Kira-kira usia berapa sih anak udah mulai boleh untuk disekolahin? 1 tahun? 2 tahun? Ato bahkan sejak baby (6 bulanan) kah? Saya jadi bertanya-tanya akan hal ini. Saya sendiri sih gak pernah secara khusus berdiskusi tentang ini dengan para moms atau bahkan pakar. Yang pernah saya baca dari sharing di internet saya simpulkan seperti ini: “wajar saja berapapun usia anak sekolah asalkan tempatnya nyaman dan aman serta sesuai dengan umurnya, sebagai ajang sosialisasi supaya dunianya lebih terbuka” ada juga yang bilang berdasarkan jawaban pakar psikologi, usia yang tepat adalah 4 tahun, karena pada usia dibawah 4 tahun stimulasi masih bisa dipenuhi di rumah, selain itu apabila kita orang tua memasukkan anak sekolah terlalu dini akan menyebabkan anak menjadi bosan. Hmm… lalu usia berapa yang dianggap terlalu dini?
Kalo menurut saya yang merupakan seorang ibu, yang lebih tau tentang kondisi dan perkembangan anaknya sehari-hari adalah: “tergantung kebutuhan, kesiapan dan kemauan si anak”. Artinya gak ada paksaan sama sekali.
Ada beberapa moms yang merasa anaknya tertinggal perkembangannya jadi harus disekolahkan supaya bisa mengejar ketinggalannya itu. Ada juga yang merasa karena anaknya ‘udah cukup pintar’ kayaknya kok udah pantes ya buat sekolah. Well, mungkin ini yang terjadi pada diri alma. But wait…saya gak bermaksud bilang kalo alma adalah anak yang pintar loh, tapi paling gak sebagai orang tua saya dan suami beserta bantuan ART merasa cukup berhasil mendidik alma selama 2 tahun ini karena alma tidak pernah mengalami keterlambatan dalam perkembangan apapun. Berjalan tepat di usia 1 tahun, bisa berhitung, menyebut warna, bermain gemoteri dengan benar kurang dari 2 tahun serta berbicara lancar (berkomunikasi & bercerita) dan menyanyi dengan baik dan benar tepat dia usia 2 tahun. Alma juga cukup mandiri dalam hal makan, minum, mandi dan berpakaian. Dan saya melihat selama ini alma cepat sekali menangkap sesuatu yang diajarkan kepadanya. Hanya kekurangannya adalah alma lebih suka bermain sendiri dan seringkali tidak mau bergabung dengan teman-temannya. Kalo cuma dengan 1-2 anak dia masih ok tapi begitu masuk ke kelompok yang besar dia gak focus. Saya setuju bahwa lembaga pendidikan yang paling baik adalah keluarga tetapi pada akhirnya saya harus mengakui bahwa lembaga pendidikan formal dan lingkungan luar dibutuhkan untuk membantunya bersosialisasi.
Lalu sekolah seperti apa sih yang cocok buat alma? Atau lebih tepatnya, sekolah seperti apa ya yang sesuai dengan apa yang saya butuhkan untuk membantu perkembangan dan pendidikan alma?
OK, emang umur segini belum perlu sekolah yang berat, karena saya gak minta alma bisa membaca or menghitung di umur yang terlalu dini. Karena anak seumur alma atau umur 1-4 tahun adalah masanya bermain dan ber-eksplorasi. Tapi kalo cuma bermain dan bernyanyi aja menurut saya mah buat apa sekolah, dateng aja ke playground yang banyak di sediain di mol-mol anytime kita mau, so simple toh. Untuk nyanyi sendiri alma tanpa sekolahpun cepet diajarin lewat dvd atapun langsung secara verbal bahkan sekarang udah merambah ke lagu-lagu inggris loh
Yang saya inginkan disini yaitu fun learning tapi juga sambil menciptakan kemandirian si anak. Suatu saat anak gak perlu lagi didampingi oleh orang tua ketika sekolah dan si anak bisa disiplin mengatur waktunya kapan dia harus bermain, makan, belajar dan tidur. Saya juga mensyaratkan bahwa sekolah alma nantinya harus memberikan bervariasi kegiatan dengan bermain dia alam terbuka.
Anyway, sebelum menetapkan dimana alma akan bersekolah, beberapa hari yang lalu saya melakukan trial di 3 sekolah yang berbeda. Dibawah ini akan saya review satu persatu. Informasi sekolah tentunya berada di area Depok, tempat tinggal kami, dan aktivitas disesuaikan dengan program yang berlangsung saat itu.
1. Gymboree - Margo City Depok Lt. 1- 38
Kenapa Gymboree menjadi pilihan yang pertama? So simple…because it is open on weekend. Bagi orang tua yang bekerja seperti kami, tentunya sekolah yang menyediakan waktu di akhir pekan menjadi pilihan yang mudah. Tapi semudah itukah buat saya?
Kurikulum:
Target usia mulai dari lahir hinga diatas 3 tahun. Menitikberatkan pendidikan bayi melalui peran orang tua lewat bermain, musik dan bernyanyi.
Aktivitas:
Tenaga pengajar ada sekitar 3-4 orang wanita dengan kurang lebih diikuti oleh 12 - 15 orang murid. Kegiatan di Gymboree hanya berlangsung selama 45 menit. Orang tua diharuskan untuk menemani murid sepanjang waktu (jangan lupa pakai kaos kaki) dan bahasa pengantar adalah bahasa inggris. Kegiatan dibuka dengan circle time, membuat lingkaran besar, lingkaran kecil, bernyanyi, gerak dan suara. Kemudian duduk menebak binatang atau buah dan menceritakan gambar-gambar yang ada di buku (semacam dongeng). Sesi berikutnya diisi dengan permainan, seperti kereta-keretaan dilanjutkan dengan permainan menggerak-gerakkan kain parasut besar yang diisi dengan bola sehingga membentuk gelombang. Lalu permainan dilanjutkan dengan panjatan, luncuran, titian kayu, memasukkan bola dan semacamnya. Tentunya murid diminta untuk bermain bersama dengan mengantri dan dibantu dengan pengajar yang dipanggil dengan “miss”, jadi tidak seliweran sana sini
Sebelum pulang anak-anak di berikan cap boneka jimbo “icon Gymboree” di kaki murid
Respon Alma:
Tidak mau mengikuti circle time, sibuk sendiri main luncuran (mainan favoritnya), setiap kali diminta bergabung dengan teman-temannya, bahkan dicoba dengan cara paksa alma selalu menolak. Menurut “miss” ini hal yang wajar, hampir semua murid waktu hari pertama sekolah mengalami hal yang sama. Seiring dengan waktu dan kebiasaan, murid akan mengikuti jalannya kegiatan dengan disiplin.
School Fee:
Enrollment Fee: 600.000 disc 50% menjadi 300.000
Annual fee: 150.000
Uniform: 80.000
Play, Art & Music package
1x a week: 450.000
2x a week: 550.000
3x a week: 675.000
Term fee (32 session): 2.500.000
Per session: 85.000
2. Tumble Tots – Depok Town Square (Detos) UG - UB1
Dengan alasan yang sama (because they’re open on weekend), maka hari berikutnya kami mencoba trial di TT.
