya vayabonaQ


USG Kepala Alma

Seperti yang udah gue ceritakan sebelumnya, bahwa sesuai pemeriksaan dokter selama ini, lingkar kepalanya Alma setiap bulan selalu berada dalam the lowest range. Untuk itu akhirnya dokterpun mengeluarkan surat rujukan untuk melakukan USG kepala di Brawijaya Women and Children Hospital (BWCH). Tapi kami sebagai orang tua sangat yakin, mengingat pertumbuhan dan perkembangan Alma yang sangat normal dapat dipastikan bahwa tidak akan ada masalah dengan pertumbuhan otaknya. It’s just a matter of size I think, rangka kepalanya aja yang kecil, apalagi bentuk kepala Alma kan emang gak bunder-bunder banget, agak lonjong tapi juga gak gepeng laaah…

Analisa surat rujukan dr. Tri – RS Bunda Depok

Lingkar kepala minus 2 SD (standar deviasi)
WD – Mikrosefali (WD apaan yah?)
Development level (IV) – artinya perkembangan normal

Kesan: Obervasi lingkar kepala - USG

Cukup bimbang juga antara langsung mengikuti anjuran dokter atau sebaliknya di-ignore aja maka gue pun berusaha untuk mendapatkan second opinion. Gue gak mau menyesal jika terjadi bad things dikemudian hari, so instead of menemui dokter lain di rumah sakit, maka second opinion hanya dilakukan by phone dengan beberapa dokter dibawah ini.

Dr. Evita –

Ini dokter yang akan melakukan USG kepala Alma di BWCH. Dengan sedikit tipu muslihat akhirnya gue pun mendapatkan nomor henpon beliau dan memaparkan seluruh analisa dari dr. tri. Kutipan dari respon yang didapat:

“Kalau saya dengar dari penjelasannya, anaknya normal aja ya, apalagi masih dalam batasan normal lingkar kepalanya, tapi batas normalnya sudah yang paling bawah. Kalo menurut ibu perkembangannya bagus, tidak USG pun tidak apa-apa. dr. tri itu kan sebagai dokter hanya melakukan tugasnya, makanya dirujuk untuk USG. Masalah ibu mau mengikuti anjurannya atau tidak itu kembali lagi kepada ibu. Otak ini kan perkembangannya tidak berenti sampai disini, masih terus berkembang. Nah nanti kalo dikemudian hari terjadi apa-apa dengan si anak, ibu tidak bisa menuntut dokter ataupun rumah sakit, karena sebagai dokter, dr. tri sudah memberikan saran yang terbaik”

Prof. Dr. dr. Nasruddin –

Ini salah satu kolega eyangnya Alma sesama professor waktu di Unhas Makassar. Dibela-belain interlokal pagi-pagi sekedar untuk medapatkan masukan lain. Kutipan respon yang di dapat:

“Wah itu mah normal banget ya perkembangannya, udah bisa duduk? (udah, malah sekarang udah merangkak, dok), kalo dipanggil udah tau namanya? (udah), udah bisa ngomong ma-ma-ma atau pa-pa-pa? (udah), etc…etc…artinya semua bagus. Jadi kalo diukur selalu dibawah ya? -2D? perbedaannya gak jauh kok kalo cuma 2 cm aja, tapi tidak ada salahnya untuk USG, tidak membahayakan kok. Biar ibu tenang, dokternya juga tenang. Saya rasa gak ada yang perlu dikhawatirkan”

Dr. Mira –

Ini salah satu dokter di FKUI. Gue minta salah satu sohib gue yang bekerja di FKUI untuk menanyakan perihal ini. Tapi karena gue gak langsung berbicara dengan si dokter dan jawaban hanya diterima lewat SMS hp sohib, yang didapat hanya sbb:

“Saya harus lihat dulu grafik lingkar, mungkin kalo memang ukurannya kecil, ya perlu pemeriksaan lebih lanjut”

So kesimpulannya:
Lingkar kepala Alma masih normal hanya berada dibatas paling bawah. Perkembangan motorik kasar, halus dan perkembangan bahasa dinilai normal. Keputusan USG atau tidak dikembalikan kepada orang tua. US kepala - tidak membahayakan.

