Minggu lalu merupakan minggu yang cukup berat untuk gue jalani.
Berawal dari jumat saat makan siang, gue mendapat telpon dari Sri, mba-nya Alma yang mengabarkan bahwa Alma demam sampai 39 derajat. Alma tiba-tiba bangun dari tidurnya muntah-muntah kemudian badannya panas. Gue ingat apa kata dokter saat setelah imunisasi campak, bahwa ‘efek dari vaksin bisa mengakibatkan panas disertai dengan keluarnya campak’.
Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasang suhu diatas setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah bila suhu >38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu puncak –> suhu demam stabil –> suhu mulai turun. (http://www.sehatgroup.web.id) – Common Problems in Peadiatric
Seketika gue langsung menginstruksikan Sri untuk mempersiapkan tempra drop sekaligus juga menyuruhnya untuk mengompres hangat kepala Alma dan banyak-banyak memberinya minum. Tidak lupa untuk terus mengukur suhu tubuhnya dengan thermometer. Saat itu gue gak langsung memutuskan untuk pulang, gue rasa selama ini cuma demam akibat reaksi dari vaksin dan Alma masih mau makan dan minum serta tidak rewel, there is nothing to worry about. Penanganannya masih bisa dilakukan dirumah, gak perlu panic dan buru-buru ke dokter.
Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut:
<102F (<38.3C) :
tidak perlu obat penurun panas, ekstra cairan (minum banyak)
>102F (38.3C) uncomfortable :
beri obat penurun panas, kompres hangat
>104F (>40C) :
beri obat penurun panas, kompres hangat hubungi dokter
Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)
Pulang dari makan siang, gue kembali menghubungi rumah dan menanyakan progress Alma, ternyata suhu tubuh sudah turun ke 37 derajat. Gue cukup lega mendengarnya. Alma masih mau makan, minum bahkan masih ceria untuk bermain. Gue pun meneruskan bekerja di kantor. Jam 5 kurang 15, Sri kembali menelpon dan mengabarkan bahwa suhu badan Alma kembali naik ke 39,5 derajat dan gue pun diminta untuk segera pulang. Langsung bebenah, catch taxi dan meluncur menuju Depok.
Sesampainya dirumah gue mendapati Alma yang sedang digendong oleh Mba-nya dengan kondisi bangun, normal, kepala masih tegak, masih tersenyum dan masih mau bermain. Hanya mukanya agak layu, kepalanya keringetan dan bibirnya merah. Namun sayang gue cukup kecewa melihatnya yang … read more »