Kurikulum:
Diperuntukan bagi anak berusia 6 bulan - 5 tahun dengan tujuan membentuk karakter anak-anak melalui peran serta orang tua lewat bermain.
Aktivitas:
Tenaga pengajar terdiri dari 2 orang laki-laki (uncle) dan 2 orang perempuan (auntie) dengan kurang lebih diikuti oleh 10-12 murid. Kegiatan di TT berlangsung selama 1 jam. Orang tua diharuskan untuk menemani murid sepanjang waktu (jangan lupa pakai kaos kaki) dan bahasa pengantar adalah bahasa inggris. Kegiatan hampir sama dengan yang ada di Gymboree, diawali dengan circle time dan bercerita, kemudian melipat kertas dan memasangkan gambar orang dengan kaki dan tangan diakhiri dengan arena permainan. Sebelum pulang hasil kerajinan tangan dibagikan dan dibawa pulang lalu anak-anak ditempelkan stiker TT dibajunya.
Respon Alma:
Masih sama, belum mau ikutan circle time tapi tertarik dengan kegiatan melipat, menempel dan bermain. Sekali lagi hal ini masih wajar bagi anak yang baru pertama kali mengikuti program. Padahal ada beberapa anak yang juga ikutan trial waktu itu, umur kurang lebih sama dengan alma, cowok pulak, tapi mau mengikuti kelas dengan baik.
School Fee:
Enrollment fee: 200.000
Membership fee: 750.000
Monthly fee:
1x a week: 300.000
2x a week: 400.000
3x a week: 500.000
Per session: 85.000
Kesimpulan
TT dan Gymboree mempunyai konsep yang sama. Dari awal kedua sekolah diatas memang bukan pilihan saya, tapi ya namanya juga trial apa salahnya kan mencoba. Tentunya setiap orang tua punya pilihan masing-masing tetapi saya semakin yakin bahwa kedua sekolah ini belum sesuai dengan kebutuhan yang saya mau, ketika sudah bener-bener melihat dan mencobanya sendiri. So they are definitely out of my list karena dengan kemampuan alma saat ini, saya membutuhkan level yang lebih ‘berat’. Selain itu banyak faktor diantaranya:
1. Lokasi yang berada di mol
2. Waktu yang terlalu singkat
3. English sebagai bahasa pengantar (karena license dari luar negeri)
4. Tidak ada laporan perkembangan (hal ini mungkin karena waktu yang hanya 1 jam dan orang tua selalu menemani)
Saya gak bilang bahwa kedua sekolah tersebut jelek, dan anak-anak yang bersekolah disana gak berkembang. Tentunya orang tua punya pertimbangan masing-masing ketika memilih sekolah untuk anaknya. Bagi saya pribadi mengajarkan anak berbahasa inggris sedini mungkin itu baik tapi memakai bahasa inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah? rasanya belum tepat sasaran. Kemaren saya lihat hampir semua anak gak mengerti apa yang diucapkan oleh gurunya sehingga ketika mereka diminta untuk melakukan sesuatu mereka hanya bengong
*justru yang heboh jawab malah orang tuanya kayaknya deh, hehehea :D*. Memang sih kadang suka diterjemahin juga tapi alangkah baiknya kalo anak yang justru sedang belajar dan memiliki keterlambatan berbicara diajarkan bahasa ibu mereka dulu, IMHO looh. Belajar bahasa inggris sebenernya gampang kok, gak perlu kursus juga bisa. Ayahnya alma Alhamdulillah bahasa inggrisnya bagus, dari kecil gak pernah les dan cuma belajar dari baca national geographic, discovery channel dan ngedengerin orang ngomong
Kalo bundanya alma? jangan tanya deh, dikantor babe-babenya ada 4 orang yang bule, sampe bosen cas cis cus mulu *duh belagunya…*
Untuk uang sekolah sendiri menurut saya juga gak terlalu mahal, dan yang pasti mereka ada jadwal sabtu dan minggu jadinya kita sebagai orang tua masih tetep bisa nganter sekolah. Untuk lokasi sendiri dari rumah sekitar ½ jam. Dan karena lokasinya di mol jadi gak ada halamannya, dan ini jelas-jelas gak sesuai dengan kebutuhan kami. Oh iya TT dan Gymboree banyak cabangnya kok jadi gak cuma ada di Depok.
3. Taman Pengembangan Anak Makara (TPAM) - Fakultas Psiklogi UI
Udah lama saya denger tentang sekolah ini karena kebetulan ponakan saya si fadlan *adan* emang udah 6 bulanan sekolah di TPAM. Dan setiap denger cerita dari mamanya adan *ada reviewnya juga disini* tentang kehebatan sekolah ini, saya pun ikut antusias dan berencana memasukkan alma di TPAM jika dia udah siap. Cuma masalahnya mereka gak ada kelas pas wiken dan sejak pindah ke rumah sendiri lokasi agak sedikit jauh dari UI, belum lagi mikir siapa yang akan nganter jemput nantinya???
Anyway, soal itu biar dipikirin belakangan, yang penting trial dulu, kalo emang cocok, Insya Allah akan ada jalan. So akhirnya selasa kemaren ngajuin cuti khusus buat anter alma trial di tempat ini. Kali ini ceritanya akan agak panjang nih, karena TPAM memulai harinya dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, so a lot of story to be shared.
Btw, akhirnya untuk pertama kalinya saya memberanikan diri nyetir mobil berduaan aja sama alma. Dia mau duduk manis walo sesekali berdiri tapi Alhamdulillah gak rewel dan grasak grusuk sana sini sampe akhirnya tiba dirumah adan (kurleb perjalanan ½ jam). Kebetulan hari itu emang jadwal adan sekolah jadi sekalian jemput bareng sama mamanya juga menuju TPAM. Nah begitu mama adan dan adan duduk di belakang alma udah gak mau disuruh ikutan duduk dibelakang, dia nangis malah minta disebelah bundanya. Lah tau sendiri kan kalo di depan tuh gak ada child lock mana disuruh pake seat belt gak mau (belum berhasil nih ngajarin) gimana kalo tiba-tiba dia ngutak ngatik kunci trus buka pintu, haduuuuuh…ngebayanginnya aja ngeri. Dibujuk berkali kali juga gak mau, akhirnya pasrah deh bismillah aja. Waktu pulang juga begitu, pas adan dan mamanya gak ada, baru dia mau duduk lagi dibelakang. Ternyata PP aman-aman aja sampe tujuan, alma malah ngobrol dan nyanyi-nyanyi sama bundanya
Oke, lanjut soal TPAM
TPAM adalah model penitipan anak yang sesuai dengan kaidah keilmuan kesehatan dan psikologis untuk anak usia 1-4 tahun. TPAM di kelola oleh Fakultas Psikologi UI dengan pantauan dari Fakultas Kesehatan, Fakultas Keperawatan, Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Psikologi. Sehingga setiap bulan selalu ada jadwal dokter visit untuk memeriksa perkembangan kesehatan dan juga gigi anak. TPAM tidak menggantikan peran orang tua melainkan membantu orang tua mencapi tumbuh kembang anak yang optimal. Di didik dengan bantuan cofas (co –fasilitator) yang terdiri dari 6 orang wanita. Jadi playgroup sekaligus day care gitu kali ya….