Setelah mendapat cukup masukan, dan mempertimbangkan bahwa perkembangan otak masih akan terus berlanjut terus, dan dari pada jadi pikiran, maka kami pun akhirnya memutuskan untuk melakukan USG kepala. Walopun deep down in my heart gue yakin, my baby is well and healthy. Tapi gak ada salahnya buat dilakukan, toh harganya juga gak yang mahal-mahal banget gimana gitu…waktu ditanya sih sekitaran 400 ribu. Kami masih mampu kok buat membayar. Hehhee…

Setelah bikin janji dengan dr. Evita diputuskan untuk USG kepala hari kamis jam 4 sore. Maka kamis minggu lalu pun gue ijin pulang kantor ½ hari. Dan karena mas hendi gak bisa ikutan nemenin, terpaksalah gue menyetir sendirian ke Brawijaya, sementara Alma dipangku sama mbaknya. Untung deh ya gue bisa nyetir jadi gak selalu bergantung sama orang lain, dan untung juga RS nya gak gitu jauh jadi ya gue masih familiar sama jalannya.

alma-card1.JPG Jam 4 kurang kita udah sampe disana, parkir valet (gratis) dan langsung kebagian admission. Isi formulir pendaftaran dan bikin kartu pasien. Kartunya kayak kartu ATM gitu dan pake foto juga. Jadi Alma di foto dulu pake webcam. Canggih yeee… Emang nih RS keren banget deh, yang dateng juga keren-keren sekelas artis kek gue ini. Wakkakakak! Hmm…ya tapi biayanya juga keren sih, katanya kamar perawatannya kayak hotel gitu ya modelnya. Weleh!

Alma ditimbang dulu, diukur panjang dan lingkar kepalanya. Gak beda jauh dari seminggu yang lalu, cuma beratnya aja dah nambah sekitaran 150 gram. Abis itu langsung dianter keruangan USG dan ketemu dr. Evita. Langsung deh mulai proses USG. Aduuuuh…itu ya yang namanya anak gue mah emang dasar gratilan gak bisa diem, waktu ubun-ubunnya di kasi gel dan di USG (USG nya sama kayak USG kehamilan) dia gak mau tenang. Berontak mulu pengen bebas. Suster megangin kepalanya, si mbaknya megangin tangannya, sementara gue megangin kakinya, tetep aja dia meronta-ronta pengen lepas. Mana ngamuk pula dia mpe nangis-nangis kenceng. Pokoknya dia itu gak bisa deh dilarang, hehehe…Alma gitu loh, kalo dah punya keinginan mah kudu diturutin nih anak.

Sekitaran 15 menit kelar USG dokter pun memaparkan hasilnya dan memberikan print out USG. Menurut dokter otak Alma bagus, normal dan berkembang (Alhamdulillah). Hanya memang ubun-ubunnya kecil. Tapi yang penting adalah ubun-ubunnya masih terbuka dan normal untuk umur 8 bulan. Terlihat bahwa ruang-ruang otak bagus, tidak ada cairan, tidak ada infeksi dan tidak ada pendarahan. Normalnya ubun-ubuh itu akan tertutup pada umur 9 – 10 bulan dan menyatu dengan rangka otak yang lain. So saat ini tidak diperlukan CT-Scan or MRI. Dokter juga cerita ada beberapa pasiennya justru malah lingkar kepalanya berada diatas the highest range tapi waktu diperiksa otaknya normalnya aja. Artinya bisa juga bentuk kepala itu genetic. Kalo di keluarganya kepalanya kecil-kecil ya anaknya mungkin kecil juga, kalo gede ya gede juga selama ‘isi’nya bagus mah gak ada masalah. Apalagi kata dokter, kepala dan muka Alma masih seimbang bentuknya. Dokter hanya menyarankan untuk terus memonitor perkembangan Alma sampai umur 1,5 tahun. Jikalau sampai umur segitu ada keterlambatan perkembangan baru kemudian dilaporkan kembali. Malah dokternya cukup surprise waktu melihat Alma yang 8 bulan udah dititah sama mbaknya di ruang pemeriksaan. Wah dia mah 7 bulan juga dah dititah. Sampe dokter dan susternya nya pun komen: “aduuh, tenaganya kuat banget ya kamu, meronta-ronta terus gak suka ya kepalanya ‘diganggu’”. Hehehe…

