Out Little House - 2 (Denah)

June 30, 2009 • 1:21 pm

Karena rencana kepindahan kami masih sekitar 1 minggu lagi *Insya Allah kalo gak ada halangan lagi terutama financial :D*, jadi sementara liat interiornya lewat denah dulu ya :D

Rumah kami ini adalah rumah mungil yang sederhana, terletak pada komplek perumahan kelas menengah yang berdiri diatas lahan seluas 107 M2 (lebar 7 M panjang 15,3 M), dengan luas bangunan awal 46 M2. Setelah mengalami renovasi, bangunan diperluas menjadi 96 M2 (kalo gak salah sih, itu berdasarkan perhitungannku, belum tanya lagi sama arsiteknya). Kemampuan kami saat ini memang hanya bisa membeli rumah mungil dulu, tapi biar bagaimanapun kami harus mensyukuri apa yang kami miliki ini. Alhamdulillah yang penting punya dulu-lah, gak perlu menumpang lagi sama orang tua. Dan betapa penuh perjuangannya mengumpulkan lembar demi lembar uang untuk mewujudkan rumah ini menjadi rumah yang nyaman dan layak huni.

Denah Awal Bangunan

Rumah ini sebenernya berada pada area tipe 38M2 dengan luas tanah 84M2.  Kami memilih rumah yang memiliki kelebihan tanah dan melakukan renovasi saat pembangunan awal melalui developer menjadi 46M2. Renovasi ini bertujuan memindahkan kamar mandi yang pada gambar developer saat itu diletakkan tepat di depan ruang tamu. Waktu itu kami merasa posisi kamar mandi ini sepertinya kurang pas berada disitu, dan karena nantinya saat renovasi besar kami tidak mau banyak merombak yang sudah ada, akhirnya kami harus pasrah menambahkan 16 juta rupiah lagi hanya untuk memindahkan kamar mandi ini *mindahin kamar mandi aja belasan juta*. Kenapa gak langsung pilih tipe 45M2 yang sudah jelas kamar mandinya berada ditengah-tengah antara 2 kamar? Just simple answer. I don’t like the façade. Heheh…toh kalo diitung-itung harga rumah ini beda tipis dengan harga rumah tipe 45/105 M2.

denah-1

Click to enlarge

Ini denah rumah sebelum mengalami renovasi. Masih standar developer  dengan dapur terbuka dibelakang. Kondisi seperti ini tidak memungkinkan kami untuk langsung pindah, plus kamar yang terlalu kecil, 3X3 M2. Dan karena kami *aku tepatnya* gak mau renovasi bertahap, alias seadanya dulu, akhirnya rumah ini sempet idle selama 2 tahun sambil menunggu tabungan kami menggunung :D Sempet juga diiklankan untuk over kredit karena tertarik komplek lain. Tapi apa daya sepertinya rumah ini berjodoh dengan kami.

Denah Renovasi

Kalo mau mengikuti  keinginan, sebenernya aku pengennya sih renovasi total full lantai atas sampe kedepan. Tapiiii…lagi-lagi semuanya kembali ke dana. Mau nunggu sampe duit cukup kapan mulainya kan? Yang ada harga bahan bangunan meningkat terus, dan itulah yang kami alami. Saat melakukan renovasi ini, bahan bangunan baru saja naik gila-gilaan, tapi ya kami modal nekad saja deh karena kalo mau ditunda-tunda lagi kapan kami bisa tinggal dirumah sendiri? So akhirnya bismillah dengan modal yang ada kami utarakanlah maksud untuk merenovasi kepada sang arsitek (yang juga teman, untuk bantuan gambar) dengan menghasilkan layout sbb:

denah-2Click to enlarge

Lantai 1

Design lantai 1 dibuat sesuai permintaanku. Terdiri dari: ruang tamu (4X3 M2), ruang keluarga dan ruang makan (4X4 M2) yang menyatu dengan dapur (2×3 M2), 1 kamar utama (4X3 M2 plus penambahan ruang lemari 1X2 M2), 1 kamar tamu/kamar anak (3X3 M2), 1 kamar mandi mungil (1,5×1,5 M2), taman belakang rumah (2X3,5 M2) dan tangga menuju lantai 2. Sengaja kami buat plong sampai ke belakang biar terkesan luas, kalaupun nanti akan di batasi, kami akan memakai partisi ringan yang tidak solid agar dapat dibuka dan ditutup.