Berlokasi di komplek Fakultas Psikologi UI, TPAM memiliki gedung sendiri, standar bangunan kampus sih, gak terlalu modern tapi juga gak terlalu kuno. Memiliki halaman yang cukup luas yang ditumbuhi rumput gajah mini dan dipenuhi alat-alat bermain yang terbuat dari plastic fiber seperti papan luncuran, ayunan, panjat-panjatan dan rumah pohon maen-maenan. Disisi halaman lain hanya area terbuka dengan jalan setapak yang biasanya dipakai untuk kegiatan berenang. Disekeliling area di beri pagar sehingga anak-anak aman dan tidak berkeliaran sampai keluar gedung. Ruang kelas sangat luas dengan 2 sisinya terbuat dari pintu kaca yang menghubungkan area teras tempat dimana anak-anak makan siang. Di dinding selasar banyak poster poster tentang pertumbuhan anak, pertumbuhan gigi dan mading yang berisi kegiatan anak-anak dan foto-foto cofas.
Arena bermain yang sebagian diberi atap supaya gak panas.
Ada kompor ada mobil juga, pokoknya maenannya banyaaaaak deh!
Didalam kelas ada locker khusus tempat menyimpan tas dan properti anak-anak. Di depan kelas ada wastafel rendah berjejer yang mudah dijangkau anak-anak dan dibelakang ada kamar mandi dengan toilet duduknya yang kecil-kecil lengkap dengan segala peralatan mandi. Aduuuuh sampe disini aja saya udah sukaaa banget!
Ruang kelas yang luas dengan pintu geser kaca menghadap ke taman dan loker tempat menyimpan properti anak, masing-masing udah ada namanya
Di gedung laen ada pantry lengkap dengan kompor, kulkas dan staff yang in charge, yang menghadap ke taman dekat ruang makan anak-anak. Dan disisi depan ada ruang guru. Di lantai 2 ada ruang tidur anak-anak dengan fasilitas CCTV, AC dan kedap suara. Tempat tidur hanya berupa matras dilengkapi dengan bantal dan selimut yang sangat sangat bersih.
Ruang tidur yang nyaman dan tangga menuju lantai 2 yang landai dan aman untuk anak-anak
Sebelumnya mama adan udah info, karena kegiatannya seharian jadi kudu bawa makanan dan snack sendiri. Bawa baju buat tidur dan baju buat pulang. So begitu kami sampe, isi buku tamu, lalu tas alma langsung dimintain, tempat makanannya langsung dibawa ke pantry. Huaaah…saya sampe bingung sendiri, loh ntar kalo mo gantiin baju alma gimana, trus kan belum kasi tau makan siang alma yang mana, snacknya yang mana, susu berapa kali etc…etc… eh mama adan bilang “tenang aja lo disini terima beres”. Okeee deeeh…
Saya liat anak-anak yang ada saat itu sekitar 12 anak tidak ada satupun yang ditemani orang tuanya termasuk si adan. Nanti sore ibu-ibu mereka baru jemput lagi, tapi karena alma baru trial jadi sang bunda harus ikut mendampingi.
Jam 8 – 9 adalah jam bermain bebas baru jam 9 kelas dimulai dengan circle time. Alma masih belum mau bergabung dia malah excited banget liat begitu banyaknya maenan yang ada disana. Selama didalam saya terus mengamati kegiatan anak-anak itu, dengan lantang mereka bisa menjawab jika ada pertanyaan seputar hewan atau buah, atau disuruh bercerita. Komunikasi 2 arah lancar karena bahasa pengantar memakai bahasa ibu. Nah ini tentunya lebih tepat sasaran dooonk…Sementara alma masih sibuk dengan dunia barunya, because so many things to explore here…tiba-tiba maenan udah berantakan disana sini, ibu cofas akhirnya bangkit dan mengajak anak-anak untuk membereskan maenan bersama dan anak-anak itupun mengembalikan mainan ke tempatnya semula tapi trus diberantakin lagi sama alma. Anak bunda ini emang bener-bener deh!

Anak-anak pada ikutan circle time, alma malah sibuk sendiri ngeberantakin maenan. Dia bahkan tidak sedikitpun tertarik dan melirik apa yang sedang dilakukan teman-temannya
Jam 9:45 adalah snack time. Dan ketika kami menghampiri meja makan, betapa amazenya saya ternyata makanan sudah disediakan di piring dan masing-masing lengkap dengan namanya. Snack tentunya sesuai dengan apa yang dibawakan oleh ortu mereka. Disediakan diatas piring pigeon warna putih property sekolah. Semuanya seragam sampe tempat minum mag-mag nya juga diberi nama. Ada yang bawa puding, buah, biskuit, crackers, tango, oreo, biskuat, ultra mimi, yes dll. Kebetulan hari itu alma dibuatin martabak misoa pake telor dan udang, saya emang prefer kalo nyemil alma gak dikasi jajan-jajanan seperti itu, so kalo gak buah ya puding ato bikin kreasi cemilan sendiri. Kalo biasanya di rumah jam segini alma udah minum susu dan tidur pagi tapi karena ngikutin program sekolah walhasil minum susu UHT hanya setengahnya karena alma sibuk nyobain maenan-maenan dan cuma betah duduk di meja makan sebentar.
Snack time bersama di meja makan diluar kelas dengan pemandangan halaman rumput
Abis snack time anak-anak boleh bermain bebas lalu jam 11 lanjut lagi kegiatan inti. Kali ini dibagi menjadi beberapa kelompok. Alma dapet kelompok kepompong dengan teman-teman seumurannya. Kegiatannya mewarnai dan melukis namun diawali dulu dengan cerita dan tanya jawab gambar. Karena kebetulan temanya hari itu pisang jadi dikenalkan dengan bongkol pisang, trus juga dikenalkan beberapa makanan yang terbuat dari pisang dan anak-anak disuruh mencobanya. Kalo sebelumnya alma lari sana sini gak mau ikut kelas untuk yang satu ini kebetulan emang kegiatan favoritnya. Kalo saya perhatiin emang alma lebih dominan ke motorik halus. Kalo udah soal kutak atik dan coret-coret dia bisa anteng. Tapi aduh sayang beribu sayang kemaren saya lupa bawa camera jadi pas sesi ini HP saya udah low bat, gak bisa moto lagi hiiiks….padahal saya terharu banget pas liat alma di depan papan lukis dipakein celemek trus dia corat coret. Alma dikasi warna kuning dan biru dan pas dia campur warnanya jadi satu dia langsung bilang “ini jadi ijo” aduuuuhhh kok kamu tau ya nak kuning dan biru jadi ijo.
Jam 11:30 acara makan siang bersama. Sebelumnya anak-anak disuruh cuci tangan dulu lalu duduk bersama lagi di meja makan dan berdoa bersama sebelum makan. Makanan utama pun udah dipersiapkan dari pantry. Sama seperti tadi mangkok dan piring di labelin nama masing-masing. Anak-anak ada yang udah bisa makan sendiri ada yang masih ogah-ogahan. Bagi yang makannya belum proper dibantu sama cofas sampe makannya habis. Disuapin dan diajarkan makan sendiri. Alma masih belum bisa anteng di meja makan dia malah minta duduk di high chair, ya udah akhirnya bundanya pun nyuapin, Alhamdulillah dimana pun tempatnya, makannya gampang dan selalu habis.
