Rubella: Campak Jerman

April 18, 2009 • 2:15 pm

Rubella: Campak Jerman

Belakangan postingan di blog ochantiques ini di dominasi sekali dengan cerita-cerita Alma which is gak ada yang salah sih dengan itu. Tapi yang sangat disayangkan isinya belakangan ini, celaka lagi…celaka lagi…sakit lagi…sakit lagi…sedih sekali rasanya. Ya alma yang jatuh dari tangga, kena ceret panas, radang tenggorokan, dirawat di RS dan yang paling gress yang sekarang lagi melandanya dan semoga ini adalah yang terakhir, Alma terkena Campak Jerman, penyakit menular yang diakibatkan oleh virus Rubella.

Ya Allah…kenapa musibah datang bertubi-tubi kepada anak kami…

Jadi kronologisnya begini:

Seminggu setelah pulang rawat inap dari RS, Alma dibawa kontrol kembali ke DSA nya dan karena kondisi sudah fit gue pun mengajukan imunisasi DTP, Polio dan Hib nya yang tertunda, dan imunisasi pun akhirnya dilakukan atas persetujuan DSA. Pulang dari imunisasi dengan setengah hati dan rasa was-was akhirnya kami memberanikan membawa Alma jalan-jalan ke JCC dan ITC Kuningan. Kami pikir, toh DTP nya kan yang gak pake panas, jadi Insya Allah Alma akan fine-fine saja. Ada sedikit kekhawatiran juga karena beberapa anak tidak tahan terhadap imun combo. Tapi karena sebelumnya Alma selalu imun combo dan gak pernah sakit, jadi kami pikir it’s okelah.

Besoknya (hari minggu) kondisi masih normal. Hari itu kami hanya dirumah saja, karena kebetulan Alma udah dapet mba baru lagi, jadi dipake untuk training si mbak seharian. Malamnya saat Alma tidur dan gue packing baju-baju untuk tugas ke Balikpapan, Mas Hendi bilang kalo badan Alma panas dan setelah di cek ternyata suhu antara 37-38 derajat. Ketar ketir rasanya, senen harus tugas keluar kota sementara anak kambuh lagi sakitnya… duuuh cobaan apa lagi ini… 

Selama 2 hari gue tinggal dinas, demam Alma gak ada perubahan, kadang naik kadang turun masih berkisar di 37-38 derajat. Selasa malam gue sampai kembali kerumah, badan masih anget dan sangat rewel sekali. Hari rabu, keadaan masih juga sama, tapi untungnya Alma masih mau makan dan minum susu, walopun kadang tidak habis, ada juga saat-saat dimana dia aktif bermain tapi ada juga saat dimana dia terlihat lemas. Praxion masih terus diberikan tapi entah kenapa demam juga gak kunjung sembuh.

Rabu malam gue putuskan untuk membawa Alma ke dokter. Kali ini terpaksa kembali ke DSA pertama … read more »

Cats: Almathea Valezka,Blue

Akhirnya Alma Opname

April 6, 2009 • 2:37 am

Akhirnya Alma Opname

Apa boleh buat kamipun tak punya pilihan…

Setelah pemeriksaan dokter dan hasil tes darah hari selasa lalu (baca postingan dibawah), napsu makan Alma semakin memburuk. Alma sama sekali menolak semua jenis makanan dan minuman yang ditawarkan termasuk susu dan buah, yogurt pun yang makanan favoritnya tidak mau disentuh. Yang lebih menyedihkan 2 jenis obat yang diberikan dokter sulit sekali masuk ke mulutnya, sehingga demam tidak kunjung sembuh, batuk semakin menjadi-jadi dan badan mulai lemas.

Padahal hari minggu saat kami main ke GI, kondisi Alma masih normal, cuma sayangnya pas perjalanan pulang, si mbak mengeluh pusing sehingga Alma harus duduk di kursi depan dengan bunda yang saat itu lagi batuk parah. Jadi kemungkinan batuk Alma tertular bunda, disamping pilek yang terlalu lama dibiarkan (ya…ya…ya… gue harusnya udah bawa ke dokter begitu tau gak kunjung sembuh).

