Selasa kemaren dapet kiriman DVD “If Only” dari Jeng Bening. Katanya Ning emang rencana mau bagi ke temen-temennya dan aku dapet kehormatan yang pertama mendapatkan DVD ini, dikirim langsung pake TIKI JNE. Thanks a lot ya jeng… seneng banget punya temen baru yang baik dan menyenangkan. Jangan lupa besok-besok kirim-kirim yang lain-lain juga donk jeng, seperti kue, coklat, buah. waakakakak….becanda dink!
Jeng Bening ini nyaranin aku nonton If Only mungkin karena baca curhatanku yang suka ditinggal dan kadang ‘merasa’ dicuekin sama suami sehingga aku suka kesel dan marah-marah… katanya sih kalau aku tonton film ini dijamin akan semakin kangen dan sayang sama suami seperti komen yang pernah diposting ning:
“Justru kekhawatian itu bisa jadi bahan buat semakin cinta dan semakin mendukungnya, karena kita semakin sadar bahwa sewaktu-waktu, dia, orang yang kita kasihi dan cintai bisa saja pergi dan nggak kembali, sehingga kita berusaha memberikan yang terbaik saat dia berada di samping kita, dan memberikan yang terbaik saat dia jauh dari kita dengan mengirimkan doa, mengungkapkan dukungan, dll.”
So begitu selasa terima paket dari Ning, malemnya langsung aku tonton deh filmnya. Sempet chat juga sama Ning: “nontonnya mendingan sendiri apa berdua suami?”, Ning bilang mendingan sama suami karena filmnya sedih dan akan bercucuran air mata, jadi kalo nangis ada tempat buat minta peluk :). Cumaaaa….sayangnya seperti biasa masku ngabarin kalo dia akan pulang malem, jam 10 dari kantor, so akhirnya akupun nonton sendirian karena dah gak sabar.
If Only bercerita tentang kehidupan Samantha Andrews (Jennifer Love Hewitt) yang sedang belajar musik di kota London dan tinggal bersama pacarnya Ian Wyndham (Paul Nicholls) seorang businessman. Hari-hari mereka lalui bersama dan Ian pun mulai melupakan momen-momen penting dalam hubungan mereka. Ian sepertinya sangat sibuk memikirkan pekerjaannya sementara Samantha hanya menginginkan Ian mencintai dirinya, begitupun sebaliknya. Setelah beberapa kejadian berlangsung dalam satu hari, at the end of the night di dalam sebuah restoran hubungan mereka pun nyaris putus. Samantha yang saat itu kecewa kemudian pulang dengan menaiki taxi tanpa didampingi Ian. Tidak berapa lama taxi tersebut mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa Samantha. Hal ini inilah yang kemudian membuat Ian menyadarai bahwa betapa berharganya Samantha baginya.
Untungnya bagi Ian yang saat itu sedang berduka, diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki sikapnya. Di suatu pagi Ian terbangun dan mendapati Samantha masih hidup. Cerita pun dimulai kembali dengan mengulang hari yang sama. Ini seperti de javu buatnya. Berbekal pengetahuan yang sudah Ian miliki maka Ian pun dapat melindungi Samantha dari kejadian-kejadian yang menimpanya agar tidak terulang lagi. Maka at the end of the movie, ketika Samantha menaiki taxi untuk pulang, Ian pun ikut bersamanya dan seperti yang telah Ian perkirakan kecelakaan pun terjadi dan Ian-lah yang meninggal menggantikan kekasihnya. Nah disinilah kesedihan yang sangat besar menimpa Samantha.
Merekapun akhirnya saling merasakan begitu berharganya seseorang yang kita miliki ketika seseorang tersebut telah tiada. Hiks sedih!
Tapi herannnyaaaaaaaa… sepanjang film ini kok aku sama sekali gak nangis ya. Suer deh! Padahal Jeng Bening udah bilang siap-siap tissue yang banyak, trus Jeng Maya juga bilang dia nonton film ini sampe bercucuran aer mata. Nah kenapa juga aku gak ngalamin seperti mereka yaaaa? apa aku yang aneh ya? apa mungkin karena kemaren nontonnya gak full concentration kali ya? Padahal aku tuh termasuk yang cengeng juga loh kalo nonton film sedih… But anyway, filmnya bagus kok, romantis banget dan yang pasti semakin membuat kita sadar bahwa kita tidak boleh menyia-nyiakan pasangan kita dan betapa berarti dan berharganya dia dalam hidup kita.
Thanks ya Ning!
No related posts.






aq jd penasaran nyobain resep yg ini, dulu sukaaaa bgt jajan ini. kirain...
wah… keknya film ini benar2 layak tonton deh..
cari dvdnya ahhhhh….
Senang deh deh jeng ocha udah nonton, mungkin harus ditontong untuk ke 2 kali biar kita lebih ngerti dan dapet ‘klik’nya film ini hehehe.
Kalo pertama nonton kita masih dipusingkan oleh alur cerita yang kembali ke awal.
@ Putik : Ditunggu aja pengumumannya di blog ning ya
@putik: Put…coba aja tanya ke bening kmrn ktnya dia beli 5 dan mau bagi2, sapa tau bs dapet gratisan tuh. Tp si Ning lg sbk banget kayaknya tuh blm update2 blog ktnya sih mau diposting di blog sapa yang mau gt kali ya….
@maya: embeeeer may, tau deh kmrn mgk aku lg gak sensi, tp bkn berati gak pedulian sama pasangan
hehehe yg namanya cewe kadangkan tergantung mood, klo lg kluar sensinya, wahh..ngeliat/ngerasain sesuatu bisa jd gampang marah, gampang sedih, gampang ngambek, ..tapi klo lg ga sensi yah biasa ajah. normal ko jeng hehehe
Mbak Ocha… Putik juga gi nyariin DVD “if Only” niy… coz perasaan critanya “gw banget” hehehehe… apa bisa pesen ke Mba Bening juga yah…? hihihihi