Selesai makan, tepat jam 12:30 anak-anak bersiap-siap untuk tidur. Sebelumnya anak-anak harus menyikat gigi dulu dan ganti pakaian bobo. Tapi alma lupa bawa sikat gigi nih jadi gak ikutan deh. Sikat giginya di depan wastafel dan disiapin air matang untuk kumur2. Begitu saya mau ambil tas di loker alma, saya kembali terpana karena tiba-tiba baju tidur alma udah siap tersedia, dan dari semua baju yang saya bawain untuk alma mereka bisa memilih dengan benar mana baju tidur alma dan pasangannya *padahal bajunya gak seragaman atas bawah*. Aaah lagi-lagi poin plus buat mereka, rasanya aman ninggalin anak kalo they know what to do.
Anak-anak sebelum tidur dibekali dengan susu yang udah dimasukkan ke botol susu *bagi yang masih ngedot* atau hanya di kotak UHT. Dan mereka ditemani dengan cofas yang menceritakan dongeng sambil tiduran di sebelah anak. Sementara anak-anak yang udah lebih gede sibuk ngebolak balikin buku sendiri, ada juga yang ngedot sendiri di pojok, ada juga yang milih tidur di lantai bawah aja kayak si adan (mungkin karena diatas berisik). Kadang saya suka ngiri juga ngeliat anak-anak orang kok ya pada bisa ya diajak kerjasama kayak gitu, disuruh makan di meja makan mau, diajak bobo, disuruh duduk diem mau. Ah semoga someday alma juga bisa begitu…. Nah kemaren niiiih saya sampe ilang kesabaran gara-gara pas jam bobo siang alma maunya lari-larian mulu, ngobrak-ngabrik maenan…jerit-jerit mengganggu temennya yang udah pada bobo, ya udah deh bundanya bawa aja keluar…ada kali 1 jam dia gak bisa diajak tidur, akhirnya bundanya marah dan sempet nyubit alma (saya jangan dimarahin ya ibu-ibu
abisan keselnya udah di ubun-ubun), baru abis itu dia mau diem tiduran sambil liatin akuarium ikan di selasar depan, untung disitu tempat duduknya panjang-panjang dan ada matrasnya jadi bisa buat tidur juga. Finally dia tertidur juga, baru deh dipindahin ke dalem. Aduuuh naakk…bunda udah nahan laper dari tadi gara-gara kamu bukan kepalang polahnya…
Ya udah pas alma bobo saya yang udah kelaperan berat akhirnya bisa makan siang juga. Kalo gak salah jam ½ 2 deh tuh. Beberapa kali balik liat alma masih tertidur sementara anak-anak lain udah pada bangun dan lagi nonton video Dora. Sembari anak-anak nonton tv saya peratiin para cofas mengisi buku laporan harian anak-anak dan menjelang jam 3 anak-anak dimandikan bergiliran, disabunin, diandukin, dipakein baju, dikasi minyak telon, dibedakin, semua alatnya udah tersedia disana. Oh ya waktu alma bangun saya sengaja gak ada disitu…ternyata alma menangis keras mencari bundanya :D. Dari pertama emang alma walopun sibuk maen tapi kalo dia inget bundanya pasti deh nyariin “bunda…bunda…bunda…” sambil celingak celinguk. Kalo bundanya di luar dia ngajak masuk “bunda cini aja macuk”. Tapi kata mama adan dulu adan juga kayak gitu, malah lebih parah karena gak mau ikutan maenan sama sekali, maunya nempel terus dan minta pulang, tapi lama-lama akhirnya bisa ditinggal sendirian juga tuh.
Anyway, kurang lebih jam 3 an snack time lagi…kembali makanan disiapin diatas meja. Kotak-kotak makan dirapihkan kembali , di bersihkan dan dimasukkin ke dalam tas jadi begitu orang tua menjemput anak-anak jam 4 sore, semua udah beres. Sambil snack time beberapa anak ada yang lari-larian, maen bola dll. Di ruang kelas tiang tembok pun dikasi bantalan jadi aman buat anak-anak supaya gak kejedot. Saya liat juga beberapa cofas mengajarkan bahasa inggris disela-sela kegiatan. Saya emang lebih sreg begini sih…bahasa pengantar tetep Indonesia tapi juga tetep ada sesi dimana mereka mengajarkan bahasa inggris.
Jam 4 sore kami akhirnya pulang dan sempet ngendon dirumah adan buat baca-baca buku penghubungnya di TPA Makara. Saya makin tambah jatuh cinta deh liat maem-macem kegiatannya. Ada fun cooking, menanam, bermain peran, memberi makan ikan, mengenal bentuk-bentuk, melukis diatas batu. Huaaaahh pokoknya masih banyak lagi karena setiap kali pertemuan selalu berbeda-beda tema.
Laporannya juga detil banget loh jadi diceritakan dari awal sampe akhir si anak ngapaian aja dan sudah bisa apa mulai dari aspek fisik, kognitif dan sosial emosi. Trus laporan makan juga ada disebutkan makan pake lauk apa, snack nya apa dan habis seberapa banyak dan bobo siang berapa lama. Laporan kunjungan dokter juga ada, jadi tau misalnya anaknya giginya kenapa dan bagaimana merawatnya.
Di buku penghubung juga suka ditempelin stiker informasi seperti “tanggal 29 kita ada berenang bareng ya jangan lupa bawa baju renang dan dikasi nama dengan jelas” ato “minggu depan kita ada makan bersama looh makanan sudah disiapkan dari TPAM” jadi orang tua juga tau musti ngapain. Sebagai ajang komunikasi antara ortu dan cofas juga, jadi kalo ortu ada pertanyaan bisa ditulis di buku penghubung. Nanti di akhir caturwulan juga ada terima raport dan hasil karya anak-anak selama 1 catur wulan itu di kliping dan dijilid, ada ceritanya nih di blog mama adan.
Mereka juga suka melakukan outing seputar UI, misal berkunjung ke fakultas lain atau ke danau UI. Duuuh pokoknya kegiatannya tuh bervariasi banget deh…bener-bener belajar sambil bermain, sesuai banget sama yang saya mau, yah kayak sekolah alam gitulah. Oh iya kalo kita minta toilet training boleh loh sama mereka, soalnya dirumah masih belum berhasil nih, hehehe…
And surprise… surprise dari kelas start, pas mau bobo dan sampe waktunya pulang alma sama sekali gak nanyain guguknya looh…mungkin saking excited dan banyaknya yang bisa di explore disini kali ya. Pas nyampe di TPAM emang kelupaan nurunin guguk dari mobil tapi emang katanya juga gak boleh bawa maenan sih…wah berarti bener-bener nih TPAM bisa mengalihkan perhatian alma, padahal kalo dirumah tuh tiap sebentar pasti nyariin guguknya dan gak bisa lepas.