Dibawah ini hasil pemeriksaan yang nantinya akan diberikan kepada dokternya Alma di RS Bunda.

hasil-usg.JPG

* Sistem ventrikel tidak melebar
* Ekhogenesitas periventrikel white matter normal
* Gray matter – white matter parenkim masih terlihat normal
* Kalsifikasi (-), kista (-), perdarahan (-), massa (-)
* Nukleus kaudutus, thalamus, basal ganglia dalam batas normal
* Sulcy dan gyri serebnri dalam batas normal
* Fissura interhemisfer tak melebar
* Midline shift (-). Kelainan bawaan (-)

Kesan: USG kepala dalam batas normal

PS: Betul kaaan…naluri ibu tidak akan pernah salah, i know she is fine. Sukurlah semua baik-baik saja. Sehat-sehatlah kau nak…jadilah anak pintar dan selalu ceria. We love you so much…





Bulan Kedelapan: Mulai Merangkak

Almathea Valezka • May 26, 2008

Begitu bayi menguasai kecapakan perkembangan seperti merangkak, ia ingin bereksperimen dengan berbagai variasi terhadap kecapakan itu. Bayi mungkin agak merasa sombong dalam gaya merangkaknya. Mereka menggoyangkan pantatnya, menganggukkan kepalanya dan membuat anggota tubuhnya bergerak saat dia merangkak. Dengan merangkak, terbuka pula jalan baru bagi bayi untuk bersosialisasi, sekarang ia dapat menghampiri anda dan tidak harus menunggu anda menghampirinya. Seperti anak anjing yang menyambut tuannya dengan semangat bayi merangkak ke arah anda, berpengangan pada celana anda sehingga ia bisa berdiri dan member anda isyarat ‘ayo main’

Dikuti dari The Baby Book karya William Sears, MD

8-bulan.JPGTanggal 22 September lalu Alma genap berusia 8 bulan. Waaaah anak bunda udah semakin besar dan semakin lincah aja nih. Pokoknya sekarang gak bisa ditinggal barang sekejap, karena gerakannya udah beragam dan kadang suka ‘nakutin’. Suka terjun dari tempat tidur buat ngambil barang-barang yang menarik perhatiannya (tempat tidurnya sih cuma sekitaran 20 cm tingginya, tapi tetep aja bisa bikin nyungsep karena merangkaknya belum sempurna) trus suka narik taplak meja yang diatas ada barang pecah belah (sekarang udah mulai disingkirin tuh barang-barang), suka nungging-nungging trus kepalanya ngadep kebawah (ngeri banget kalo dia tiba-tiba terjungkal), suka ngelangkahin dan manjatin badan orang, gak peduli dia mo jatoh or terguling, etc…etc…pokoknya nih anak aktiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiif banget minta ampun, sampe gue punya pikiran ada gak sih bayi lain yang aktifnya melebihi ini. Hihihi….kalo ada waduh kasian banget ortunya, gue aja dah tepar kalo seharian ‘megang’ Alma. Udah mana kalo dipakein pampers dan baju bener-bener gak mau dieeeeeeeeeeem…ya tengkurep lah, ya ngambil maenan lah, ya muter-muter lah, ya merangkak lah trus kalo gak diturutin dia-nya jadi marah. Pokoknya dia bisa diem cuma pas lagi tidur aja deh, tapi kalo lagi jalan-jalan diatas stroller ato digodain orang asing dia sih jaim aja tuh, sampe orang-orang bilang “iih anteng banget ya anaknya”. Weleh, belum tau dia kalo dirumah sifat aslinya keluar. Hmm..kek sapa ya? hihihi…

1 hal yang nyebelin ternyata Alma punya kemauan yang sangat kuat. Pokoknya kalo udah punya mau, kita harus nurutin deh, kalo gak dia bisa ngamuk. Waduh kalo dah gede ntar gimana ya, bisa repot ntar gue. Hmmm….kek sapa juga nih? kek emaknya bukan ya? kalo kata ayah sih emang kayak bundanya. Hihihi…ternyata nyebelin ya ngadepin orang yang kalo dah punya mau gak diturutin.