Dapur dibuat mojok menghadap taman karena ini area kotor dan aku hobi masak jadi sebisa mungkin tertutup (walopun tetep keliatan dari ruang tamu, wong rumahnya cuma lurus-lurus aja bisanya), tapi paling gak kan ketutupan tangga sedikit.

Nah soal tangga ini, walopun lantai atas hanya area servis, tapi aku minta dari sisi arsitektur supaya nantinya tangga ini bisa dipakai untuk area keluarga di lantai atas (kalo nanti mau diperluas sampai kedepan). Berarti penempatannya harus ada di dalam rumah. Biasanya kan tangga servis tuh (tangga puter) berada di lahan belakang, sementara karena rumah kami kecil kami memutuskan untuk menggabungkannya menjadi  1 dengan model  yang tidak massive (alias bukan dari beton melainkan dari besi). Tangga ini aku minta dibuat supaya berakhir bukan di area servis tapi di area yang nantinya akan menjadi ruang keluarga (seperti pada gambar, jadi nanti tinggal bobok dinding). Cuma sayangnya dalam perjalanan ternyata posisi tangga ini harus dirubah, pernah aku tulis dulu disini alasannya. Di keadaan aslinya tangga ini berakhir tepat di pintu area servis, dan naik dari arah ruang tengah (bukan ruang makan).

Kamar tidur belakang kami perluas hanya 1 meter dengan penambahan ruang lemari (jadilah kamar utama). Nah ruang lemari ini rencana awal adalah kamar mandi pribadi. Tapiiii…ini dia gunanya arsitek, menurut beliau kalo bikin kamar mandi disitu, sudut kemiringinnya gak dapet (untuk mengalirkan buangan air or kotoran). Kalopun mau dipaksa buat, artinya harus ngebobol keramik kamar, harus ninggiin tanahnya dulu, harus ini, itu yang justru akan menambah bajet kami nantinya. Walhasil dibuatlah itu  menjadi ruang lemari dan tempat ganti baju. Yah anggap aja wardrobe room or walking closet mini deh. Hehehhe…cuma 1,5 X 2 m2 kok ya sok-sok-an walking closet. Buatku pribadi, kamar mandi  didalam kamar gak terlalu penting lah. Well..penting sih penting, tapi rumah kami kecil rasanya sih gak ada masalah gabung dengan kamar mandi umum. Toh letaknya juga kan disebelah kamar. Yang terpenting adalah kamar mandi pembantu sudah dibuatkan tersendiri diatas. Untuk pencahayaan dan udara dapur dan kamar utama, dibuatlah taman kering di belakang yang nantinya akan ditabur batu-batu koral dan tanaman pot-pot saja *biar gak becek kalo ujan*.

Lantai 2

Lantai 2 dibuat sesuai arahan dari sang arsitek. Kami pusatnya menjadi area servis yang terdiri dari kamar pembantu (2×2 M2 +lebihan buat ruang lemari 1×1 M2 - posisi pintu di denah asli dirubah alias tidak seperti pada gambar), kamar mandi pembantu (1×2 M2 - kecil amir ya? tapi pas udah jadi lumayan kok), ruang cuci-jemur (3×3 M2) dan setrika (bisa dimana aja sih diatas) plus gudang (1,8×2 M2). Void seluas 2X2 M2 adalah ruang kosong yang dibawahnya terletak taman kering. Ruang jemur memakai atap polikarbonat jadi walopun ujan gak repot ngangkatin baju :D

Overall, design ini sudah maksimal, aku coba utak atik juga rasanya ini yang paling memadai untuk menghindari minimnya pembongkaran. Bangunan lama tetep kami pertahankan demi menyesuaikan bajet.