Lalu kesimpulannya apakah alma akan disekolahkan disini?? Kami berdua sih udah sepakat kalo TPAM adalah tempat yang tepat untuk alma sekolah walopun ayahnya alma gak liat secara langsung (bundanya aja udah cukup lah yaa…). Apalagi bundanya kan dulu kuliahnya di UI jadi anaknya juga harus di UI donk, hahahha….Tapi masih harus didiskusiin lagi nih siapa yang anter dan siapa yang jemput dan kapan mulainya. Untuk masuk TPAM sendiri pake tes kesehatan loh, semoga aja alma lolos. Tapiiii…saya juga pernah denger katanya TPAM gak menerima anak yang terlampau aktif…semoga aja alma gak memberikan first impression yang buruk deh, hehehe soale kemaren itu alma bener-bener gak disiplin banget, lari sana sini dan bikin ribut pas tidur siang sampe temen-temennya bangun.
Setelah trial disini alma kalo tiap ditanya “alma mau sekolah gak? bareng-bareng sama bang adan” jawabnya masih gak konsisten kadang mau kadang gak. Tapi seringnya sih bilang ‘mau’ trus dia komen “ada maen luncuran”. Hahaha…kalo ada luncuran pokoknya hatinya senang deh…
Kami sih gak mau memaksakan alma, kalo alma masih belum siap sekolah ya belajar aja dirumah, tapi emaknya udah gak sabaran nih *kok emaknya yang malah pengen sekolah yak?* Tadi malam ditanyain lagi:
Bunda: “alma mau sekolah gak”
Alma: “ndak mau”
Bunda: “loh kenapa?”
Alma: “ama takut”
Bunda: “kenapa takut”
Alma: “ada emberrll” (ember)
Bunda: BINGUNG! kok melenceng ke ember???
Berikut informasi biaya sekolah di TPAM:
Kelompok 8 = 8X pertemuan dalam sebulan (2X 1 minggu)
Pendaftaran: 50.000
Uang pangkal: 750.000
Uang bulanan: 450.000
Kelompok 4 dan 2 = 4X atau 2X pertemuan dalam sebulan
Pendaftaran: 50.000
Uang pangkal: 750.000
Per kedatangan: 50.000
Fasilitas yang didapat:
- Laporan evaluasi (untuk yang 8x dapat tertulis, 4x dapat lisan, 2x tidak dapat)
- 1X seminar gratis per semester
- Ditangani tim kesehatan dan psikologi secara rutin
- Buku penghubung untuk komunikasi ortu dan TPAM (yang 2x dapatnya lembar komunikasi)
Jadwal kegiatan:
08:00 - 08:30 Anak datang sudah sarapan
08:30 - 09:00 Bermain di halaman
09:00 - 09:15 Gerak dan lagu
09:15 - 09:45 Kegiatan inti
09:45 - 10:15 Kudapan
10:15 - 11:00 Bermain bebas
11:00 - 11:30 Kegiatan inti lanjutan
11:30 - 12:30 Makan siang, sikat gigi
12:30 - 13:30 Tidur siang
13:30 - 15:00 Bermain bebas, kudapan
15:00 - 16:00 Persiapan pulang
Kegiatan bulanan:
Minggu I: jalan-jalan dilingkungan UI
Minggu II: Berenang
Minggu III: Fun cooking
Minggu IV: Makan bersama
Untuk segala fasilitas dan kurikulum yang ada di TPAM, uang sekolahnya termasuk murah looh…pokoknya orang tua bener-bener aman dan gak perlu kuatir deh ninggalin anak disini. Para cofas juga menangani anak dengan baik, ramah dan bersahabat. Dengan 6 cofas anak-anak tertangani semua tanpa terbengkalai.
Trus apa yang menjadi kekhawatiran saya??
1. Kalo memang nanti alma jadi sekolah dan diterima disini tentunya saya gak bisa ikut menemani karena bekerja. Pastinya ya mbaknya yang akan mantau terus di sekolah. Gak bisa anter jemput juga, sedih rasanya.
2. Karena harus mengikuti program sekolah jadi ada beberapa yang harus disesuaikan dari jadwal alma sehari-hari seperti tidur pagi dan minum susu sepertinya akan berkurang 1x karena jam 10 snack time dan minum susu hanya ketika mau tidur. Tapi ini gak masalah sih tetep bisa diselipin susu UHT yang kecil-kecil pas snack time.
3. Karena alma belum mantap makan sendiri dan minum susu sendiri, takut selama sekolah makannya gak semantap diruman. Takut cofas gak setelaten bundanya or mbaknya dirumah kalo nyuapin.
4. Kira-kira apa lambat laun nanti alma bisa ditinggal? Kalo dipaksa tinggal takut nangis keras, kalo udah nangis keras takutnya gak mau makan
ah tapi kan semua ada tahapannya ya…kalo belum mau ditinggal ya ditunggu aja sampe dia siap.
Mungkin itu semua hanya kekhawatiran tak beralasan saya aja…toh umur segini kan susu udah gak menjadi makanan utama lagi…lagian alma kan kalo makan gak susah, dan alma kan anak yang cerdas pasti deh nanti kalo dia dah nyaman disekolahnya dia bisa mandiri.
——-
Sebenernya tadinya masih ada 1 sekolah lagi di depok yang mau di trial yaitu Mutiara Indonesia punyanya kak seto. Sekolah ini justru sekolah yang paling dekat dengan rumah. Dan kebetulan tetangga-tetangga juga anaknya banyak yang sekolah disini. Lebih gampang harusnya sih ya. Si mbak bisa nganter pake ojek satpam komplek aja ato ya titip sama tetangga, hehehe… Mereka juga punya halaman luas tapi saya belum tau kurikulumnya kayak apa. Cuma denger uang pangkalnya yang 2 juta aja kok ya berasa mahal ya…
Pilihan sekolah lain di Depok ada di jalan margonda namanya Cambridge Children Development Centre license dari Singapore. Tapi bahasa pengantarnya juga english dan uang pangkalnya 5 juta… wah gak sanggup deh kalo PG aja harganya udah segitu.Lagian semua yang ada di TPAM rasanya udah cukup memuaskan keinginan saya, jadi ngapain lah cari tempat lain lagi. Jadi kalo emang alma bener-bener siap sekolah bulan depan kami akan ikutkan tes kesehatan di TPAM
Aduh udah panjang banget ini postingan kalo di Word udah 12 halaman loh, hahahah…maklum ocha kalo cerita gak bisa pendek
Nah kalo moms yang lain gimana? Anaknya udah pada disekolahin dari umur berapa? Dan apa criteria sekolah yang mom cari?? Share yaaah…
No related posts.











wuah mba ocha, aku jadi seperti menemukan apa yang slama ini kucari buat raya. belom mulai trial sana sini sih. tapi dgn ada review kaya gini ini ngebantu banget. kaya nyah manteb nih mo coba trial raya di sana. mungkin ambil yg 2-4 kali sebulan dulu.
thx for sharing ya mba
ooo…gitu ya…thx infonya ya mba. klau yg bisa nitip 5x sehari gitu yg deket2 kampus ui punya infonya ga mba? thx in advance
kayaknya kalo deket kampus blm ada deh daycare yg setiap hari gt ly…
salam kenal ya mba…
jadi tertarik banged bacanya, ada no tlp TPAM nya ga ya mba?
secara, saya mau nitip selama 5 harian gitu dalam seminggu, bisa ga ya?
hi lily…not telp TPAM: 78881082.
tapi dia bukan tempat penitipan anak, hanya konsepnya aja. Dan dia gak bisa titip 5 hari begitu krn jadwal sekolah seminggu hanya 2X senin rabu ato selasa kamis.