Setiap kali bunda cek dari kantor, jawaban yang berulang-ulang dari si mbak selalu sama: “susah banget bu…gak mau makan dari tadi”. (maksudnya makanan berat yang terdiri dari lauk pauk). Paginya masih mau minum susu setengah porsi, dan siang dan sore mau makan tahu dan roti, tapi masih susah minum obat karena setiap masuk selalu muntah dan suhu badan masih belum normal. Bunda masih agak lega paling gak ada makanan yang masuk walopun sedikit. Rabu malam kondisi Alma mulai agak lemas, tapi dia masih bisa main-main dan diajak becanda dan ngobrol.

Hari kamis…suhu masih sekitaran 37-38 dan kali ini lebih parah, hari itu Alma cuma minum susu 80 ml tok dan setelahnya gak mau makan apapun seharian itu :(. Katanya Alma cuma mau tidur-tiduran aja, gak ngoceh, gak jawab apapun kalo diajak ngobrol, maunya dieeeem aja. Oma sempet telp ke kantor dan menunjukkan kekhawatirannya “pusing mama, udah dibujuk apapun tapi gak ada yang mau gimana donk?”. Coba siapa yang gak khawatir kalo dari selasa gak ada makanan berat yang masuk, orang gede aja pasti lemes apalagi anak kecil. Yah bisa dimengerti sih, pasti giginya (ternyata 5 yang numbuh bukan 4) cenut-cenut dan tenggorokannya sakit. So bunda pun mulai menelpon dokter kenalan si ayah (tapi lupa tanya dokter di kantor, padahal punya dokter di kantor bukannya dimanfaatin). Ada yang bilang … read more »

Cats: Almathea Valezka,Blue

Batpil Demam = Radang Tenggorokan

April 1, 2009 • 10:21 pm

Batpil Demam = Radang Tenggorokan

Ini kedua kalinya Alma sakit lumayan parah setelah demam tinggi akibat imunisasi campak sewaktu berumur 9 bulan. Kali ini dengan demam yang sama tingginya (diatas 39 derajat) Alma ternyata terkena radang tenggorokan, penyakit yang termasuk langganan para balita.

Sakit berawal dari pilek yang berkepanjangan yang tak kunjung sembuh. Mungkin ada sekitar 3 minggu, namun bunda beranggapan pilek masih dianggap tidak membahayakan kondisi tubuhnya. Alma masih beraktifitas normal dan tetap fit jadi bunda memang sengaja gak membawa Alma ke dokter. (FYI, gue bukan tipe orang yang dengan mudahnya mengambil keputusan berkunjung ke dokter ketika sakit, apalagi cuma pilek. Selama merasa cukup ilmu dan mampu menangani dirumah dengan benar, Insya Allah campur tangan dokter tidak dibutuhkan). Namun ternyata kondisi lingkungan sangat tidak conducive, disamping cuaca yang gak jelas juntrungannya, ayah lebih dulu terserang batuk pilek, bunda juga terserang pilek diikuti dengan demam tinggi (udah sembuh kok tanpa ke dokter :) ) dan batuk yang masih belum sembuh sampai saat ini (batuk 100 hari kayaknya nih!). Saat itu bunda berusaha meyakinkan diri dan berdoa kalau Alma pasti kuat dan kebal terhadap virus-virus yang berputar-putar di sekelilingnya. Bunda udah berusaha memakai masker tapi rasanya hal ini tidak cukup untuk memproteksi keadaan.

Pilek Alma sempat membaik di minggu kedua namun di minggu ketiga ternyata cairan ingus mulai berwarna hijau dan kali ini ditambah dengan batuk walopun tidak sering. Dan puncaknya, hari senin lalu badan Alma panas walaupun masih ceria seperti biasa. Penanganan yang diberikan hanya obat pilek (neo triaminic) dan penurun panas (tempra drop).

Keesokan harinya (selasa), temperatur naik terus hingga mencapai 39 derajat, dan bunda pun memutuskan membawa Alma ke dokter, karena Alma mulai lemas, rewel dan maunya tidur-tiduran, gak mau makan, gak mau minum dan susah sekali diminumin obat. Entah kenapa Alma benci sekali dengan yang namanya obat. Sejak tau rasa obat, Alma udah gak pernah minum obat secara langsung, karena udah pasti muntah sampe semua susu dan makanan keluar. So di-akalin lah dengan dicampur sari buah atau madu. Tapi karena sakit dia sama sekali gak mau minum apa-apa jadi kami semua hilang akal untuk … read more »

Cats: Almathea Valezka,Blue

Demam Tinggi Akibat Imunisasi Campak

July 2, 2008 • 10:32 am

Demam Tinggi Akibat Imunisasi Campak

Minggu lalu merupakan minggu yang cukup berat untuk gue jalani.

Berawal dari jumat saat makan siang, gue mendapat telpon dari Sri, mba-nya Alma yang mengabarkan bahwa Alma demam sampai 39 derajat. Alma tiba-tiba bangun dari tidurnya muntah-muntah kemudian badannya panas. Gue ingat apa kata dokter saat setelah imunisasi campak, bahwa ‘efek dari vaksin bisa mengakibatkan panas disertai dengan keluarnya campak’.

Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasang suhu diatas setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah bila suhu >38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu puncak –> suhu demam stabil –> suhu mulai turun. (http://www.sehatgroup.web.id) – Common Problems in Peadiatric

Seketika gue langsung menginstruksikan Sri untuk mempersiapkan tempra drop sekaligus juga menyuruhnya untuk mengompres hangat kepala Alma dan banyak-banyak memberinya minum. Tidak lupa untuk terus mengukur suhu tubuhnya dengan thermometer. Saat itu gue gak langsung memutuskan untuk pulang, gue rasa selama ini cuma demam akibat reaksi dari vaksin dan Alma masih mau makan dan minum serta tidak rewel, there is nothing to worry about. Penanganannya masih bisa dilakukan dirumah, gak perlu panic dan buru-buru ke dokter.

Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut:
<102F (<38.3C) :
tidak perlu obat penurun panas, ekstra cairan (minum banyak)
>102F (38.3C) uncomfortable :
beri obat penurun panas, kompres hangat
>104F (>40C) :
beri obat penurun panas, kompres hangat hubungi dokter

Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)

Pulang dari makan siang, gue kembali menghubungi rumah dan menanyakan progress Alma, ternyata suhu tubuh sudah turun ke 37 derajat. Gue cukup lega mendengarnya. Alma masih mau makan, minum bahkan masih ceria untuk bermain. Gue pun meneruskan bekerja di kantor. Jam 5 kurang 15, Sri kembali menelpon dan mengabarkan bahwa suhu badan Alma kembali naik ke 39,5 derajat dan gue pun diminta untuk segera pulang. Langsung bebenah, catch taxi dan meluncur menuju Depok.

Sesampainya dirumah gue mendapati Alma yang sedang digendong oleh Mba-nya dengan kondisi bangun, normal, kepala masih tegak, masih tersenyum dan masih mau bermain. Hanya mukanya agak layu, kepalanya keringetan dan bibirnya merah. Namun sayang gue cukup kecewa melihatnya yang … read more »

Cats: Almathea Valezka,Blue,Curhat,Knowledge

Protected: Bye…Bye…Boss!

December 18, 2007 • 9:13 am

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Cats: Blue,Curhat

Alma Kuning

October 1, 2007 • 12:39 am

Alma Kuning

Halo teman-teman semua, mohon maaf banget nih baru sempet nge blog lagi, secara baru aja abis melahirkan gitu looh…Yep…yep…si dedek emang lahir di minggu 37, 18 hari lebih awal dari perkiraan tanggal lahir, tapi bukan prematur loh karena usianya udah 9 bulan 1 minggu. Si dedek emang mungil, kurang dari 3kg mungkin karena kemaren sempet ketinggalan BB nya. Tapi gpp kok, yang pentingkan gak lahir dengan berat badan rendah jadi masih aman-aman aja.

Tapi sayangnya saat ini kebahagiaan kami sedang terusik oleh berita kurang baik, tepat 1 minggu usianya si dedek harus dirawat inap dirumah sakit karena bilirubinnya tinggi yang mengakibatkan dedek mengalami “kuning”.

Sebelumnya aku mau sedikit meringkas tentang kuning pada bayi ini dari berbagai artikel dan informasi dari dokter.

Kuning pada bayi disebut kuning fisiologis (normal) alias bukan karena kelainan atau penyakit melainkan fungsi organnya, yaitu hati, belum matang. Sumber utama bilirubin adalah dari hasil pemecahan sel darah merah. Sel darah merah dewasa (berumur sekitar 120 hari) memang akan pecah, dan salah satu hasil uraiannya adalah bilirubin. Nah, kandungan “sampah” dari proses pemecahan itu disebut bilirubin indirek. Semasa janin, bilirubin indirek ini akan dibuang oleh plasenta dan masuk ke hati ibu untuk selanjutnya diproses di hati menjadi bilirubin direk dan dibuang tinja. Bilirubin indirek memang harus dibuang karena dalam kadar tinggi dapat bersifat sebagai racun. Segera setelah lahir, bayi harus mengolah sendiri bilirubin indirek di hatinya. Tapi karena fungsi hatinya belum sempurna lantaran belum matang, proses penghancuran dan pembuangan bilirubin jadi lambat, hingga bilirubin indireknya tetap tinggi. Fungsi tersebut baru bisa berlangsung normal bila organ hatinya sudah matang, yakni sekitar 3-4 hari setelah lahir.

Penyebab lain kuning pada bayi antara lain adanya perbedaan golongan darah si bayi dengan sang ibu. Nah golongan darah dedek O seperti ayahnya sementara golongan darah aku A. Waktu di RS, suster udah pernah ngingetin kalo hal ini bisa bikin dedek kuning.

Sabtu kemaren emang jadwal kontrol si dedek, sekalian mau imunisasi polio. Dokter bilang bilirubin dedek harus di cek lagi soalnya si dedek udah menunjukkan gejala kuning. Begitu dikasi surat pengantar sama dokter, kami langsung ke ruang laboratorium untuk diambil darahnya. Hasil tes bisa ditunggu selama … read more »

Cats: Almathea Valezka,Blue

Allah Tau Yang Terbaik Untukku

September 11, 2007 • 4:00 pm

FINALLY…

Keputusan itu akhirnya membuatku menitikkan air mata…
Aku yakin Allah tau yang terbaik untukku…
Dia pasti tidak akan memberikan jalan yang akan menyesatkan diriku nantinya…
Ini memang belum menjadi rezeki ku…
Aku ikhlas…

Tapi tetap rasa ini…kecewa…sedih…pilu…
This is not fair…
Just because i am going away for 3 months…
Kesempatan itu lari dariku…

And you…
Orang yang pernah menawarkan kesempatan itu…
Orang yang disebut cukup menyayangiku…
Ternyata juga meragukanku…
Tapi tak mengapa…aku sangat mengerti alasanmu…

Well hey, aku lebih memilih menjadi orang yang ramah dan halus ketimbang menjadi orang yang judes dan jahat.

You are not mine anymore, Pak
Good Luck for your promotion!

Cats: Blue,Curhat

Fall Apart

June 5, 2007 • 11:34 am

Baru aja kemaren tertimpa musibah finansial, tadi malampun aku harus tertimpa musibah “sakit hati”. I feel fall apart now. Kenapa cobaan jadi bertubi-tubi begini?

Is there something wrong with me?

Cats: Blue