Sekarang ini kegiatannya banyak diatas karpet, mencoba berbagai macam gerakan merangkak yang nyaman untuk dirinya. Kalo di depannya ditarok maenan atau barang pasti Alma langsung ambil ancang-ancang nungging dan siap merangkak, cuman karena dia belum bisa merangkak silang jadi masih ngesot dan geser-geser aja. Tapi cepet juga loh gerakannya. Kalo yang gue baca di buku nanti pas 9 bulan baru dia bisa merangkak dengan sempurna.

Di usia 8 bulan ini jadwal imunisasinya hanya 1: HIB (yang ketiga). Nanti yang terakhir baru ada pas umur 15 bulan. Bulan depan imunisasi campak, artinya kelar sudah semua imunisasi di tahun pertama ini. Fiuuuuh…

Tumben kemaren RS Bunda lagi rameeee banget, tapi seneng juga sih artinya bisa ketemu sama para momies and babynya. Banyak baby yang masih tidur-tidur gitu mungkin baru 1-3 bulan kali ya tapi pada gemuk-gemuk banget. Trus baby-baby yang udah pada jalan juga lucu-lucu dan cakep-cakep. Kemaren sempet kenalan sama kakak Azwa umurnya 13 bulan tapi belum bisa jalan dan belum numbuh giginya, cuma rambutnya tebel banget, lucu deh ada poninya. Hmmm…Alma kok rambutnya dari sejak dibotakin 5 bulan yang lalu masih seuprit gitu ya…??? Trus juga ketemu sama kakak Raihan umurnya 9 bulan tapi posturnya gede banget sampe gue kira udah 1 tahun, nah si Alma nih centil juga, masa sempet ciuman sama kakak raihan. Idiiiih masih bayi dah porno yaa…

ukur-kepala.JPG
Sempet nangis waktu diukur kepalanya

cium.JPG
Genit ya mau cium kakak Raihan…*pas lagi dititah sama si mbaknya*

Data perkembangan Alma:

BB: 8 Kg (naek 560 gram)
Panjang: 72 cm (naek 2 cm)
Lingkar kepala: 42,5 cm (naek 1,5 cm)

Menurut dokter perkembangan BB Alma cukup bagus, walopun normalnya 8,2 kg. Tapi ya beti (beda tipis) lah yah, itu aja dah sukur bisa naek 500an gram dengan tingkat keaktifan yang sangat tinggi. Sementara kalo tinggi badan sih normal aja malah di beberapa artikel gue baca maksimal 71 cm. Nah soal lingkar kepala nih yang menjadi perhatian berat DSA nya Alma. Seperti yang udah gue bahas sebelumnya, sejak lahir sampai sekarang menurut dokter lingkar kepala Alma selalu dibawah normal. Dan sejak beberapa bulan yang lalu dokter udah mengingatkan jika sampe umur 8 bulan masih belum ada peningkatan yang signifikan, maka kepala Alma harus di USG untuk melihat apakah ada kelainan di otaknya ataukah hanya rangka kepalanya yang kecil. So kemarenpun dokter akhirnya mengeluarkan surat pengantar ke Brawijaya Women and Children Hospital sebagai rujukan USG. Gue udah cek jadwal dan biayanya, mayan mahal juga ya bowww…