Wah… review TOP abizz…
gw jg masih dilema neh, secara anak gw br 13 bln… tp gw jg mo trial dulu… gw ma suami ud pernah ke sana, malah dia yg smangat supaya Kalief cepetan masuk sekolah..
btw, yg dianggap anak super aktif itu yg gmn? krn anak gw kayaknya energinya ga pernah abis deh…
Shen, gak kecepetan ya 13 bulan? mending dirangsang dirumah dl aja gitu…eh tp terserah lo sih…gue rasa semua anak2 energinya gak pernah abis deh jadi emang wajar sih kalo super aktif mah…
Cha,… dari awal gw baca ceritanya mba Ilna soal Adan di TPAM ini,…gw udah langsung suka en berniat nyekolahin Fadly di sini.
Niatnya dari sehabis lebaran kemarin gw mo trial, tapi Bapaknya Fadly nganggepnya ini cuma keinginan gw aja yang pengen sok2an anaknya sekolah.
Nah pagi ini, bapaknya Fadly gw ajakin ke TPAM Makara ini. Eh…malah dia yang seneng en semangat nyuruh Fadly sekolah di sini
Gw ma Hubby menilai t4 ini bagus untuk ajang sosialisasi untuk Fadly yang notabene di rumah ga punya temen cuma sama Nenek gw plus mbak2nya aja.
Niatnya Senin besok (9/11) kita mo ikutan test kesehatan. Dan trial tgl 23/11. Awalnya Fadly mungkin bakalan ikut yg 2x atau 4x dulu sampe dia bener2 2 thn. Selanjutnya kita liat ke depannya.
Aaah,…semoga Alma juga bisa sekolah bareng Fadly.
**lagi ngayal ; Fadly, Alma, Tania, Kyara , Shaina, Vaya, Ina, Farissa, Zikra, Fico sekolah bareng2
hai mbak… met kenal yah… menarik banget ulasan TPAM -nya. Jadi minat juga, cuma super jauh dari rumah
Cha..azka di gymboree juga ampe sekarang kalo art class dia nurut sama teachernya, tapi kalo udah play hihi ya itu main sendiri. Sampe sekarang udah 2 bulanan deh sekolah, Sayang ya yang di UI ga ada weekend..kalo ada gue masukkin Azka ke situ aja.
Wuhh reviewnya bunda Alma mantabh deh
Tadinya blom kepikiran tentang ginian, secara Lana masih 15m, sekarang aku jadi mikir *doeng…ibu-ibu ga dong :wink: Pas wiken juga malah keseringan capenya daripada mendidik anak, ah postingan mba Ocha ngingetin untuk back to right track. Sip, trims ulasannya, berguna banget
betul cha, disesuaikan ama kebutuhan anaklah pastinya. Smoga ketemu yang cocok yah n Alma suka.
udah deh, masuk deh alma ke TPAM. udah bagus banget tuh kurikulumnya dan gue rasa cocok deh sama alma
gue juga lagi nyari nih cha. pengennya gue ya kayak TPAM ini juga, bahasa pengantarnya bahasa ibu. ada anak temen gue, pas kecilnya diskolahin pake bhs pengatar bhs. inggris, alhasil anaknya suka bingung sendiri mesti ngomong pake bahasa apa. jadi si anak baru bisa ngomong umur 3 tahun deh. sayang banget ya, pengennya kita anak jadi makin lancar ngomong malah jadi terhambat:(
gue si pengen yang deket2 rumah aja sih. kalo ada pasti langsung gue masukin. sayang disini belum nemu gue:p lo cari2 info dimana ya bu skolah2 beginian? kok gue cari digoogle susah nemu ya?
Kalo gue sih kebetulan emang udah tau sekolah2 itu krn pernah ngelewatin kalo jalan or ke mol kecuali mutiara indonesia malah gue dapet dari google eh malah yg deket rumah dan tiap hr gue lewatin gue gak pernah ngeh.
Kalo TT dan Gymboree kayaknya banyak cabangnya deh vy…
wah TPAM emang kayaknya keren banget ya.. pake bahasa ibu, itu yang gue cari!
Tapi kalau diliat di jadwal yang padet gitu..buat gue sih yaaa, kayaknya kok lama banget untuk anak 2 tahun. Ngeri bosen ngga sih anak2 Cha (kalau dibalikin kita jadi mereka ya)? Gak tau deh ya, ini sih pandangan gue aja. Tapi karena emang ini semi daycare, i think emang ini yg the best untuk kategori itu (semi-day care). Dan buat anak2 yang ibu-ayahnya ngantor, daripada sama pembantu / babysitter dirumah, YA.. TPAM is the best. Apalagi buat yg rmhnya di daerah depok hehe
Gw juga rencana mau ngikutin Shaina sekolah2an. Mulai mau trial2 juga.
btw, Mutiara Indonesia memang ada untuk anak 2 tahun cha? Soalnya ada juga nih dket rumah gw.. Kalau sempet trial mutiara indonesia, diupdate yaaahhh..
Cha, tadinya jg gue pkr gt takut anak2 bosen or capek. Cuma pas gue liat lagi sama aja kayak dirumah kok cm tempatnya aja pindah. jadi ada jadwal maen, makan, snack, nonton tv dan bobo. Malah disana mereka lbh enjoy lg krn emang banyak bgt maenannya jd banyak yg di explore. Lagian toh mrk kan gak belajar full, banyak waktu diisi sama maen juga sambil dididik gt misal pake kaos kaki sendiri, pake baju sendiri dll.
Gue sbnrnya jg masih penasaran sama mutiara indonesia tp gak tau deh kapan sempet trial. Kudu ambil cuti lagi soalnya… mgk nanti akhir nov menjelang idul adha. Ini pun gue blm tau kapan mau sekolahin almanya kadang masih dilema jg sih takut kecepetan. Yang ptg trial dl aja cr yg cocok nanti kalo dah siap sekolah kan tinggal daftar aja.
aduhhh mupeng baca cerita ttg TPAM-nya..sayang jauhhh banget dari jatibening..seandainya ada cabangnya..
iya krn tempatnya di UI jd kayaknya cm 1-1nya disana
cari sekolah emang gampang2 susah ya… sy sendiri sebenernya t’masuk yg berpendapat wkt yg pas u/ sklh itu umur 4 th. jd lsg tk aja, gak pk pg. makanya keke itu pg nya cm 3 bulan. tdnya mau lsg tk, cm krn keke agak susah beradaptasi jd sy masukin pg dulu menjelang kenaikan kelas. maksudnya biar kl nanti msk tk udh gak t’lalu kaget.
tp akhirnya gimana anaknya juga ya.. naima malah dr umur 2 tahun udh sklh. mungkin krn liat kakaknya yg sklh, dia jd kepengen. sy sih gak mau maksain u/ nai. kl sp hrs putus di tengah jalan krn bosen y gpp. tp alhamdulillah sih sp skrg lancar sekolahnya
aku jg masih dilema nih mau sekolahin skrg apa nanti. Kalo skrg sih emang cm trial2 aja dl dan mantepin mau dimana soal waktu bs disesuaikan. Kalo emang alma udah siap aku gak keberatan mulai dari 2 th tp kalo dia gak mau akupun gak maksa.