Bener kan rumahku kecil mungil? tapi biar kecil mungil gitu biayanya ampun deh gak nahaaaaaan :(( Alhamdulillah Allah masih memberikan kami rezeki yang cukup walopun ditengah renovasi ada aja musibah yang menghampiri, ya kudu beli alternator mobil yang rusak yang biayanya jutaan, ya kudu beli netbook juga (ini mah bukan musibah tapi keinginan yang tak tertahankan :D), ya kudu bayar ini itu diluar bajet, ya yang masih sempet juga kok belanja2 baju, heheh…

Senangnya semuanya ini hasil jerih payah kami berdua tanpa pinjaman bank ataupun bantuan dari sana sini. Dan yang bikin puas lagi adalah semua penataan dan finishing hasil pilihan dan pemikiranku sendiri dengan berbekal pengetahuan dari majalah dan internet disregard ternyata ada beberapa hal yang akhirnya aku sesali *eku emang orang yang penuh dengan penyesalan and i really don’t know how to handle it*.

Tapi aku berusaha untuk tidak mengingat dan mengungkit-ungkit lagi segala kesalahan dan ketidak sempurnaan yang muncul dari pembangunan rumah ini, segala over budget yang timbul, apakah pemborongnya jujur atau tidak, ato tukang yang kerjanya gak becus. Mungkin itu sudah resiko kami karena kami menyerahkan pengerjaan rumah ini total kepada pemborong. Ini akan jadi pengalaman  yang berharga buat kami, kami ikhlaskan saja…*i’am struggling to*

—–Dalam pembangunan  rumah ini aku menyadari banyak hal dalam diriku: betapa sangat-sangat perfeksionis dan detailnya aku ini. Selalu mengharapkan lebih dan lebih, tidak pernah puas dan meminta orang untuk bisa berpikiran sama seperti aku. Ternyata aku juga mudah berubah pikiran dan plin plan menentukan pilihan. Betapa aku bukan orang yang ‘easy’ dalam hal desain dan sulit menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginanku. Aku capek menjadi orang yang memiliki sifat seperti ini… FFfffhhhh…

Mau liat asli dalemnya kayak apa? nanti aja deh kalo dah pindah :D

Related posts:

  1. Another house update
  2. The House Renovation - Finishing
  3. Our Little House - 4 (Pindahan)
  4. Our Little House - 5 (Taman Belakang)
  5. Our Little House - 1 (Fasad)

Cats: House

37 Comments »

  1. gilee, teaser 1 foto aja udah keren banget cha.. penasaran rumah lo kayak apa.

    Gw tadi baca2 postingan ini, tapi karena belom pengalaman jadi kagak ngarti haha. Tapi for sure, kalo gw mo bangun rumah kayaknya perlu konsultan kayak elo :)

    • Ocha says:

      Hehheh iya bangun rumah kudu punya taste dan banyak baca deh. Soalnya yang akan tinggald irumah itu kan kita jadi semuanya kalo bisa ya yg sesuai sama keinginan kita, bukan orang lain

  2. eoin says:

    buat jaga-jaga kalikan dua budgetnya.. soalnya dari pengalaman suka melampaui RAB deh.. apalagi kalo ga konsisten ama gambaran arsitek..

    • Ocha says:

      sbnrnya sih overbudget gak nyampe 100% jg sih, jadi kalo mau spare at least min 30% dari RAB udah cukup kok, kecuali kalo rumahnya gede banget ya…

  3. hihihi…gw udah ga sabar ma penampakan rumah loe cha :D

    Tinggal seminggu lagi gunting pita yeee???

    Semoga menjadi rumah impian….rumah yang nyaman dan memberi keberkahan untuk penghuninya, amin.

    Selamat ya Cha….loe bisa juga jadi desain interior plus arsitek en mandor :D

    • Ocha says:

      Amin Sal thanks ya….sambil berjalan emang akhirnya jadi tau banyak hal sih sal ya soal arsitektur, interior dan sipil sekarang gue jadi ahli pertamanan deh secara mo bkn taman lengkap juga nih. hehehhe

  4. ilna says:

    Iyeee keren banget rumah loe itu .. Gue jadi pengen renov rumah juga niiihhhh …. Tapi maunya yng canggih dn high tech yang semuanya pake remote, termasuk kran air nya dipakein remote *lebay*. Tolong design in rumah gue deh, tar gue kasih fee. Soalnya gue kurang canggih design mendesain, tauknya terima beres.