Gue pribadi gak terlalu sependapat dengan dokter ini, selama ini perkembangan Alma sangat-sangat bagus kalo boleh gue nilai, motorik kasar, motorik halus, perkembangan bahasa semua sesuai dengan bulannya. Respon sangat cepat, udah tau banyak hal di kehidupan sekitarnya dan selalu menengok kalo dipanggil namanya. So nothing is wrong with her brain. Sekarang coba deh liat kepala manusia, gak ada donk yang besarnya sama, apalagi kepala Alma emang dari lahir tuh kecil dan agak pipih, jadi kalo di ukur pastinya gak sama dengan kepala bayi yang ‘bulet dan gemuk’, wajarlah kalo ukurannya lebih kecil. Menurut dokter normalnya lingkar kepala bayi umur 8 bulan adalah 44,5 cm, sementara Alma minus 2 cm, makanya kepala Alma di-diagnosa kemungkinan Mikrosefali. Tapi gak mungkin donk setiap bayi yang berumur 8 bulan lingkar kepalanya pasti 44,5 cm??? pastinya kan disesuaikan sama posturnya jugaSelain itu gue juga udah browsing kalo tumbuh kembang bayi itu ada rangenya. Nah yang gue baca 8 bulan itu ukuran lingkar kepala antara 41,4 – 47,5 cm. So ukuran Alma masih dalam batasan yang normal. Lain halnya kalo perkembangan otaknya mengalami kemunduran baru deh boleh dikhawatirkan.

Gue gak mau ambil resiko. Kalo gak diturutin takut nyesel kalo nanti dikemudian hari ternyata terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi gue juga gak mau serta merta langsung menuruti analisa DSA nya Alma, so yang terbaik adalah mencari second opinion. Nyesel juga sih kenapa gak dari berbulan-bulan lalu ya ganti dokter untuk dapetin pendapat yang berbeda. Punya dokter anak lebih dari 1 tuh penting juga loh… sampai saat ini gue tetep yakin kalo ini cuma masalah bentuk rangka kepala Alma aja yang yang kecil, bukan karena ada something wrong with her brain.

Saat ini Alma juga udah mulai dikasi nasi tim kasar 3X sehari. Bubur susu udah ditinggalin sejak mulai masuk usia 8 bulan. Kata dokter juga cemilannya dikasi 2X aja sehari. Alma sih selama ini camilannya emang dah 2X: buah dan biscuit. Biskuit juga sejak umur 6 bulan dikasinya berupa finger food aja, dia udah bisa ngunyah sendiri. Tapi dokternya kemaren bilang untuk variasi boleh dikasi pudding, ciskek, cake or tiramisu. Hmmm…kok boleh ya? padahal selama ini yang gue baca gula, garem dan bumbu-bumbu sebaiknya jangan diberikan kepada bayi dibawah 1 tahun. Dokternya agak-agak loose deh nih! Sebenernya sih gua gak takut ya mencoba ini itu, so far malah gue leluasa banget ngasi berbagai macan sayuran, ayam, daging, ikan, teri etc. karena gue gak mau nantinya dia jadi picky eater, dan untungnya Alma juga gak ada masalah dengan makan dan tidak alergian. Tapi kalo ciskek or tiramusi kok mahal banget ya camilannya. Hihihi…lagian kalo yang dibeli diluaran kan pasti adonannya dah campur aduk macem-macem, kalo mau palingan bikin sendiri aja deh. Tapi repot bowww…akhirnya kemaren cuma bikin roti saus apel dan pudding strawberry biscuit aja dituang diatas cetakan yang gambarnya binatang-binatang. Tapi rasanya ambar banget, soalnya gulanya cuma gue kasi sediiiikit. Hehehhe…

Gue juga gak mau banyak khawatir tentang anak, misal gak boleh maen dilantai (karena kotor), gak boleh jalan-jalan diluar (karena debu), gak boleh pegang ini itu. Wah pokoknya gue gak mau ngatur anak gue yang lagi tumbuh kembang gini deh. Juga gak mau terlalu hygiene banget, misal kalo minum harus air aqua ato segala rupa buat Alma harus bener-bener bersih banget-banget gitu. Justru malah dia harus tau apa itu yang namanya kotor, dia harus adaptasi ama yang namanya debu dll. Ya tentunya hal ini harus disesuain sama si bayi itu sendiri, selama daya tahannya bagus why not. Soalnya gini, gue punya tuh temen yang apa-apa musti bersiiiih semua, yang kayaknya hygiene tuh nomor wahid deh buat dia tapi kok dia malah sering banget terserang diare. Karena apa? Karena tubuhnya itu terlalu dimanja sehingga dia tidak kebal terhadap kotoran. Lah wong mau bersih tapi kok malah sakit perut, aneh kan??

