My 34th Birthday & Hijab

January 8, 2013 • 9:38 pm

8 Januari 1979 – 8 Januari 2013

Alhamdulillah sudah 34 tahun hidup di dunia ini. Sungguh sangat bersyukur kepada Allah SWT sampai detik ini selalu diberikan kesehatan, kecukupan dalam rezeki dan kebahagiaan dalam keluarga.

Seperti biasa setiap hari ulang tahun tidak ada yang special di keluarga mama saya, ultah sama seperti hari-hari biasa, tidak ada tradisi perayaan bahkan tidak ada kebiasaan mengucapkan selamat ulang tahun baik itu langsung atau lewat telepon, sms atau bbm dari mama, adik atau kakak saya. Emang gak seperti keluarga pada umumnya ya, tapi begitulah keluarga kami, cukup dalam hati saja.  Justru yang heboh malah keluarga mertua :D

Sementara dikeluarga kecil kami, tadi malam Alma udah duluan ngasi kado buat bundanya, gak sabar nunggu besok katanya…. ternyata dia udah kompakan sama ayahnya. Si ayah beliin majalah NOOR, majalah khusus muslimah. Maklum udah sebulanan terakhir ini saya memang bersiap-siap mewujudkan salah satu resolusi di tahun 2013 yaitu berhijab, jadi bolak balik beli baju dan majalah-majalah biar dapet inspirasi ‘style’ seperti apa yang cocok buat saya.

Ngomong-ngomong soal berhijab, saya sadar ini adalah kewajiban setiap muslimah, namun dulu waktu saya masih kerja kantoran dan menjadi seorang sekretaris expat selama hampir 7 tahun tidak pernah terlintas dalam benak saya untuk memenuhinya… bisa jadi karena factor lingkungan, tapi yang pasti saya sendiri belum merasa siap dan pengen :D

Ketika saya resign dari kantoran, ‘seruan-seruan’ untuk berhijab makin terasa di kuping dan justru datang dari orang-orang yang tidak dekat dengan saya… bukan sahabat, bukan adik kakak (yang udah duluan berhijab), bukan mama, bukan suami, malahan mereka gak pernah komentar/menyuruh/memaksa sedikit pun soal saya harus berhijab. Bukan berarti mereka gak peduli tapi karena mereka tau bahwa ‘I will have my own time’. Dan mereka tau kalo saya orangnya nih makin di ‘jogrokin’ untuk hal-hal yang belum saya mau lakukan, malah makin lari… and that’s true sampai ada yang harus saya delcont di bbm (maaf yaaa) karena terlalu ‘rebek’ sama kehidupan ibadah saya. Saya tau maksudnya baik kok tapi maaf banget justru bikin saya jadi gak nyaman. So akhirnya saya pun memilih untuk menunggu sampai mereka diam.

Bulan demi bulan sejak 100% menjalankan oriflame, Alhamdulillah pelan-pelan hidayah itu akhirnya … read more »

Cats: It's Me,Life,Oriflame

Oriflame is MY WAY

July 21, 2010 • 10:43 pm

Oriflame is MY WAY

YES, I am coming back to Oriflame business as I never think to leave it. I always say I will comeback. When I was pregnant the business was slowing down so that my career stopped in Senior Manager level (21%) with income almost 4 million rupiah.

Oriflame? Siapa yang gak kenal dengan brand ini, saya yakin hampir kebanyakan wanita pasti pernah memakai produknya. Oriflame adalah kosmetik yang berasal dari swedia,  terbuat dari bahan-bahan alami sehingga aman untuk digunakan sehari-hari. Perusahaan yang bonafid yang tersebar di lebih dari 60 negara.

Pertama kali saya mengenal oriflame di tahun 2005, saat itu saya mengikuti salah satu beauty classnya yang digelar di Soho Music Plaza Semanggi. Kebetulan saya sangat suka sekali dengan makeup dan pengen bisa mahir dalam bidang ini, eh gak taunya nemu iklan beauty class ini dimilis kemudian langsung jatuh cintalah saya sama produknya. Singkat kata saya akhirnya pun juga kecemplung menjalani bisnisnya, bisnis MLM yang suka dipandang sebelah mata dan dicaci maki orang, tapi sekaligus juga bisnis yang bisa mewujudkan mimpi anda.

MLM katanya ongkang-ongkang kaki doank??? Salah besaaar…orang yang ngomong kayak gitu for sure gak tau menahu soal bisnis MLM. Saya pernah hampir mencapai level director pada tahun 2007 namun sayang saat itu saya hamil, melahirkan dan sibuk mengurus anak sehingga oriflame sempat saya singkirkan sebentar sampai akhirnya gak kepegang sama sekali (sekarang saya menyadari bahwa itu semua tidak menjadi penghalang jika anda pengen sukses). Saya gak tau bagaimana nasib donwline-downline saya yang saat itu ada sekitar 1000an orang, mungkin mereka bagai anak ayam kehilangan induknya. Perlahan-lahan bonus saya yang waktu itu hampir mencapai 4 juta (ini diluar gaji kantor loh ya) mulai turun…turun…turun terus sampai akhirnya NOL. Yes it’s zero karena saya ongkang-ongkang kaki saja. Saya tidak membina grup saya, berhenti merekrut member dan sama sekali tidak berusaha dan bekerja keras. Bisnis saya mati!

Tahun lalu saya kembali bergabung dengan oriflame lewat jaringan Boss Family, the fastest growing club in Oriflame Indonesia. Saya tau bisnis ini sangat menjanjikan dan kali ini saya sangat beruntung karena memiliki upline yang juga kebetulan kakak saya sendiri, Ilna, … read more »

Cats: Oriflame