    • Ocha says:

      Dengan senang hati gue emang getol soal ngedesain rumah maklum deh desainer interior wannabe. Gak kesampean sih sekolah desain interior dl :D

  5. mirta says:

    Wah Mba Ocha, inspiring sekali blog-nya. Dulu menginspirasi aku bikin blog, sekarang baca ulasan (calon) rumah yang bakal ditempatin minggu depan, jadi ngebayangin bikin ato renov rumah kayak main The Sims yach hehe, blom kebayang juga ma aku secara blom punya rumah hihi… :) Katanya jangan liat dari luas rumahnya ya Mba, tapi lapang hati pemiliknya ya…congrats yah, ditunggu foto-fotonya…

    • Ocha says:

      Halo Mirta salam kenal ya…baru tau kalo bikin blog gara2 terinspirasi sama aku, thanks ya…Yah begiatulan bangun rumah itu emang kudu detail dan cermat banget supaya tetep on budget dan gak diboongin. Rumah gak perlu besar sih yang penting kebutuhan ruangnya terpenuhi aja biar gak tumpang tindih. Rumah besar malah biayanya jg besar kan ya listriknya, ya perabotannya :)

  6. Meda says:

    wah cha … pny rumah baru biasanya semangaatt! tapi asik jg ya baca postingan kamu. aku juga jadi semangat nabung buat beli rumah hihihi. didaerah mana sih cha?

  7. mia says:

    Ocha,salam kenal…saya baru baca blog ini waktu cari2 di google ttg batu alam.Saya juga lagi renovasi rumah jg…ternyata kita punya banyak kesamaan ya,gak pernah puas sama yang sudah kita putuskan.Itu juga yang bikin dana jadi membengkak..hiks…apalgi saya gak pake arsitek2an,semuanya saya pikirin sendiri desainnya,dari luas bangunan 75m saya luasin jadi 150m 2 lt..tanahmya sendiri 160m.Untuk furniturenya juga saya byak bikin sendiri pake tukang yang dtg kerumah,termasuk kitchen set,wardrobe,rak tv,dll.Lumayan sih hasilnya dan bisa kurang setengahnya dari harga diluaran.Policarbonat untuk di luar dan dibelakang juga saya gak pesen langsung semuanya,poly-nya saya beli terpisah,baru pesen besinya ketukang besi…lumayan ngirit loh..Seneng deh baca blog mbak ocha,kayanya kita senasib sepenanggungan..hehe..Sya tunggu updatenya ya…

    • Ocha says:

      Hi Mia salam kenal jg ya. Iya emang dana bs bengkak krn kita mau lebih terus dan gak pernah puas. Wah rumahnya gede donk 150 M2 biayanya gak kebayang deh, kalo aku mah mampunya segini dl aja deh. Aku jg desain dan bangunan semua ide sendiri kok cm perlu bantuan arsitek buat gambar aja sih sama saran2 dan pemborongnya jg dari dia tp dia gak banyak involve pada saat pembangunan. Furniture jg aku bkn sendiri kayak kitchen set dan lemari baju, karena emang aku orgnya gak bs beli barang jadi kudu custom. Tp ya buat skrg br bias pesen 2 itu dl deh soalnya bajetnya blm ada buat yg laen. Hehhehe

  8. bunda zikra says:

    selamet ya bu, ayo dong berbahagia jgn dipikirin gak gak bagusnya. emang dalam ngebangun kalo terbatas soal dana mesti dipuas2in dengan yang ada. but the bright side is nanti kalo punya uang lagi lanjut lagi dengan desain yang lebih oke. karna kan desain gak melulu itu2 aja pasti ada model2 baru kayak skrg model minimalis yang lagi trend.

    walopun kosong melompong gue mau kok cha ngeliat rumah lo. ayo dong difoto hihi. gue seneng aja sih ngeliat desain2 gitu. siapatau ngasi inspirasi kalo mau lanjut renov lagi hihi masih lama kali:p ini utang juga belum lunas hahaha. gue juga sama bu, terbatas dr segi dana. jd ya gak bisa macem2 deh, yang penting punya rumah dulu ahh:)

    • Ocha says:

      Iya Vy emang kudu nyicil ya kalo lgs di muka semua gak kuwaaaaat! Foto2 laennya pasti di apdet kok tp ntar ya kalo dah rapi dan PD, heheh