Iya putus ditelah jalan kan gpp buat mengantisipasi bosen
ada cabang di ponorogo?
sepertinya gak ada
TPA Makara itu kayaknya recommended banged ya. Apalagi pake bahasa ibu, bener2 tepat sasaran. Pengen deh coba ngenalkan vaya ke sekolah kayak begitu.
Tp aduh jauhnya itu. Trus minimal utk anak 2thn ke atas ya? Kalo makannya belom bisa sendiri, apa ada yg mau menyuapin? Hmm ini nih yg meragukan, secara vay ga pernah mau dipegang sama orang lain yg tdk dia kenal dan tdk dia suka, kalo ditinggal seharian di situ maminya yg deg-degan… Suster boleh ikut menemami gak?
Vay jg ga pernah mau ikutan cyrcle time, dari dulu. Capek deh bawa dia ke sekolah hanya sibuk dgn dirinya sendiri aja.
Di dekat rumah sini (5mnt aja ke depan) ada Kinderland. Konsepnya jg mirip kali ya sama si TPAM itu, skedulnya 3x seminggu dan no assistant. Dalam hati blom berani ninggalin anak sendiri even sama susternya, soalnya skrg banyak penculikan. Ga berani ambil resiko…
Klo Mutiara itu jg ada dekat sini. Tp emg sih hrs 2thn dulu baru boleh masuk. Yah… gw bersabar dululah. Nanti pas 2thn baru mo coba trial..
Mami vaya, kalo TPAM ini untuk anak 1-4 tahun dan emang dikhususkan hanya untuk umur segitu aja. Kalo soal makan disana pasti disuapin kok sampe abis tp tergantung kalo anaknya udah gak mau ya gak dipaksa. Kalo soal ditinggal itu bertahap, ponakanku itu selama 6 bulan sekolah di TPAM baru sekitar 3 bulanan aja kayaknya sih ya udah bisa ditinggal. Awal2 ya mamanya or mbaknya ikut ke dalem trus pelan2 nih kita tinggal dl aja ngumpet gt disekitar sekolahan takut nanti dia nyariin nah nanti kalo anaknya udah enjoy dan udah merasa deket dgn ibu cofas dan keliatan udah gak nyari lg mama or mbaknya ya berarti udah siap bener2 ditinggal sendiri sama cofas aja. So jelas donk mama or suster bisa nemenin utk bulan2 pertama tp pelan2 nanti dilepas. Kalo soal gak mau dipegang sama org lain kalo mnrt itu krn dia blm nyaman aja nanti seiring berjalannya waktu kan dia akan tau dia lbh nyaman dgn cofas yg mana.
Kalo di TPAM sih aku merasa aman aja ya kalo nantinya alma sekolah disana dan udah mau ditinggal, karena lingkungan TPAM nya dijaga satpam juga dan dipantau sama tim psikologi
mba ocha…
infonya bagus banget…TOP dah.. emang bundanya alma ini klo ngasih info ga tanggung-tanggung..walau panjang tapi ga bosen bacanya karena berguna banget..
btw aku jadi tertarik tuh pengen coba yang di UI mumpung rumah juga di daerah depok.. soalnya pas banget sama yang aku mau..
ayo tania sekolah barengan sama alma yuuuk….iya ke kalo mnrt ku sih TPAM recommended bgt yaa…
Cha… thanks ya sharing hunting skolah buat alma nya. berguna banget dan super duper lengkap. seneng banget cha liat foto2 suasana di TPA makara, ngiler tp jauh benerrrr.
Sama Cha, aku dan ayahnya kyara juga pengen kyara sekolah yang bahasa pengantarnya bahasa ibu dulu. Pengen si anak bisa dengan baik mencerna bahasa kita, supaya dia nggak bingung. Karena dengan nonton tayangan edukasi, atau acara anak berbahasa inggris juga secara nggak langsung kan udah sambil belajar bahasa inggris.
Waktu itu di mall ada seorang ibu yg marah2 ke anaknya pas si ibu nyuruh anaknya yang cowok minta maaf ke anaknya yang cewek. Pas ibunya bilang “say sorry to ur sister! say sorry!” berulang2 ibunya bilang gitu tp anaknya bengong, sampe anaknya dicubit (kasian anaknya, mungkin ibunya malu didengerin orang banyak ngomong english ke anak tp anaknya malah bengong).
eh pas si ibu ganti pake bhs indo dengan bilang “ayo minta maaf ke kakak”, baru deh si anak cowo itu salaman ke kakaknya sambil bilang maaf kak. waaa jangan sampe deh kaya gitu, kasian anaknya jadi bingung.
tp itu smua kembali ke pilihan ortunya masing2 ya, kalo memang anaknya siap dan ngerasa seneng ya gpp kok. ortu kan pasti kasih yg terbaik untuk anaknya
ayo alma mau skolah ndak….
Iya tik itu foto2 masih belum lengkap loh krn sudut lain masih banyak yang bagus. Kayak toiletnya yg kecil2 sama wastafelnya yang bejejer rendah2…ruang kelas juga keliatan masih lebih luas lagi ke arah depan, lbh luas dari di foto. Trus pantrynya jg blm gue foto. Oh iya ada staf2 pantrynya jg yg bertugas menyiapkan makanan sama mas2 yang bersih2 ya jg sayang sama anak2.
Kalo gue mikir milih sekolah mendingan yang pengantar bahasa indo tp juga diajarkan bahasa english. Jadi lebih kena gitu, lah skrg kalo kt gak ajarin english dirumah dan anak blm dikenalin english tiba2 di sekolah udah berhadapan dgn english gmn dia mau ngerti kan? tp ya emang iya sih tegantung ortunya aja mau milih yang mana.
Huaaa.. pas mau mulai ngerjain kerjaan kantor, maksud hati cuma nengok blog Alma sebentar. Lha kok topiknya menarik…akhirnya spare waktu membaca ulasan Bunda Alma yang super panjang ini dengan khusyu’
Kalau saya pribadi, masih belum kebayang nih. Duluu pengin Home Schooling hehehe sok bisa ngajarin dan punya byk waktu aja ya. Trus belum cari info detil sekolah nih, ntar deket Dita 2 th aja deh. Setuju sama Bundanya Alma, emang brp pun usia anak mulai sekolah, yang penting anak enjoy menjalaninya, jangan sampai ada paksaan. Dan saya juga penginnya milih sekolah yang bisa memberikan good education within fun :-)
Thanks banget ya mbak. Sharingnya OK :-)
Maksud hati juga pengen home schooling sih rin tapi ya apa daya ibu bekerja seperti aku ini waktunya gak cukup kali ya buat ngajarin anak. So far ya kalo ngajarin pas wiken aja, kadang pas pagi2 sambil dandan nyanyiin aja tuh lagi london bridge or twinkle2, eh besok2nya alma udah bisa nyambungin ato gak ikutin nada akhirnya2nya aja.
Iya anak sekolah mendingan tergantung kesiapan si anak aja soalnya kalo dipaksa sama ortunya takutnya jadi stress dan bosen nanti.
Wow! Ada ya di UI? Tapi apa ngga kelamaan ya mba, dari pagi sampe sore gitu? Takut anaknya jenuh aja gitu.
Iyaaa…di UI ternyata bukan buat kuliah aja tapi juga buat sekolah anak2, hehehhe…
soalnya disana tuh feels like home gak kayak sekolah.
Tdnya juga gue pkr kok lama bgt ya dari jam 9 sampe 4? tapi ternyata pas gue rasain sendiri gak jg tuh mrk malah enjoy bgt krn kan emang bukan belajar tok ya tapi lbh ke main2 sambil belajar. Lagian jg sama kayak dirumah kok kalo makan ya makan kalo bobo ya bobo kalo pada mo maen ya main. Cm tempatnya aja pindah ke UI
Mbak, seruu banget TPAMnya. Sayang rumah jauh banget di bintaro
iya sayang ya blm semua sekolah punya konsep yang kayak TPAM ini.
Wah emang loe TOB abis deh bu.. bener2 cari yang terbaik buat semuanya. Postingannya bikin ngiler, padahal feli dah mulai playgroup dari Juli lalu, tapi kok rasanya jadi pingin masukin ke TPAM juga ya. hi2… tapi ya emang bingungnya siapa yang anter jemput nanti ya.
Yup, soal sekolahin anak tergantung kebutuhan dan kondisi si anak sendiri, walau kadang yang semangat banget nyekolahin malah bundanya. he2…
Anyway… Go Alma.. Go…
Ayo feli pindah ke TPAM aja biar brgan sama alma yuuuk…
Gue sih mikirnya kalo sekolah tuh ada halamannya gt loh bu biar anak2 tuh gak jenuh, kan dirumah jg blm tentu ya punya halaman luas kayak gt…trus jg yg gue suka ada kegiatan rutin kayak renang dan jalan2 ke tempat2 yang menambah pengetahuan mereka. Begitulah….:)
Wua a a a,.sirik deh bacanya,ditangerang sini gak ada skolahan yg kaya gt…eh ada seh sekolah yg katanya bagus dikampung aer lumayan asyik ktnya tp kejauhan diserpong 20km dr rumah…
Alvaro pernah jg ikutan trial gymbore dulu..bs ngikutn dgn sangat baik..dia emang slalu manis bgt tingkahnya kalo diluaran gak pernah teriak2 atau berebutan mainan,yg ada malah ngalah melulu senyum melulu bkn yg laen gemes tp…kalo dirmh merajalela bgt……aku msh s7 ama pendapat bundanya alma terlalu sbntar..he he he brasa rugi..
Sbnrnya dkt rumah byk skolah ,tp blm nyoba..aku jg dah pengen bgt Alvaro skolah,bis dirumah gak ada temennya..tp blm ada wkt survey..hmh mst cr wkt kaya bunda alma ah…
Alma makin pinter ya udah tau warna2,kalo Al ditanya dia kadang tau..tp lbh byk jailnya jawab smbl nyanyi(upa upa upa upa inat inat..)
Enak ya kalo punya anak tingkahnya selalu manis, patuh disuruh duduk dan diam, heheheh…sayang alma blm bs kayak gitu…
Waah seru nih baca postingannya jd inget jaman2 dulu nyari sekolah buat Azka. Kalo aku dulu siy krn aku ga kerja, aku bisa ngajarin azka sendiri, jd niatnya mo disekolahin langsung TK ajah. Dari akademis, azka emang lebih maju dr teman seumurannya, dia udah bisa baca lancar dr umur 2,5 th, udah bisa nulis lancar, kenal warna, angka, bentuk, dll. Tapiiiiii…ternyata dia kurang sosialisasi ma temen, di rumah ga punya temen, sehari2 ama aku mulu udah gitu lama2 aku juga mati gaya mo cari permainan apa lagi. Azka tuh ga suka main perosotan, mandi bola.
Akhirnya umur 2 th aku coba ikut2an trial di bbrp sekolah, azka ga mau dan ga siap. Palagi trial di sekolah yg pake bhs inggris, si azka nangis mulu mgkn krn ga ngerti. Aku emang dr awal ngajarin bahasa ibu dulu biar lancar bicaranya, setuju ma pendapat mbak ocha, klo belajar bhs inggris itu gampang, mending ngajarin bhs ibu dulu.
Akhirnya menjelang umur 3 th,azka mau juga masuk PG deket rumah. belajarnya seminggu 3x satu pertemuan 2 jam kurang. Tapiii..mpe sekarang tetep ajah sosialisasinya ma temen2 masi belom bagus,mainnya ma bu guru mulu. ini jd PR buat kami ortunya. Tapi sejak sekolah, dia jd mandiri, ga takut lg ma org lain selain ortunya. Meskipun 3 bulan pertama dia sekolah, aku ikut sekolah di dlm kelas krn azka masi takut. Tp skrg dia udah ga takut. malah dia mau ikutan les renang, les piano tnp ditemenin di hari pertama
Hah azka udah bs baca lancar umur 2,5 thn??? cpt banget ya mba…Alma kenal bentuk dan warna sih udah dari 1,5 thn an lah kira2 kalo angka skrg pelan2 dia dah mulai tau dan berhitung dalam bahasa inggris. Aku sih emang blm ngajarin baca tulis ya secara masih terlalu dini juga tp mgk tergantung kemampuan anak juga sih ya….so far target aku nyekolahin gak minta alma bisa ini itu terlalu cepet yang penting sesuai aja sama umurnya.
Iya anak sekolah emang ngajarin kemandirian juga tp kalo sekolahnya mensyaratkan ibunya hrs ikut di dlm kelas gmn mau mandiri kan?
Bagus banget ulasannya mbak..
Di Denpasar - bali ada gak ya sekolah kagak gini?
pengen juga nyekolahin Bhadrika disekolah yang kayak gini…
Dan alma pinterrr deh..
Siapa tau dibali ada de…cari2 aja dulu
Mbak..slm kenal sblmnya.. (seriing bgt berkunjung kesini cuma baru sekarang sempet komen)
iya Puanjang ceritanya, tapi seneng bacanya .Thanks bgt infonya kebetulan juga lg mulai mo cari sekolah buat anakku, yang pas kebetulan juga rumahku disekitar depok Thank mbak.. cup syg tuk alma cantik
Salam kenal juga aline….semoga infornya berguna ya…oh rumahnya di depok jg, sebelah mananya?
whuaaaaaaa…ngiler abiiiiiiisss bun…kereeeeen bgt…
disini dimana yaaaa ada skolahan yg ky gitu??
kurleb sama sih keinginannya…
pengen nyekolahin atha di skolah berhalaman scara di rumah ga da halaman…
ga mau full bhs.inggris ntar nenek & kakeknya bingung lg klo pas ngobrol…
cuma di daerah pancoran dimana doooong?? *curhat colongan*
Wi…cari yg kira2 ada halaman aja dl jadi gak bosen liat tembok mulu…trus kalo bs cari yg mengajarkan anak mandiri gt kayak makan bersama or sikat gigi sendiri. Kalo pancoran aku gak tau jg tuh wi, hehehhe…