Smiling in honor of you
An infant, not long ago
Now, one candle is aglow
You are growing up so fast
How quickly a year has passed
You are special, sweet, and wise
A present before our eyes.
For a year, I’ve watched you shine
An angel I can call mine
Sent from Heaven, just for me
Filled with hope and dignity
A blessing, now and always
You brighten all of my days
Precious child, I love you so
More than anyone could know.
Baby’s breath and sun-filled skies
Ladybugs and lullabies
Starry nights and bright moonbeams
Tender hearts and lasting dreams
Each, a gift within your view
During this time, made for you
May only good things come your way
On this, your very first birthday
Tak terasa 1 tahun sudah engkau hidup di dunia. Masih teringat 22 September 2007 yang lalu, saat aku melahirkan-mu dengan susah payah dan rasa sakit yang terus mendera selama 14 jam. Antara hidup dan mati berjuang akhirnya engkaupun lahir melalui proses normal. Betapa kecil tubuh-mu waktu itu nak, masih terbalut cairan verniks kaseosa. Matamu masih takut-takut untuk melihat dunia menatap lamat-lamat wajahku. Jari-jari tangan dan kaki-mu yang mungil berusaha meraih sumber kehidupan-mu melalui proses inisiasi menyusui dini. Kulit-mu yang berwarna merah keabu-abuan sungguh halus dan rentan serta kepala-mu yang belum sempurna bentuknya karena terjepit selama proses melahirkan, sungguh tidak berdaya dirimu saat itu.
Tapi lihatlah dirimu sekarang. Sungguh lincah dan menyenangkan, lucu dan menggemaskan. Betapa beruntungnya aku sebagai ibu melihat seluruh perkembangan mu selama 1 tahun ini yang kau lalui dengan sempurna.
———————–
Alma lahir di bulan ramadhan pada usia 37 minggu, 18 hari lebih cepat dari EDD (estimate date delivery), karena ketuban udah keburu bocor. Beruntung gue masih punya sedikit tenaga untuk melahirkannya dengan proses normal setelah berjam-jam menahan sakit dan pantang menyerah, plus kesulitan makan karena gak nafsu. Beruntung juga karena gue akhirnya bisa melaksanakan proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini) walopun tidak sepenuhnya berhasil sehingga belum sempat Alma menghisap PD kurang dari 1 jam, IMD terpaksa dihentikan karena takut Alma kedinginan dan tubuhnya membiru.
Sungguh disesalkan karena gue tidak bisa memberikannya ASI X-clusive (ASIX) selama 6 bulan. Alma hanya merasakan full ASI (tanpa tambahan apapun) selama kurang lebih 3 bulan. Hal ini tentunya bukan disengaja. Ternyata proses menyusui itu bukanlah hal yang mudah. ASI gue baru keluar setelah 1 minggu melahirkan, itupun masih sedikit sekali. Padahal waktu hamil gue lumayan rajin massage sendiri dan waktu di RS juga dibantu suster untuk mengeluarkan kolostrumnya, Alhamdulillah sih dapet 3 sendok bayi. Tapi setelahnya duuuh penuh dengan air mata deh perjuangannya, biar kata setetes doank juga ditampung sampe lecet-lecet deh pokoknya dan gue udah gak peduli lagi deh tuh PD gue mo bentuknya bakal kayak apa nantinya, saking merah pake tangan udah melintir-melintir, yang penting ASI kudu keluar. hiks!
Alma sempat bertahan selama di RS dan dibawa pulang tanpa minum ASI dan susu formula karena tekad gue untuk memberi ASIX. Sayangnya karena kekurangan cairan, Alma terkena Jaundice (kuning fisiologis) yang mengakibatkannya harus kembali ke RS dan mendapatkan fototerapi selama 3 hari. Selama terapi itu Alhamdullillah, ASI mulai lancar sehingga gue harus bulak balik RS untuk mengantar ASIP (ASI Perahan). Setelah Alma sembuh, permasalahan pun belum selesai. Alma tidak mau nenen sejak dari lahir! Betapa stressnya gue waktu itu. Setiap kali di sodorin PD dia selalu menangis keras. Bayangkan akhirnya dia mau nenen setelah usianya 3 minggu. Duh betapa banyaknya hambatan waktu itu. Perlahan-lahan ASI mulai bertambah volumenya dan sejak itulah gue mulai mencoba memberinya full ASI.
Kenapa cuma 3 bulan? Well, banyak faktor, diantaranya adalah gue kurang percaya diri selalu merasa bahwa ASI gue sedikit padahal ternyata rata-rata moms jumlah ASI-nya sama dengan yang gue punya (standar saja, sekali perah antara 150 – 240ml) tapi bisa berhasil ASIX. Entah ya, saat itu gue selalu takut kalo BB Alma naiknya cuma sedikit, apalagi saat full ASI BB nya pernah cuma nambah 300 gr which now I found out that it was OK.
Faktor lainnya, manajemen ASIP gue yang kurang bagus. Waktu itu setiap saat Alma nenen, sehingga gue kesulitan untuk merah dan nye-tok. Walhasil mendekati masuk kerja ASIP yang gue punya hanya cukup untuk beberapa hari kedepan, setelahnya tambal sulam dan kejar-kejaran. Tapi gue cukup berbesar hati karena persentasi ASIP lebih banyak dari sufor, biasanya sufornya cuma 1-2 kali minum saja dalam sehari, bahkan kadang Alma gak minum sufor sama sekali kalo saat itu persediaan ASIP lebih banyak dari biasanya.
FYI, gue gak anti dengan sufor dan gue gak akan menjudge para mom yang gak bisa memberikan bayinya ASIX, karena gue tau gimana susahnya perjuangan menyusui. Kebetulan memang gue gak dianugrahi kemudahan oleh-Nya. Apa kita mau membiarkan bayi kita kelaparan karena ngoyo pengen ASIX??? Tapi gue juga kurang setuju buat para moms yang meng-claim anaknya lulus ASIX sementara saat minggu-minggu pertama hidup si baby sempat tercemar sufor di RS. Sorry ya moms, bagi gue yang namanya ASIX ya gak pernah tercampur cairan atau makanan apapun selain susu ibunya. Makanya gue sempet menyesali perbuatan temen gue yang ASInya bisa lebih dari 1 liter sehari, kulkasnya sampe gak muat atas bawah, ASInya akhirnya dibuang-buang karena dah kelamaan bahkan diminum kembali sama ibunya, tapi saat anaknya umur 5 bulan udah mulai dikasi biscuit hanya karena dia ‘merasa’ anaknya udah ngiler pengen makan. Duuh sayang gak sih, walopun gak minum sufor tapi tetep aja kan tercemar makanan lain.
Anyway, ultah Alma kok jadi ngalor ngidul ngomongin ASI ya? Yah pokoknya gue bertekad nanti anak kedua akan lebih baik. Toh even Alma udah 1 tahun sampe sekarang dia masih nenen dan minum ASI lohhh, dan gue gak akan menyerah, dan akan terus berusaha untuk memperpanjang masa menyusui ini (sampai Alma 2 tahun) dengan berbagai cara. Moga-moga aja deh bisa tercapai.
So perkembangan apa yang dialami Alma dalam 1 tahun hidupnya ini?
Motorik kasar
Menggerakan tangan dan kaki keatas (1 bulan)
Mengangkat kepala (2 bulan)
Memiringkan badan (3 bulan)
Tengkurep (3,5 - 4 bulan)
Berdiri - di-dirikan (4-5 bulan)
Guling-guling (5 bulan)
Duduk tanpa ditopang (6 bulan)
Merangkak kemudian duduk sendiri (8 bulan)
Berdiri berpegangan (7-9 bulan)
Merambat (9-12 bulan)
Berdiri sendiri dan Jalan (12 bulan)
Motorik halus
Mengambil benda-benda kecil dengan gerakan mencubit dan menjumput
Memasukkan benda kedalam wadah, membuka dan menutup botol susu
Menyobek-nyobekan kertas dan tissue
Memukul-mukulkan benda dan membuat bunyi-bunyian
Menjatuh benda dan memungutnya kembali
membentur-benturkan benda
Memindah-mindahkan mainan/benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain
Mencoret-coret kertas dengan pensil
Me-mencet-mencet mainan yang berbunyi seperti bebek air
Memberikan mainan kepada seseorang ketika diminta
Mengambil mainan ketika diperintah
Sosial Emosi
Menengok ketika dipanggil, mencari benda yang hilang dari pandangannya, cilukba, mengintip, dadah, tepuk tangan, kiss bye, meniru orang azan, meniru orang sholat, meniru orang menelpon, salim dan cium tangan, menempelkan dahinya tanda sayang, mencium pipi bunda, meniru orang membaca dengan babbling (wawatatattaadadada), meniru suara tangis, meniru suara ketawa, meniru gaya bobok, geleng kepala tanda tidak mau, menggoyangkan badannya mengikuti irama musik, berteriak marah jika keinginan tidak dipenuhi
Pengenalan benda-benda
Bisa menunjuk boneka dan binatang sbb jika ditanya: Gajah, anjing, kucing, panda, lumba-lumba, cicak, bebek, kelinci (Mr. Bunny), baby (piggy), Elmo, Si putih (boneka putih berbulu gak jelas binatang apa), kuda, kupu-kupu, harimau, beruang, semut.
Bisa menujuk benda seperti: bunga, kereta, pohon,
Bisa menunjuk anggota badan sbb jika ditanya: rambut, kepala, kuping, mata, hidung, pipi, tangan, kaki
Perkembangan Bahasa
Selain babbling Alma bisa mengucapkan kata: apa, dah (udah), ada, ndak ada, mamam, eta/ta (kereta). Masih sedikit sih bahasanya, tapi bahasa planetnya macem-macem, misal dia mau menujukkan sesuatu or merespon kalimat kita maka dia gunakan bahasanya dia sendiri yang kita gak ngerti apa.
Hmmm…mungkin banyak yang kelupaan perkembangan lainnya tapi kurang lebih ya seperti itulah. Selain polahnya yang aneh-aneh dan gak membuat dia jera sampe bikin kita geleng-geleng kepala karena akifnya nih anak. Giginya sekarang juga udah 6 loh, ternyata Alma mengejar ketinggalannya. 2 dibawah udah maksimal, 2 yang besar-besar diatas udah turun dan ada 2 lagi di kiri kanannya yang baru mau muncul. Makanya nih sekarang lagi rajin banget gigit macem-macem plus masuk-masukin benda ke mulut. Sampe gue sempet panik karena Alma kedapatan sedang mengunyah sobekan Koran. Duuuh itu kan beracuuun…untung aja masih bisa gue selametin tuh dari mulutnya.
Alma juga udah mulai jalan looh…dia udah bisa berdiri sendiri dari duduk trus jalan 5 langkah tapi masih rada sempoyongan. Semoga abis bulannya ini dia udah bisa jalan dengan lancar deh jadi kan gak capek-capek lagi gendong. Hehehehhe…
Alma juga anak yang ramah dan murah senyum lohhh…Alhamdulillah deh ya gue punya anak yang mukanya gak cool dan jutek, hehehe…sampe-sampe orang sering banget bilang Alma tuh mukanya ‘sumeh’, senyum dan ketawa mulu pokoknya…seneng banget kalo becanda dan dibecandain kapan dan dimanapun. Becanda sama supir taksi, sama mas-mas di jalanan, sama next customer di supermarket, sama pelayan restoran, sama mba-mba di lift.
You don’t know how happy we are to see you grow, baby. Keep growing and make us proud every day.
“Ya Allah, lindungilah Alma, jauhkanlah Ia dari penyakit dan marabahaya. Berilah Alma pertumbuhan yang sehat dan perkembangan yang normal. Semoga Alma menjadi anak yang shaleha dan berbakti kepada ayah bunda”.
We love you so much, darling.
Selamat ulang tahun yang pertama.





Yuk Cha adain home sharing. Di rumah loe boleh...