  9. Lidya says:

    ada open house nya gak mbak nanti? :)

  10. zee says:

    Biarpun mungil tapi krn diperjuangkan dari awal, pasti rasanya beda. Bener-bener home sweet home…
    Tp biarpun kecil ato gedepun, biaya renovasi rumah memang bisa bikin pusing tujuh keliling.
    But finally kelar juga kan? COngrats ya… semoga kepindahannya lancar :)

    • Ocha says:

      Iya emang beda rasanya sih karena hasil jerih payah sendiri ngumpulinnya sedikit demi sedikit jadi bukit walopun sekarang bukitnya udah rata lagi :D Iyanih finally kelar tinggal ngisinya aja yang pusing mustinya ngumpulin bukit lg :D

  11. herni says:

    btw toren tuh tandon penampung air ya mbak??

  12. herni says:

    desainnya hampir sama mbak ama rumah yg aku rencana renov, cuman aku tamannya di samping soalnya belakang kebun :D. jd agak takut.

    aku juga lg deg2an nih abis berapa yaa :((
    beruntung loh mb ocha masi bisa beli netbook, aku g bisa :D
    aku tahaaaaaaaaannnn banget godaan itu hehehehe

    keren mbak ;)

    • Ocha says:

      kalo renov emang harus spare bajet lebih deh soalnya pasti ada aja yang diluar dugaan plus kendalikan emosi krn liat barang buat finishingnya makin mahal mkn bagus :D. Makasi ya…

  13. cha..udah ga sabar pengen liat langsung,kabari ya kalo udah pindah,tadinya rencana ngambil rumah di PDR..tapi pas kesana tinggal kavling yang di belakang,deket kali ( ga deket2 amat sih )..nanya2 ama pak satpam info yg mau over kredit belom dapat juga..sementara ini,ngumpulin dananya lagi dech.Do’ain kita juga ya cha..

    • Ocha says:

      Fadlun, sekarang kan lagi bangun cluster baru tuh di depan, pas banget di seberang cluster rumah ku. Kalo gak salah brosurnya udah keluar deh. Enak kalo disitu deket gerbang jadi kedalemnya jalan kaki aja. Kalo yang cluster lama emang di belakang semua seket kali jadi lebih baik jangan deh. Aku doain semoga bisa dapetin yang cluster baru ini ya..

  14. Hmmm..seneng deh baca review rumahnya. Sangat detil dan terstruktur, yang baca cukup kebayang deh :-) .Saya tertarik soal taman dan void itu. Soalnya dari awal pengin banget juga ada taman di belakang dengan void di atasnya. Rumah jadi terang deh. Untuk taman ini emang gak dikasih atap yang transaparan aja mbak, cukup amankah dari luar kalau terbuka begitu? Oh ya, yang di denah atap itu, atap kamar ART tulisannya apa sih (gak jelas). Kayaknya gak pake genteng tapi di dak ya mbak? Kalau boleh tahu kenapa ya mbak?

    Maunya sih emang bangun rumah dari tanah kosong, design awal dari kita sendiri. Kalau beli rumah yang “masal” gitu, penataan ruangnya banyak yang gak sreg. Jadinya renovnya pakai bongkar sana bongkar sini. Hehehe yang dimaui butuh dana besar sih.

    Mbak enak nih renov sblm ditempati. Kalau selama renov tapi kita tetap tinggal di rumah kayaknya agak ribet ya. Lha ntar kalau renov masak harus cari kontrakan dulu, hiks :-( . Ah, tapi saya renov nya masih lama ding secara dana belum ngumpul. Tapi ntar kalau nanya2 mengenai rumah, boleh ya mbak? :-)

    Yang pasti, saya doakan semoga nanti pindahan rumahnya lancar. Insya Allah rumahnya menjadi berkah. Amin.