Kemaren Alma juga dikasi vitamin Alkana untuk pertumbuhan gigi. Sampe saat ini emang belum ada 1 pun gigi yang muncul di mulut Alma, yah kita tunggu aja deh mudah-mudahan gak lama lagi.

Perkembangan Alma yang lainnya:

1. Mulai merangkak maju, sesekali memutar badannya atau mengubah posisi sikap tubuhnya.
2. Dari posisi merangkak udah bisa duduk sendiri, tapi kalo dari posisi tidur masih agak berat untuk menarik badannya
3. Suka banget jalan di titah dan udah bisa berjalan cepat
4. Bisa mengambil benda yang jauh dari jangkauannya dengan menjulur kedepan
5. Kenal dengan orang-orang disekitarnya, terutama kenal dengan muka Bunda, kalo Bunda pergi dari hadapannya langsung merengek
6. Suka memperhatikan omongan orang lain
7. Bisa menggerakkan makanan padat dalam mulutnya untuk dikunyah dan digigit dengan sengaja.
8. Bahasanya semakin beragam, udah bisa nyebut ‘mama, ayah, iyah, blablabla, ajaaaaaaah etc..etc
9. Udah tau yang namanya lampu, burung, pus, bunda, ayah, mba, semut etc
10. Kalo ada maunya harus cepat dituruti, ckk..ck…ck….


belajar-merangkak.JPG
Belajar merangkak

gratak-laci.JPG
Sibuk nge-gratakin laci

Selamat ulang bulan Alma ;)


Recent love from: bonaochaIka


Alma in Actions

Almathea Valezka • May 22, 2008

Nih dia hasil photo session Alma minggu lalu. Janjinya sih kelar dalam 2 minggu ternyata belum ada 1 minggu udah ditelpon katanya fotonya dah jadi, so sabtu kemaren kami pun kesana untuk mengambil hasilnya. Fotonya memang bukan kayak foto anak-anak pada umumnya yang warna warni dan kebanyakan close up or setengah badan. Foto ini lebih kepada foto seni yang memperhitungkan angle, cahaya dan pendalaman karakter. Gak semua orang ya suka dengan model foto seperti ini.

Photograph by: Amadeus Portraiture
Address: Komplek Perkantoran Buncit Mas Blok D5
Jl. Kemang Raya IX Jakarta (pindahan dari Tebet)
Telp: 021-7946410

Buat referensi:
Artikel
Majalah Anakku


4 foto ini dikasi bonus dengan editing yang berbeda. Belum tentu semua orang tua suka foto anaknya ‘dirusak’ kek gini, but not me, gue malah mencari model foto yang seperti lukisan. Suka banget sama foto yang ngeliatin kepala doank, ciri khas Alma aja sampe keliatan ‘tahi lalat di kepalanya’


Pengen banget bisa ngeliatin lesung pipit Alma di sebelah kiri, tapi susah banget dapet momennya. Di foto ini agak keliatan sih tapi sedikit, padahal kan lesung pipit Alma dalem banget. Coba peratiin ada gelang yang melayang ketangkap di kamera. kita semua sibuk muterin tuh gelang-gelang biar Alma ‘mood’


Suka banget sama pose dan pengambilan foto ini. Alma keliatan cewek banget ya…


Digodain pake beruang tetep aja mewek, liat tuh mukanya dah mau nangis, mungkin takut sendirian di tengah-tengah.


Sebuah potret bayi yang sedang menangis, hehehe….sengaja pilih foto ini buat kenang-kenangan biar ntar pas Alma dah gede bisa buat bahan cerita.


Muka Alma nakal banget ya…antara mo nangis dan ketawa


‘Weeeek…walopun lagi melet aku tetep camera face kan?’ momen unik yang tertangkap kamera


Itu bandana-nya propertinya studio, ternyata bikin Alma jadi imut banget. Lagi senyum, kayak lagi ditarok di sebuah gedung yang kosong


Sebenernya gue kurang suka sama foto ini, abisan Alma keliatan kayak cowok, mana rambutnya cuma seuprit gitu lagi…mukanya lagi jelek pula, heheh….abisan Alma sekarang tuh udah gak mau dipakein topi, pasti deh dilepas terus sama dia. Tapi si fotografer ngotot bilang kalo foto ini ‘posenya asik, karakternya kuat’ diiyakan dengan Mas Hendi yang bilang foto ini unik, ya udah deh 2 fotografer lawan 1 ibu-ibu, gue akhirnya ngalah aja


Lucu banget ya Alma lagi ketawa dan lagi tengkurep push up. Kalo aja pengambilannya lebih deket mungkin lebih jelas mimiknya. Kok Alma jadi sipit gitu kayak anak cina. Hehehe…


Kweek…kweeek…kweeek…Bunda dari arah samping yang godain Alma pake bebek biar gak mewek terus. Liat tuh matanya dah sembab gara-gara abis nangis. Suka banget sama cahaya yang dibuat seolah-olah datang dari luar.


“bbbwaaaaa….aku cantik ya ternyata…” hehehehe…lucu banget Alma seperti kaget ngeliat bayangannya sendiri sambil ngangkat kedua tangannya. Ini pose favorit gue.


“Kok aku ada 2 ya?”
Susah banget bikin supaya muka Alma ngadep ke kaca. Pasti deh dia muter-muterin badannya terus ke depan abis itu mewek…padahal kalo dirumah biasanya dia heboh sendiri kalo liat kaca *kayak emaknya*


Ini pose terakhir yang diambil sama sang fotografer. Mood nya baru muncul pas saat-saat terakhir untuk semua pose di depan kaca.

Review foto:

Di studio ini kita gak cuma datang-foto-pulang-selesai. Tapi sebelum dan sesudahnya ada diskusi dan ngobrol panjang dulu, apalagi mas hendi hobi moto dan gue hobi difoto plus lumayan-banyak-tahu berbagai macam teknik editing foto, dan banyak kenal fotografer profesional. Malah mas hendi disuruh sering nongkrong disana sesama fotografer. Jadi ya nyambung banget deh obrolannya. Studio ini pernah diliput oleh berbegai media TV ie: Sisi Lain, Redaksi Siang - Trans TV dll *gue gak inget*. Model anak-anak juga banyak banget jadi koleksi mereka. Pengen banget bikin foto keluarga disini, bagusss banget deh…tapi harganya juga bagus paling murah 2,5 juta. Hehhe…

Tapiii…entah kenapa ya kok hasilnya tidak seperti yang gue harapkaaaan… gak seperti foto-foto yang dipajang di studionya, editingnya lebih ‘low’ yang gue liat di album mereka. Kenapa ya kalo liat foto orang lain selalu berasa lebih bagus dari foto sendiri. Well, kesalahan bukan pada Amadeus kok, emang dasar gue aja perfeksionis dan gak pernah puas. Mungkin karena gue bilang mau foto buat ikutan lomba jadinya mereka gak berani edit yang terlalu ‘aneh’. Padahal gue udah bilang kalo gue tuh suka foto art, makanya pas gue bilang ke si owner kalo gue adalah penggemar berat om ini, dia sempet kaget kalo gue lebih drastis dari pada laki gue yang fotografer yang lebih suka garis naturalis, heheheh… gue gitu loh, kalo soal foto gak suka yang datar-datar. *Aaah… nyesel dulu pernah ditawarin foto sama om ken mpe sekarang gak jadi-jadi…masih inget gak ya dia…*

But overall gue puas kok, karena foto Alma gak seperti foto pasaran, walopun gue masih pengen bikin foto studio lagi buat Alma. Pengen punya yang hore-hore, yang jarak pengambilannya deket, yang colorful dan menampilkan sisi keceriaan anak-anak, tapi yang murah –murah aja deh. Hahahha…foto melulu kayak emaknya dulu maniac banget sama foto modeling, sekarang anak jadi pelampiasan deh! *untung gue punya anak cewek*.

Ada 2 foto yang akan gue kirim buat Lomba Foto Balita Bintang - Fuji Film (tema: ‘kata mama…aku yang paling cakep’) Hayooo tebak yang mana??? iseng aja sih…gak menang juga gpp…


Recent love from: BeningWinaFebrieilnaCicha Mamanya Shainabonaocha


footer