    • Ocha says:

      Makasi ya rin…

      Soal taman di belakang itu emang harus ada karena buat sirkulasi udara dapur dan kamar. Kamar kalo gak ada sirkulasi udara kan sumpek, dapur pun bingung nanti asep dibuang kemana waloun udah pake exhaust juga. Untuk taman emang dikasi atap transparan namanya polikarbonat, warnanya coklat muda biar gak panas banget tapi matahari tetep bisa nembus. Disangga oleh tiang yang kanan kirinya terbuka karena jemuran itu kan bsia kering bukan karena matahari aja tapi juga karena angin. kalo misal kurang cukup aman nanti bisa di pakein teralis, tp aku rasa untuk saat ini cukup aman karena kan temboknya sendiri tingginya 2 meter.

      Di atas kamar ART itu emang di dak, kenapa bukan genteng? karena kita tarok toren disitu. Jadidi plafon kamar ART itu ada ‘man hole’ (yang tulisannya gak jelas di denah) atau lubang supaya orang bisa keluar masuk keatas.

      Enakan emang bangun rumah dari tanah kosong, dulu rencananya juga mau gitu, tapi biayanya besar sekali jadi ya dari pada nunggu gak jelas sampe kapan duitnya kumpul mendingan beli KPR aja :D. Aku sengaja emang dl gak mau tinggalin dl disamping emang blm terlalu layak aku maunya pas tinggal udah ada semua kebutuhan ruangnya.

      Tenang aja kalo nanti pas mo renov silahkan tanya2. Sejak renov emang luamayn sih jadi tau soal arsitektur, interior dan sipil. Hehhe…

  15. Vera says:

    Seminggu lagi ya pindahannya? senengnyaaaa…pasti puas banget yah nentuin sendiri leot rumahnya. Rumah jaman skrg harganya emang ga masuk akal walopun luas tanahnya kecil. Aku beli rmh di Bdg 2 th lalu luas tnhnya seuprit ga sampe 100 m2 tp harganya gile bgt, mgkn krn townhouse dan di tengah kota. Harga rumah naik terus kan yah, jd bs buat invest juga sapa tau nti mbak Ocha ada rejeki lagi trus rumah tetangga sebelah dijual kan bs diperluas tuh. Tp mo kecil ato luas klo rumah hsl jerih payah sendiri sih rasanya enaaaaakkkkkk

    • Ocha says:

      Iya mba, Insya Allah pindah seminggu lagi kalo gak ada halangan. Alhamdulillah sih puas gak puas lah, heheheh. Rumah jaman sekarang emang mahal2 dan apsaran emang tipenya sih 90 yang sekarang rata2 townhouse yang kecil2. Harga rumah emang naik terus gak seperti mobil jadi semahal2nya tetep aja untung sih. Kalo tetangga sebelah kanan kiri udah ada yg punya rumahnya jadi gak mgk dibeli kayaknya :D

  16. Bunda Fisa says:

    setelah baca postingan ini jadi bersemangat untuk mengumpulkan pundi2 buat beli rumah sendiri juga…. Hehehe… abiz selama ini selalu kepake buat ini itu…

    Sweet home, Cha…

  17. se7en_pearl says:

    itu pake feng shui dolo gk wkt di design?
    lagian itu gk kecil kok,tapi udh lumayan lah,bagi saya mah itu sudah besar…

    • Ocha says:

      Gak pake feng-shui an sih, tp lebih kepada fungsinya aja. Kebetulan juga gak terlalu paham soal fengsui dan gak terlalu terpaku juga sama gt2an :)

  18. motik says:

    Cha.. Detail banget sampe ada denah before after nya. Tapi bagus, yang baca jadi bisa ngebayangin. Baru baca+liat denah+ngebayangin aja aku yakin rumahnya kueren nih. Biar kecil tapi hasil jerih payah. sendiri, salut deh :) Dipikir2 nggak terlalu kecil juga kok. kompleks perumahan skrg ini biar katanya townhouse juga banyak yg ukurannya cuma 90m2 tp ditingkat penuh. Jd ga sabar liat dalemnya, real interiornya.

    smoga pindahannya lancar dan rumahnya jd home sweet home buat Ocha skluarga ya.. ditunggu update part 3 nya, gak sabarrr…

    • Ocha says:

      Iya emang komplek jaman skrg rata2 90M2 standarnya kalopun agak besaran biasanya yang ujung2 yang tanahnya lebih.. Waduh kalo interior sih krn blm punya furniture jd ya blm keliatan ok nya kaliya masih kosong melompong, heheh

Leave a comment

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL